"Apa?!" Zavon spontan berseru saat mendengar pernyataan Sania. Bagaimana tidak? Saat mereka sudah setengah jalan menuju alamat yang Sania sebutkan setelah sarapan, ternyata tempat itu merupakan tempat yang akan dijadikan Sania sebagai tempat perjodohan antara Vira dengan pak gurunya di sekolah. Maka tidak bisa dipungkiri kalau Zavon akan kaget seperti itu. "Apa maksud kamu, Sania?. Aku mau kencan buta dengan pak guru kamu?. Kamu gak main-main, kan?" Tanya Vira. Dia juga sedikit syok mendengar pengakuan itu dari Sania. Sania tampak anteng, tanpa ada rasa salah sedikit pun. Dia bahkan tetap tersenyum manis di saat Zavon sudah keringat dingin mendengar itu. "Iya, aku mengatur kencan buta antara Vira dengan pak guru aku. Kamu tenang saja, Vira. Pak guru aku itu bukan pria tua yang penuh

