Pemandangan yang Sandra lihat pertama kali saat membuka mata adalah wajah Danny yang berada begitu dekat dengan wajahnya. Posisi Danny menelungkup dengan sisi kiri kepala rebah di bantal. Sandra refleks memundurkan badan untuk melebarkan jarak. Namun, tidak benar-benar menjauh. Berada di atas ranjang yang sama dengan Danny memang bukan yang pertama Sandra alami. Ia sudah beberapa kali menginap di apartemen Danny dan tidur di kamar laki-laki itu. Namun, nyatanya ia masih belum terbiasa. Jantungnya seperti jumpalitan karena debaran yang keras. Padahal mereka hanya tidur, dalam arti secara harfiah. Meskipun begitu, Sandra sangat betah memandangi wajah lelap Danny yang tampak begitu damai. Di saat seperti inilah Sandra bisa benar-benar mempelajari dan mengagumi wajah Danny saat ekspresi yang

