BAB 25. Kembali Mencecap Rasa

2236 Kata

“Sekarang kamu mau gimana, Sandra?” tanya Danny setelah beberapa menit berlalu dalam hening. Ia jadi bisa berpikir lebih jernih setelah bisa meredam emosi. Ada ketakutan aneh yang menjalar di hatinya ketika sebuah pemikiran melintas di kepalanya. Diamnya Sandra ini seperti tengah menegaskan kalau selain pilihan yang diajukan wanita itu, tidak ada jalan lain lagi. Pintu kesempatan itu akan benar-benar tertutup dan Danny tidak akan pernah diterima lagi walaupun ia dengan sopan datang dengan mengetuk pintu itu. Ia tidak terlalu memikirkan itu tadi karena terlalu larut dalam perdebatan yang menguras emosinya. Bodoh sekali memang. Kalau itu yang akan terjadi, Danny benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana. Seharusnya ia tadi mengiakan saja permintaan Sandra walaupun itu artinya ia harus be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN