EPILOG

1872 Kata

Mataku terpaksa terbuka ketika weker doraemon kesayanganku berbunyi nyaring pada jam lima pagi. Kutengok kasur sebelah yang ditempati oleh manusia kebo, masih tidur. Good. Bodo amat sama manusia kebo itu. Awas saja nanti kalau ngomel-ngomel bangun kesiangan dan sejenisnya. Manusia kebo itu Randy. Tak mau ambil pusing, aku bergegas bangkit dari kasur menuju baby cribs, bersebelahan dengan jendela kamar. Pangeran kecilku menguap cukup lebar, kututup mulut kecilnya menggunakan jari telunjukku. Tak sampai di situ saja, kedua matanya terbuka secara perlahan. Aku segera menggendongnya kemudian kubawa keluar dari kamar. Tidak peduli dengan Randy yang berpose hot daddy di kasur. Masih saja ngebo. Oh ya, kenalan dulu sama pangeran kecilku. Namanya Rendra. Masih kecil, tiga bulan. Lahirnya tepa

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN