"Zavon..." Tatapan Zavon tajam pada Juna, pula dengan pria yang tadinya bermulut manis dengan memeluk Vira di depan mamanya seakan-akan melupakan dosa yang telah dia lakukan kepada Vira selama ini. "Hah?! Siapa yang kamu panggil sayang, pria brengs*k?!" Seru Zavon mempertegas. Tetap saja Zavon memanggil Juna sebagai pria brengs*k, padahal ia sangat mengenal wanita paruh baya di dekatnya ini. Wanita baik yang juga kenal dengannya. "Apa maksudmu, Zavon?. Siapa yang kamu panggil brengs*k?. Dia itu temanmu, Zavon. Sahabatmu." Ujar mamanya Juna tampak kebingungan. Yang dilakukan Zavon hanya satu. Tertawa meremehkan sembari tatapannya masih begitu tajam pada Juna. "Kalau memang dia teman, dia gak bakal bersikap kayak iblis. Dia gak bakal bersikap selayaknya orang asing padaku, menuduhku,

