BAB 41. Masih Rahasia

1934 Kata

Sandra berjalan dengan riang menyusuri koridor gedung kantor. Di tangan kanan wanita itu tertenteng segelas kopi dari brand ternama yang kebetulan membuka satu gerai di lobi kantor. Sementara tangan kirinya membawa tas kerja yang tampak menggembung penuh isi. "Muka lo cerah amat, San. Abis dapet jatah, ya?" seloroh suara yang Sandra kenali milik Andini dari arah belakang yang kemudian sosoknya muncul di sebelah Sandra yang saat ini tengah berdiri di depan lift. Menunggu pintu lift terbuka. Sandra melengos. "Pagi, Andini, calon mantu Bapak Direktur Keuangan kantor sebelah," sindir wanita itu dengan nada sinis dibuat-buat. Andini langsung mengumpati Sandra karena perkataan ngawurnya. "Ngaco banget lo! Kalo didengar sama anaknya bisa malu gue!" Sandra pun meloloskan tawa. "Loh siapa tahu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN