"Iya." Sebuah jawaban yang mengubah banyak hal. Satu kata jawaban yang terucap oleh Vira saat itu mengubah suasana malam yang tadinya dingin menjadi hangat sebab terjalinnya hubungan baru. Vira mau menjadi pacarnya Zavon. Tentu saja perasaan Zavon maupun Vira menjadi berbunga-bunga dini hari itu. Mereka pulang dengan sebuah status yang baru, berpacaran. Membelah dinginnya malam bersama. Da*a tak henti-hentinya berdetak, pula dengan senyum yang tak mau meluntur begitu saja. Mereka bahagia dini hari itu. Bahkan sesampai di rumah pun, senyuman mereka tidak surut sedikit pun. Tangan yang terus tergandeng tak ingin lepas. Hanya saja karena keadaannya mereka belum istirahat dan waktu sudah mendekati subuh, mau tidak mau, mereka harus menyudahi kebahagiaan mereka untuk sementara. "Kamu

