"Kenalkan, dia Vira. Calon pacar aku." Sesaat setelah Zavon mengatakan hal itu dengan sangat jelas di depan beberapa anak buah papanya, suasana menjadi senyap. Beberapa ada yang saling tatap, beberapa pula tetap diam tanpa ekspresi sedikitpun. "Aduh... kenapa Zavon malah kenalin aku sebagai calon pacarnya?. Terlalu nekat." Batin Vira. Kecanggungan melanda pos jaga malam ini. Vira duduk di salah satu kursi dekat pria yang terakhir kali mendapatkan jitakannya. "Om, izin duduk di samping om, ya." Ujarnya dan duduk. Zavon pun juga melakukan hal yang sama. Dia menarik satu kursi yang kosong dan menaruhnya di samping Vira. Tersenyum pada perempuan itu, dan para anak buah papanya. "Apa yang kalian lihat?. Kenapa jadi sepi? Kalian gak lanjut main?" Tanya Zavon. Tidak ada yang menjawabnya.

