Pagi ini di hotel,setelah membersihkan badan dan juga berganti baju.Ivan langsung sarapan pagi.
karena rencana hari ini dia ingin menghabiskan waktu dengan sang kekasih.
Sebelum esok ia akan di sibukkan dengan urusan hotel dan yang lainnya di kota Bandung.setelah di rasa cukup sarapannya,dia langsung menenggak s**u yang berada di meja dan menghabiskannya.
Ia kemudian menyambar kunci mobil dan juga dompet yang berada di atas nakas,kemudian menuju besment untuk mengambil mobil.
Selama di perjalanan Ivan berfikir,untuk singgah di toko bunga untuk membelikan bunga untuk kekasihnya itu,agar sang pujaan hati merasa senang.
setelah setengah jam perjalanan akhirnya Ivan tiba di sebuah toko bunga.toko bunga yang lumayan besar dan tentunya banyak koleksi aneka bunga di dalamnya.
"Maaf Mbak...
bisakah saya pesan buket bunga untuk kekasih saya."
tanya Ivan pada sang pelayan kala Ivan telah menginjakkan kakinya di dalam ruangan.
Nita yang melihat ivan pun langsung mempersilahkankan Ivan memilih bunga ang ia suka,kemudian Nita yang akan membikin buketnya nanti.
Kemudian ivan memilih milih diantara bunga bunga yang cantik di sana.Ivan kemudian memutuskan mengambil mawar merah dan putih.Ivan memilih satu genggaman tangan dan meminta Nita untuk menghiasinya.
Nita pun menerima bunga yang di pilih Ivan,
"Pak,silahkan anda tunggu di kursi tunggu.saya akan menghias bunganya dulu,atau kalo bapak berkenan bapak juga boleh melihat lihat koleksi bunga di toko kami."
"Iya Mbak,terimakasih.
mungkin saya bisa nunggu sambil lihat-lihat koleksi bunga disini."Jawab Ivan
kemudian Nita mengangguk dan meninggalkan ivan untuk menghias bunga pilihan ivan.
Sambil menunggu buket bunganya jadi...Ivan melangkah dan melihat-lihat koleksi bunga yang ada di sana.tapi kemudian tanpa sengaja mata Ivander malah menangkap pemandangan yang menarik di depan matanya.
Wajah Ivan berbinar bersemu kemerahan karena saking kagumnya dengan apa yang sedang matanya lihat.
Yang ternyata mata Ivan kini tengah melihat seorang gadis yang sedang menata dan mungkin sedang mengecek bunga-bunga yang sedang di tata di ruangan tersebut,Ivan juga tidak tau apa yang di lakukan gadis itu,tetapi Ivan mengambil kesimpulan mungkin Ia pegawai yang sedang menata bunga,kalo bukan pegawai mana berani memindah bunga satu di ganti bunga yang lain.
Di ataa rasa bingunngya Ivan tetap tersenyum senyum sendiri dan merasa kagum atas kecantikan gadis itu...bahkan Ivan sempat berfikir.pacarnya yang cantik pun kalah dengan pesona gadis itu.
dia geleng geleng kepala,kemudian senyum senyum sendiri entah bagaimana Ia malah membanding kan sang kekasih dengan wanita yang baru saja di lihatnya itu.ada sedikit rasa sesal di hati Ivan saat ini.
Tetapi salam hati Ivan saat ini masih oenasaran,tapi juga merasa tidak enak ketika sekelebat ingatannya mengingat kekasihnya yang akan di temui nya setelah ini.
Kini Ivan malah hanya termenung sambil memandang gadis itu entah kenapa memandang gadis itu sepertinya memberikan kebahagiaan tersendiri di dalam hatinya,ya walaupun saat ini pikirannya sedang bercabang.
IVANDER REYMOND MEVERICK

Ayanna yang merasa di perhatikan pun,merasa tak enak hati.kemudian tanpa sungkan menghampiri dimana Ivan berdiri.
karena melihat Ivan yang tampak bingung,Ayanna berkesimpulan bahwa Ivan mungkin ingin memesan bunga tapi belum menemukan pelayan.
"Maaf Kak,apa ada yang bisa saya bantu?"
Me**ndengar ucapan Ayanna,Ivan pun jadi sadar akan lamunannya.dia mengerjap dan berusaha menetralisir debar jantungnya karena berada sedekat ini dengan gadis yang belum lama ini menyihirnya dengan penampilannya,itu sangatlah menegangkan.
Sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,Ivan pun tersenyum.
menyembunyikan kegrogoannya Ivan berucap"
"Iya Mbak saya kesini mau beli bunga,cuman sudah saya pilih saya tinggal menunggu selesai."
Ayanna yang mendengar penuturan dari Ivan langsung tersenyum dan berkata.
"Baik kak,tunggu sebentar lagi ya,mungkin beberapa menit lagi akan segera selesai."
jawab Ayanna.
Sembari menyapa Ivan dari awal,Ayanna pun tak pernah lepas dari senyum ramahnya kepada Ivan.
Tapi ketika mendapati Ivan sudah memesan bunganya,dan mungkin sebentar lagi bunganya akan selesai,Ayanna memutuskan untuk undur diri.
"Baiklah Kak,saya tinggal ke dalam dulu ya.
Karena kakak sudah menemukan yang kakak cari,
semoga kakak suka dengan buket bunga di toko kami ini dan mungkin lain kali kalo ada waktu Kakak bisa kembali berkunjung ke toko kami."
Ivan yang masih grogipun hanya bisa mengangguk dan tersenyum.
Ayanna kemudian berjalan meninggalkan Ivan yang masih bengong dan terkagum dengan kecantikan Ayanna.
AYANNA UMAIZA GILBERT

10 menit kemudian,bunga yang di pesan Ivan pun jadi,
Nita kemudian menyerahkan buket itu kepada Ivan sambil berucap
"Ini tuan bunganya sudah selesai."
Ivan yang mendengar ucapan Nita pun langsung berhenti memperhatikan tempat hilangnya Ayanna tadi.
Kemudian Ivan berbalik ke tempat Nita,kemudian mengambil bunga itu dan langsung mebayarnya.
Setelah memasukkan bunga ke dalam mobil,kemudian Ivan langsung kembali masuk dan menyalakan mesin.
kini Ivan menuju rumah sang kekasih.
Selama di perjalanan,Ivan tidak bisa lupa wajah manis gadis yang di lihatnya di toko bunga tadi,wajah yang cantik alami hanya dengan polesan pelembab bibir itu.
menjadikan bibir tipis gadis itu terlihat sexy
.karena Ivan melamun sambil menyetir,tidak terasa Ivan kini sudah sampai di depan pagar tinggi,rumah sang kekasih.