Yang biasa Sandra lakukan saat menghadapi gebetan atau pacarnya yang tengah cemburu adalah memberikan ciuman yang bisa langsung meluluhkan hati atau terkadang malah mengabaikan mereka hingga perasaan cemburu itu hilang sendiri. Sayangnya, ini tidak berlaku saat berhadapan dengan Danny. Ia merasa khawatir dan takut. Berbeda sekali dengan saat menghadapi mantan-mantannya. Kalau sebelumnya Sandra bisa menikmati rasanya dicemburui, yang saat ini Sandra rasakan justru kalut. Danny yang cemburu, namun ia yang tidak tenang. "Dan, maaf," lirih Sandra. Meski tengah gentar, Sandra tetap menguatkan diri untuk menatap mata Danny yang seperti memancarkan laser. "Aku nggak lagi mempermainkan perasaan kamu. Sama sekali enggak, Dan. Perasaan kamu valid. Aku salah karena asal bicara tanpa mikir." Danny

