Sebuah Pertanda Untuk Tepatnya Sebuah Keputusan.

18470 Kata
" Nina, Nina, bangun Nina. Ini sudah sore menjelang malam, ayo bangun kita harus pulang Nina, kita tak bisa terus berada disini,"seseorang terdengar berkata seperti itu kepada Nina yang saat itu rasa tertidur. " Ah iya, kenapa? sudah sore? baik, tunggu aku Misy,"ujar Nina yang masih mencoba membuka matanya, karena di bangungkan saat tadi masih tertidur. " Iya ayo cepat Nina, kita pergi pulang,"sambil berlari menjauh Misy berkata seperti itu. " Misy tunggu,"teriak Nina saat itu, sambil melambaikan tangan nya. Tapi saat itu tiba-tiba Nina merasa jika di kaki nya ada beban yang begitu berat, sehingga Nina tak dapat menggerakkan kakinya apa lagi untuk berdiri, mengejar Misy yang saat itu sudah jauh di depannya. " Misy tunggu, aku tak bisa menggerakkan kaki ku,"ujar Nina sambil berusaha menggerakan kaki nya saat itu. Tapi Misy saat itu tak menoleh ke arah Nina apa lagi menjawab Nina, Misy hanya terus saja berlari. Nina mencoba untuk mencari yang lain, Mass, dan Shu pasti masih berada di sini, karena Nina kemari kan bukan hanya bersama Misy tapi bersama Shu, dan Mass juga. Nina bingung kenapa dirinya, dan yang lain masih saja berada di tempat itu. " Padahal perasaan tadi kan kita sudah pulang ke rumah, tapi kenapa sekarang tiba-tiba aku masih berada disini? ah mungkin aku bermimpi sudah pulang tadi, karena barusan kan aku sedang tidur, dibangunkan oleh Misy agar aku membuka mata untuk segera pulang,"dengan wajah bingung Nina bertanya seperti itu dalam hatinya. Saat itu Nina sudah merasa jika kaki nya bisa digerakkan, Nina berfikir mungkin tadi kaki Nina kesemutan sehingga kaki Nina sulit untuk di gerakan. Nina langsung saja berjalan mencoba untuk keluar dari tempat tersebut untuk menuju mobil, lalu pergi pulang. Tapi saat Nina berjalan Nina melihat di sebelah kanan, ada sebuah tebing dari tempat ini, bukan hanya itu Nina juga melihat jika disana sedang sangat giat, guru, dan Mass yang lihai sekali berlatih beladiri bersama. " Guru, Mass kalian disana? bagaimana aku bisa menghampiri kalian ke sana?"teriak Nina memanggil Mass, dan Shu yang sedang fokus berlatih disana. Mass berhenti berlatih melawan guru dan perhatian Mass seketika teralihkan, menjadi melihat ke arah Nina dan tak fokus terhadap tendangan yang sudah Shu layangkan siap menghantam wajah Mass saat itu, sehingga tepat di wajah Mass tendangan keras Shu mendarat. Nina pikir guru akan berhenti melayangkan pukulan-pukulan terhadap Mass, tapi Nina lihat Shu malah terus saja menghajar Mass yang saat itu sudah tergeletak karena tendangan Shu tadi. Nina mencoba untuk terus melihat Mass, dan Shu waktu itu, Nina berfikir sepertinya ada yang salah dengan Shu yang dengan sangat mudah terus menghajar Mass. Nina berjalan cepat mencoba untuk menghampiri Mass, dan Shu di tebing saat mereka latihan, Nina terus saja berjalan menemukan sebuah tangga alami yang terbuat dari tanah untuk naik ke tebing dimana Nina melihat Shu, dan Mass berlatih, tapi saat Nina sudah berhasil menaiki tebing itu Nina malah memang melihat mereka berdua sedang terus saja berlatih, tapi di agak jauh dari tempat Nina berdiri sekarang. Saat itu Nina terus saja berjalan mencoba menghampiri Mass, dan Shu yang sedang terus saja berlatih. Nina melihat Mass sudah bangkit lagi dan meladeni tendangan-tendangan dari Shu saat itu " Hem sepertinya aku terlalu khawatir tadi, Mass tak akan dengan sangat mudah di robohkan oleh Shu, meskipun Mass terkena tendangan nya Mass pasti tak akan langsung roboh, aku yakin jika Mass itu lelaki yang kuat,"ujar Nina dalam hatinya, sambil tersenyum saat itu. Nina terus saja berjalan untuk bisa menghampiri mereka, tapi semakin Nina mencoba mendekati mereka semakin Nina merasa entah kenapa malah seperti semakin menjauh dari mereka. Mereka terus saja berlatih, sehingga posisi mereka sedikit demi sedikit bergeser, sampai posisi mereka latihan terhalangi oleh sebuah gua, yang ada di depan Nina saat itu. " Gua? apa tidak salah? aku melihat sebuah gua. Ah ini mungkin jalan ku menuju dimana Mass, dan Shu berlatih. Lebih baik aku langsung saja masuk, dan mencoba untuk menghampiri Mass, dan Shu yang sepertinya mereka begitu giat berlatih. Tapi bagaimana dengan Misy tadi? Misy malah pergi sendiri menuju mobil sepertinya, padahal Mass, dan Shu masih sangat giat berlatih disini. Ah tak apa lah mungkin saja Misy memang sengaja terlebih dulu ke mobil dan menunggu kami disana. Setelah aku sudah bisa menghampiri Mass, dan Shu aku akan mengajak mereka agar langsung saja menghampiri Misy yang sudah duluan berada di dalam mobil. Tunggu aku sebentar Misy," kembali Nina berkata seperti itu dalam hatinya. Tanpa sadar Nina sudah berada di dalam gua tersebut, Nina tak menyangka suasana di dalam gua ini tak seperti ada dalam gua. Entah kenapa tapi dalam gua itu Nina melihat begitu indah sesuatu yang ada di dalam gua tersebut, tak seperti gua pada umum nya, Nina tak mengerti dengan apa yang Nina lihat ini, karena ini terlalu menakjubkan untuk sebuah gua. Tak percaya dengan apa yang Nina lihat sekarang Nina mencoba untuk berkeliling, melihat-lihat di gua ini. Saat Nina terus saja berjalan dengan perasaan tidak percaya nya Nina melihat jika Shu, Mass, dan Misy sedang berenang di sebuah danau yang airnya berasal dari sebuah air terjun jauh di sudut sana. " Apa aku tak salah lihat, kenapa sekarang aku melihat Misy malah berada bersama mereka disana, padahal tadi aku jelas melihat jika Misy pergi duluan ke mobil. Tapi sekarang aku malah melihat Misy ada di hadapan ku sedang menikmati, enak nya berenang di dalam sebuah danau di gua tersebut,"Nina semakin dibuat bingung dengan apa yang Nina lihat. " Ah mungkin saja jalan tadi yang Misy lalui juga bisa menuju ke danau tersebut, sehingga Misy bisa berada di sana saat ini,"ujar Nina dalam hatinya kembali. Saat Nina mencoba untuk menghampiri mereka, dan berteriak memanggil mereka tiba-tiba. Nina melihat mereka bertiga berteriak histeris karena di ujung danau tersebut ada ular besar raksasa yang siap menggigit mereka, sehingga saat itu mereka berteriak histeris karena di serang oleh ular tersebut. Nina pun yang saat itu hanya bisa menyaksikan dari jauh mereka di santap ular tersebut, Nina pun tak kalah histeris sehingga membuat Nina berteriak sendirian disana, melihat Mass, Shu, dan Misy di serang oleh ular raksasa tersebut. Nina yang saat itu menyaksikan hal itu tak menyangka, jika mereka akan berakhir dengan kejadian yang sangat tragis dengan menjadi santapan ular raksasa. Saat Nina terus saja melihat kejadian tersebut, Nina sampai terduduk lemas saat itu, tak lama setelah itu tiba-tiba ular raksasa tersebut melihat ke arah Nina, dengan tatapan nya yang sangat tajam seperti sedang memperhatikan Nina ular itu terlihat terus saja menjulurkan dan memasukan lidah nya. Nina pun sedikit demi sedikit mundur menjauh dari ular tersebut. Saat Nina sudah beberapa langkah mundur, tiba-tiba Nina dikejutkan dengan ular tersebut yang langsung saja bergerak ke arah Nina, dengan sangat cepat Nina berbalik, dan berlari dari kejaran ular tersebut. Sampai tiba-tiba Nina tak sadar jika dirinya sudah aman tanpa ular tersebut mengejar Nina kembali, Nina pun melihat ke seluruh arah tempat tersebut dengan masih terasa was-was di dalam hatinya, takut nya ular tersebut masih mencoba mengejar Nina. Saat itu Nina tak tahu harus berbuat apa, Nina terus saja terbayang bagaimana ular tersebut memangsa mereka bertiga, dengan mata melotot tajam, dan pikiran yang melamun kosong Nina hanya bisa berdiam diri tanpa berbuat apa-apa. Saat itu Nina tak kuat menahan tangis karena tak menduga mereka bertiga akan berakhir tragis seperti itu. " Mass, Misy, guru kenapa kalian tega meninggalkan aku sendiri, kenapa? apa kalian tak ingat dengan janji kalian yang sudah membuatkan ikatan keluarga kepada ku, tapi kenapa kalian harus berakhir seperti ini? sial, sekarang apa yang harus aku lakukan apa, aku harus apa tanpa kalian? kalian yang membuka hati, dan pikiran ku kalian yang mengajarkan ku bagaimana aku harus melanjutkan hidupku, dan kalian adalah alasan kenapa aku masih ada disini mencoba melanjutkan hidup ku ini. Sekarang apa yang harus aku lakukan? apa?"dengan menangis sejadi-jadinya, dan berteriak kesal Nina berkata seperti itu kepada dirinya sendiri. " Nina, Nina, jangan menangis Nina, kau inginkan kebersamaan kita terus ada kan Nina? kemari lah Nina, cepat aku tak punya banyak waktu Nina,"tiba-tiba, Nina mendengar seseorang berkata seperti itu di telinga nya. " Siapa? dimana itu?"dengan kaget, dan berdiri Nina bertanya. " Ini aku Nina, ini aku ibumu Nina,"jawab suara itu. " Ibu? ibu ku?"lemas Nina berkata. " Ya Nina aku ibumu, selama ini aku selalu saja mengawasi mu Nina, meskipun kau tak melihat ku tapi aku selalu memperhatikan mu Nina,"suara itu berkata seperti itu kepada Nina saat itu. " Ibu? ibu? aku harus bagaimana bu? aku rindu padamu bu, aku tak ingat bagaimana aku berpisah dengan mu bu, dan sekarang aku sangat bingung dengan kehidupan ku, kemana aku harus pulang, dimana aku bisa bertemu dengan mu, aku tak bisa mengingat semua itu bu,"ujar Nina dengan memangis saat itu. Tapi saat itu Nina tak melihat ada orang ataupun ibunya, Nina hanya melihat seberkas cahaya yang sangat bersinar, dan Nina dibuat bingung karena Nina berada di tempat dimana Shu mendapatkan perjalanan alam bawah sadar, dimana Nina mendengar jika ada seseorang yang seperti memanggil Nina. Dan hari ini Nina tiba-tiba ada disana. " Aku tak bisa membicarakan semuanya disini Nina, waktu ku sangat terbatas bahkan sekarang rasanya aku sudah harus pergi Nina. Nina pergi lah ke tempat dimana kau mendapatkan perjalanan alam bawah sadar, disana kau mendengar seperti ada orang yang memanggilmu kan Nina? kau harus bertemu dia disana Nina, kau harus pergi ke sana disaat hari berada di tingkat yang paling baik untuk melakukan meditasi, dan melakukan perjalanan alam bawah sadar Nina, saat di tempat itu berkumpul seluruh energi positif yang bisa membuat mu menerima informasi dari sana Nina. Itu yang aku bisa katakan sekarang Nina, selamat tinggal Nina, jaga dirimu baik-baik, aku menunggu mu Nina,"lalu Nina mendengar jawaban seperti itu. " Ibu? ibu? tunggu bu, ibu,"dengan berlari mengejar seberkas cahaya itu Nina berteriak. Lalu dengan tiba-tiba Nina sadar bangun dari tidur nya. Dengan memegang kepalanya Nina berkata jika itu semua adalah mimpi, tapi kenapa Nina begitu merasa jika mimpi itu bukan hanya sebuah mimpi, mimpi itu terlihat seperti sangat nyata karena dalam mimpi itu pun membahas tentang sebuah tempat dimana Nina mendapatkan perjalanan alam bawah sadarnya. Bahkan dengan tepat seseorang dalam mimpi Nina mengatakan jika ada seseorang yang seperti memanggil Nina di tempat itu, ini lah alasan kenapa Nina merasa jika mimpi itu bukan hanya sekedar mimpi. Pagi itu Nina terbangun dengan tubuh yang basah dengan keringat, terlihat jika dalam ruangan itu Nina hanya sendiri padahal kan kemarin malam Nina beristirahat dengan Misy. Nina bertanya-tanya kemana Misy saat itu, Nina langsung saja pergi keluar ruangan itu lalu mencari Misy. " Misy, Misy dimana kau?"ujar Nina sambil mencari Misy. Saat ini hari ternyata sudah pagi Nina pergi ke ruang tengah, Nina melihat jika semuanya sudah berkumpul seperti sedang membahas sesuatu. Nina langsung saja menghampiri mereka. Saat Nina menghampiri mereka Misy seperti sedang kebingungan, khawatir, dan memikirkan sesuatu, begitupun dengan Mass yang terlihat seperti menenangkan Misy yang saat itu berada disisi Misy, memegang bahu Misy. " Maaf aku tadi kaget dengan Misy yang sudah tidak ada bersaku. Ada apa ini? kalian seperti sedang memikirkan sesuatu, terutama kau Misy? ada masalah?"tanya Nina saat itu melihat Misy yang sangat jelas memperlihatkan ke khawatiran, dan cemas di wajah nya. Saat Nina bertanya seperti itu semua orang termasuk Misy, hanya saling menatap satu sama lain, seperti bingung antara harus menceritakan apa yang terjadi, atau tidak menceritakan hal itu kepada Nina. " Tadi teman Misy yang berada di cafe tempat nya meluangkan waktu menelepon dia bilang," " Mereka bilang jika sekarang cafe sedang mengalami hari yang sulit, mereka bilang penjualan menurun, dan pengunjung disana menjadi berkurang. Jadi aku merasa cemas dengan apa yang terjadi di cafe saat ini,"Misy langsung memotong pembicaraan Mass dengan mengalihkan pembicaraan dengan tragedi yang terjadi di cafe sebenarnya. " Oh itu. Em Misy, kau yang sabar, aku yakin jika cafe itu tak akan terus terpuruk, tapi seiring berjalan nya waktu kau pasti bisa mengalami keadaan buruk ini, dan kembali bangkit bersama cafe tersebut,"ujar Nina memberikan semangat ke Nina saat itu. " Ya Nina terima kasih. Aku pasti bisa melewati ini Nina, maaf aku sepertinya merasa tak enak berada terus di dalam sini, guru tak apa kan jika aku pergi keluar sebentar?"tanya Misy saat itu., sambil akan beranjak keluar dari rumah. " Ya tentu saja, ini kawasan aman tak akan ada masalah yang terjadi dengan kita disini Misy,"Shu menjawab seperti itu terhadap pertanyaan Misy. " Misy aku ikut dengan mu, aku sudah tak apa-apa, aku sudah sembuh dengan apa yang aku alami,"ujar Mass saat itu dengan langsung saja berdiri. " Terima kasih Mass,"jawab Misy dengan suara nya yang kecil, dan langsung saja pergi. Misy, dan Mass langsung saja pergi ke luar rumah saat itu, berjalan agak jauh dari rumah dengan tatapan kosong, dengan pikiran Misy yang seperti terus saja terfokus terhadap masalah nya. " Misy, kenapa kau tidak jujur saja kepada Nina tadi?"tanya Mass. " Aku tak ingin Mass. Aku tak ingin Nina yang baru saja bisa melupakan sedikit masalah tentang Soe, lalu sekarang Nina harus kembali mendengar lagi tentang Soe, aku tak ingin merusak mental nya yang baru saja bisa lepas dari masalah itu dan sekarang dia harus mendengar nya lagi. Aku pikir jika dia mendengar hal ini, ini akan mengganggu kembali mental nya aku tak ingin itu terjadi Mass, meskipun sekarang aku merasakan hal yang buruk tapi aku tak ingin jika sampai Nina ikut merasakan efek buruk terhadap kesehatan mental nya yang baru saja bisa naik Mass. Tak apa, aku baik-baik saja, untuk sekarang aku akan menyimpan ini untuk diriku saja dulu. Mass aku harap Nina tak mendengan tentang hal ini dulu sekarang, kau bisa kan merahasiakan ini dulu dari Nina?"ujar Misy seperti itu dengan nada yang cemas, dan bertanya tentang Mass yang siap untuk menyimpan hal ini terlebih dahulu dari Nina. " Tapi Misy, apa ini tak apa-apa? aku pikir Nina berhak tahu tentang ini, karena ini tentang Soe," " Justru karena ini adalah hal yang menyangkut Soe Mass, jadi aku tak ingin jika Nina sampai mengetahui tentang hal ini dulu Mass, aku kan sudah bilang jika Nina tahu tentang ini, itu bisa berakibat buruk terhadap mental Nina Mass, itu yang aku jaga Mass kau mengerti tentang itu kan Mass?"jawab Misy dengan masih terlihat berat memikirkan masalah tersebut. " Baik Misy, aku kira kau memang benar untuk ini Misy, kesehatan mental Nina yang baru saja naik tak harus mendengar tentang ini, yang bisa membuat kesehatan mental nya kembali turun. Baik Misy aku akan menyimpan ini semua untuk mu, tapi Misy kau harus bisa menyembunyikan rasa khawatir mu itu, karena dari tadi Nina bertanya sudah sangat jelas di wajahmu bahwa kau begitu berat memikirkan sebuah masalah Misy. Itu pasti membuat Nina curiga dengan mu yang seperti itu Misy,"jawab Mass setuju dengan apa yang Misy pikirkan saat itu. " Terima kasih Mass. Ya tentu aku akan mencobanya Mass,"ujar Misy. Saat itu kita berjalan-jalan tak jauh dari rumah, ada sebuah tanah luas yang sepertinya itu adalah bekas sebuah taman. Misy terus saja berjalan sampai kita tiba di ujung taman tersebut, pemandangan sebuah hutan yang begitu hijau dipenuhi dengan pepohonan, sehingga kenyamanan pun di dapatkan disana. " Mass aku tak menyangka akan bisa seperti ini, aku disini dengan kalian yang bahkan dulu nya aku tak mengira akan bisa dekat seperti ini. Maksud ku tentang hal menakjubkan seperti ini Mass bukan tentang masalah yang kita hadapi bersama saat ini, maaf Mass kau jangan salah sangka maksud ku adalah aku begitu bersyukur dengan apa yang sedang aku dapatkan hari ini Mass, aku mendapatkan apa yang aku inginkan disini Mass, yaitu ketenangan. memang sekarang perasaan ku sangat hancur karena apa yang aku dengar kan dari teman ku tentang cafe, tapi Mass entah kenapa berada disini aku merasa jika masalah ku itu sedikit demi sedikit menghilang Mass,"ujar Misy yang saat itu terfokus melihat ke indahnya pemandangan yang tersaji disana. " Ya tentu Misy aku tak akan berfikir buruk dengan apa yang kau katakan Misy. Aku bersyukur jika pertemuan kita semua bukan menjadi hal buruk untuk mu Misy, meskipun ya sepertinya hal buruk yang kau dapatkan itu lebih besar dari hal menakjubkan, tapi aku berterima kasih kepada mu Misy karena dengan ini saja perasaan mu bisa merasa lebih baik. Kau bilang mendapatkan kenyamanan disini, aku harap aku bisa terus memberikan mu kenyamanan seperti ini Misy, ahah maksud ku adalah aku ingin," Seketika Mass yang saat itu sedang berbicara berhenti bicara karena Misy yang saat itu tiba-tiba saja menoleh ke arah Mass, dengan pelan perlahan tiba-tiba Misy mendekatkan wajahnya, begitu pun dengan Mass yang saat itu melihat Misy seperti itu langsung saja melakukan hal yang sama. Sampai Mass, dan Misy berciuman dengan mesra saat itu. Melupakan sejenak semua masalah yang Misy dengar saat ini. Beberapa saat Mass, dan Misy menyudahi ciuman yang mereka lakukan saat itu. Lalu Misy kembali melihat keindahan yang di sajikan tempat tersebut. " Misy sepertinya kita harus kembali ke rumah, aku tak ingin membuat Nina curiga dengan sikap mu yang seperti ini Misy. Tadi saat Nina bertanya sepertinya Nina sudah curiga dengan mu yang langsung saja pergi setelah dia bertanya seperti itu, untuk itu kita harus sudah kembali ke rumah lalu mematahkan apa yang bisa membuat Nina curiga dengan mu Misy,"ujar Mass yang saat itu sama dengan Misy memandang jauh ke depan sana, ke sebuah pemandangan hijau sebuah pohon. " Ya Mass aku kira juga begitu, kita sudah agak lama menghabiskan waktu disini. Ayo Mass kita pergi,"ujar Misy sambil pergi menarik tangan Mass saat itu. Lalu mereka pun langsung saja pergi meninggalkan tempat itu, berniat untuk kembali ke rumah. " Misy kau tak apa-apa?"sesampainya di rumah kita di sambut dengan Nina yang langsung saja bertanya seperti itu. Mass saat itu tak langsung masuk, tapi Mass masih berada diluar berharap Shu mengerti maksud nya untuk tak masuk dulu, sehingga Shu inisiatif menghampiri Mass saat itu. " Memangnya aku kenapa Nina? tenang saja aku tak apa-apa, aku hanya menbutuhkan udara segar barusan, dan dengan mudah aku dapatkan di sebelah sana, sekarang aku sudah merasa lebih segar Nina,"dengan tersenyum menyembunyikan wajah cemas nya Misy bicara seperti itu. " Oke karena Misy sudah kembali kemari, kalian masuk lah siapkan sebuah minuman hangat untuk kami, aku akan menghampiri Mass yang sepertinya membutuhkan ku sebagai temannya untuk melakukan latihan disana,"ujar Shu mengalihkan perhatiannya, agar Nina tak curiga melihat Maas yang tak langsung masuk seperti Misy. " Oh ya guru tentu aku akan siapkan itu. Tentu saja guru, latihan di pagi hari sangat baik untuk kebugaran tubuh,"ujar Nina tersenyum saat itu. " Ya guru tentu. Nina ayo,"ajak Misy ke Nina. Misy, dan Nina lalu pergi ke dapur untuk membuatkan sebuah minuman untuk Mass, dan Shu yang saat itu Shu keluar untuk menghampiri Mass yang sudah berada di luar, yang Nina pikir jika Mass akan langsung berlatih bersama Shu karena Shu tadi bilang akan berlatih dengan nya diluar. " Kau harus nya tak seperti ini Mass, jika aku tak mengalihkan perhatian Nina barusan, Nina akan kembali curiga dan bertanya tentang mu yang seperti ini Mass. Ayo sekarang pasang kuda-kuda mu, kita sedikit pemanasan, karena tadi aku bilang jika kau tak masuk karena menunggu ku untuk menemani mu berlatih, jadi kita harus melakukan itu Mass. Ayo cepat,"ujar Shu kepada Mass yang saat itu seharusnya tak bersikap seperti itu. " Ya maafkan aku guru. Seperti yang aku pikirkan kau mempunyai inisiatif untuk menghampiri ku, tadi aku berharap kau menghampiri ku dan terima kasih kau sudah menghampiri ku. Ada yang ingin aku bicarakan guru, tentu saja tentang keadaan Misy saat ini. Aku harap kau berfikir sama dengan apa yang Misy pikirkan untuk tidak membicarakan masalah yang sebenarnya menimpa cafe Misy, karena Misy tak ingin jika kesehatan mental Nina kembali terguncang dengan mendengar kembali tentang Soe,",dengan menyiapkan kuda-kuda seperti yang diminta Shu, Mass sambil berbicara hal tersebut kepada Nina. " Ya tentu saja Mass, aku berfikir juga kepada hal itu, kesehatan mental Nina bisa kembali terguncang karena ini sehingga aku kira kita lebih baik tidak membicarakan tentang Soe dulu kepada Nina, sampai Nina sudah bisa mengatasi rasa trauma nya terhadap sesuatu yang berhubungan dengan Soe. Meskipun Nina sudah bertanya kepada Misy, dan Misy menjawab Nina, tapi Misy menjawab pertanyaan Nina sambil pergi, itu yang membuat Nina menjadi punya rasa curiga terhadap Misy Mass sehingga tadi Nina bertanya kembaki padaku dengan apa yang terjadi pada Misy, tapi tenang saja aku tak mengatakan jika apa yang terjadi pada cafe di komandoi oleh Soe, tapi aku membenarkan alasan Misy yang tadi menjawab seperti itu tentang cafe nya, sehingga itu bisa sedikit meredam rasa curiga Nina terhadap Misy yang memang menjawab pertanyaan Nina, tapi dengan sikap yang tak biasa, sembari langsung saja pergi keluar,"ujar Shu yang saat itu ternyata mengerti betul apa yang di pikirkan Misy, sehingga Shu pun tak membocorkan apa yang sebenarnya terjadi dengan perguruan saat itu. " Terima kasih guru. Tadi aku sempat akan mengatakan hal yang sebenarnya terjadi dengan Misy karena aku berfikir jika ini tak akan berefek buruk terhadap Nina guru. Tapi untung nya Misy langsung saja memotong pembicaraan ku dan mengalihkan jawaban untuk Nina tentang apa yang sudah terjadi. Tapi barusan aku keluar dengan Misy, Misy bicara jika Misy sangat memikirkan tentang kesehatan mental Nina sehingga sebaiknya Nina tak mengetahui dulu hal yang sebenarnya tentang ini guru,"lalu Mass langsung saja bicara seperti itu kepada Shu yang saat itu bersama nya. " Ya Mass mungkin ini adalah keputusan yang terbaik bagi Misy, kita ikuti saja dulu apa yang di pikirkan Misy, karena ini semua terjadi terhadap orang-orang sekitar Misy. Sebenarnya aku tahu, dan merasakan apa yang di rasakan Misy Mass, jika harus aku katakan sebenarnya Misy merasakan sebuah rasa sakit yang sangat sakit menusuk hati nya saat bertemu dengan Nina Mass, kau tahu kan kenapa Misy bisa merasakan hal seperti itu setiap melihat Nina?"ujar Shu dengan bertanya kepada Mass. " Ya aku pikir aku tahu Mass, maksud mu adalah Misy pasti merasakan sakit, atau jelasnya teringat hal yang menimpa cafe nya tersebut karena kejadian di cafe ini di sebabkan oleh orang yang pernah menjadi bis Nina. Itu maksud mu kan guru,"jawab Mass dengan menceritakan apa yang ada dalam benak nya tentang hal tersebut. " Ya itu yang aku maksudkan Mass. Kondisi mu semakin baik, dan semakin sehat, kepala mu juga semakin fokus ya Mass hahaha,"ujar Shu bercanda kepada Mass. " Hem ya terserah lah guru,"dengan mimik wajah yang sedikit kesal Mass menjawab. " Haha aku hanya bercanda Mass tak usah kau masukan ke dalam hati. Baiklah sudah cukup, sekarang aku berkata padamu Mass, sekuat apapun Misy, sudah bagaimana pun Misy terhadap Nina, tapi jika melihat Misy yang seperti ini menunjukan jika perasaan Misy juga bisa drop Mass, Misy memang tak terlalu menunjukan kekesalan nya terhadap apa yang sudah menimpa nya, yang di sebabkan oleh mantan bos Nina. Sepertinya sekarang kau harus lebih berusaha Mass, buatlah Misy merasa lebih baik Mass, walau bagaimana pun Misy mengalami penurunan mental Mass dengan kejadian ini, jadi kau harus bisa memberikan dia sebuah motivasi agar mental nya tak terus tertekan Mass,"dengan tertawa, lalu Shu berbicara dengan serius apa yang Shu pikirkan melihat Misy yang seperti itu. " Ya guru, saat kami tadi keluar Misy terlihat sangat terpukul dengan apa yang menimpanya, Misy dengan sikapnya yang terus saja hanya menatap kosong disana seperti kehilangan setengah dari dirinya guru. Dia hanya terdiam membisu tanpa bicara apapun, sampai aku mencoba untuk membangunkan mentalnya lagi karena jika Misy terus saja seperti itu Nina pasti curiga, dan kembali bertanya ada apa dengan Misy, sehingga Misy bisa sedikit tersenyum lali memutuskan untuk pulang,"ujar Mass menceritakan apa yang Mass saksikan saat tadi mengikuti Misy yang mencari sebuah udara segar untuk menyegarkan pikirannya yang sedang buyar. " Aku pikir kau harus terus memberikan nya motivasi Mass, agar Misy tak terus memikirkan tentang hal yang menimpanya ini Mass. Tapi jujur saja Mass untuk hal ini harus ada yang membereskannya ke sana Mass, karena jika tak ada yang ke sana bisa saja anak buah Soe kembali ke sana, dan kembali merusak, atau bahkan menyerang cafe Misy Mass. Bagaimana menurut mu Mass?"Shu berkata seperti itu, dan meminta sebuah tanggapan dari Mass tentang masalah ini. " Ya tentu apa yang kau bicarakan adalah hal tepat Mass, aku khawatir jika itu akan terjadi Mass, tapi aku bingung dengan apa yang sebaiknya aku lakukan disana guru, jika Soe tahu aku berada disana mungkin hal yang lebih buruk bisa saja Soe lakukan terhadap ku, dan Misy guru, aku harus merahasiakan identitas ku jangan sampai orang dari mereka tahu keberadaan ku guru,"ujar Mass mengkhawatirkan keselamatan mereka jika dalam waktu dekat harus kembali rumah Nina, untuk melindungi cafe Misy. " Aku juga berfikir seperti itu Mass, kita belum siap untuk menghadapi hal tersebut Mass, kita perlu rencana yang matang agar bisa menghadapi Soe saat sudah berada di sana Mass, dan ini bukan hal yang mudah Mass kita harus menyusun sebuah rencana yang bisa membuat kita menangkap Soe, dan Shelt sehingga bisa membereskan masalah yang mereka buat Mass. Bagaimana pun harus ada pihak berwajib agar kita bisa menyelesaikan semua masalah ini Mass kita tak bisa mengadili sendiri apa yang Soe, dan Shelt lakukan, tetap saja tujuan awal kita adalah untuk bisa membereskan Soe, dan Shelt dengan cara hukum yang berlaku di kota ini, bukan dengan hukum dendam kita sendiri Mass,"ujar Shu yang saat itu mulai akan berfikir tentang sebuah rencana untuk bisa membereskan masalah ini. " Ya tentu guru, jika seperti itu sebaiknya kita pikirkan rencana itu secepatnya guru karena disana pasti sedang menunggu agar kita bisa membereskan apa masalah yang terjadi disana guru,"ujar Mass. " Tidak Mass, tidak secepat itu meskipun disana sedang terjadi masalah yang menyangkut kita, tapi kita tidak akan secepat nya ke sana, kita harus tetap memperhatikan bagaimana kesehatan mu Mass, jika kondisi mu sudah sangat memungkinkan kita akan ke sana tapi jika melompat saja kau masih merasakan sakit maka tentu saja aku dengan keras menolak jika kau berfikir akan secepatnya ke sana,"dengan tegas Shu bicara seperti itu. " Tapi guru," " Cukup Mass untuk satu hal ini kau tak bisa berkata tapi Mass, sekarang cepat pulihkan lah dulu kondisi mu, setelah itu baru kita akan memikirkan rencana yang baik untuk bisa membereskan masalah yang menyangkut Soe, dan Shelt Mass,"memotong pembicaraan Mass, Shu berkata seperti itu. " Baik guru aku mengerti, jika seperti itu bantu aku agar aku bisa dengan sangat cepat memulihkan kondisi ku guru,"ujar Mass saat itu meminta pertolongan agar dengan lebih cepat bisa memulihkan kondisinya. " Tenang Mass dengan seperti ini kau sudah akan cepat memulihkan keadaan mu Mass, kau hanya cukup bersabar dan teruslah istirahat kan kondisi mu Mass,"jawab Shu kepada Mass. " Guru, Mass, ayo cepat kemari, kita sudah menyiapkan teh untuk kalian,"dari jauh Misy berteriak seperti itu kepada kami yang sedang berlatih ringan di salah satu pojok tempat tersebut. Melihat Misy, dan Nina yang memanggil kami, kami pun langsung saja menghampiri mereka disana. Kami tak masuk ke rumah tapi kami berdiam diri menikmati teh yang Misy, dan Nina buat saat itu. " Guru, Mass, dan Misy aku ingin bercerita kepada kalian semua, awalnya tadi aku bicara hanya kepada Shu, tapi itu pun aku belum semuanya menceritakan hal tersebut,"ujar Nina saat itu. " Maksud mu cerita dalam mimpi mu tersebut Nina?"tanya Shu. " Mimpi? mimpi apa, guru, Nina?"tanya Mass penasaran. " Tadi dengan sangat jelas aku bermimpi tentang tempat dimana kita mendapatkan perjalanan alam bawah sadar Mass, aku bermimpi tentang itu, awalnya tak ada yang aneh dan aku berfikir itu hanya sebuah mimpi bukan apa-apa, tapi setelah aku pikir kembali sepertinya itu bukan hanya sebuah mimpi semata Mass. Aku berfikir seperti itu karena mimpi itu tepat dengan yang aku alami saat berada di tempat itu Mass, dalam mimpi ku ada yang berkata dengan tepat jika seseorang yang seperti memanggil ku di tempat itu harus kembali aku datangi Mass. Dalam mimpiku berkata jika disana ada sebuah informasi yang ingin energi disana sampaikan padaku Mass, maka dari itu aku berfikir mungkin sebaiknya aku kembali ke sana untuk bisa tahu apa yang sebenarnya ada disana sehingga mereka datang ke dalam mimpi ku dan dengan jelas meminta ku agar datang ke sana. Tapi ada sedikit hal yang aku bingung jika harus datang kembali ke sana guru, dalam mimpi ku bilang aku harus pergi ke sana disaat hari berada di tingkat yang paling baik untuk melakukan meditasi guru, aku tak mengerti tentang itu,"ujar Nina menceritakan apa yang Nina alami dalam mimpinya malam tadi. " Mimpi? tapi itu kan hanya sebuah mimpi Nina, tapi tunggu sebentar kau berkata tentang tempat yang guru tunjukan kepada kami waktu itu, aku rasa guru tak mungkin jika membawa kita ke tempat yang tak penting, jika seperti itu sepertinya kita harus kembali kesana guru. Aku yakin disana akan ada hal yang bisa membantu kita dalam menyelesaikan masalah ini guru,"awalnya Mass berkata seperti itu, tapi Mass berfikir tentang tempat yang Shu tunjukan pastinya bukan tempat yang sembarangan, sehingga Nina mengalami hal seperti ini dalam mimpinya itu berarti Nina harus kembali ke tempat tersebut. " Aku sebenarnya pernah mengalami hal seperti ini Mass, dan jika kau percaya dengan mimpiku, kejadian yang aku alami ini memiliki tingkat kesamaan yang tinggi dengan Nina. Dimana tempat yang aku rasa aku mendengar sesuatu yang memanggilku, aku datang ke sana kembali karena aku penasaran dengan mimpiku itu, dan yang terjadi diluar dugaan Mass. Saat itu semua sudah aku lewati seperti ada sebuah pikiran yang masuk ke dalam pikiran ku, sampai hal yang aku dapatkan saat itu hal yang sangat besar yang bisa merubah pemikiran ku Mass, kau bisa menganggap jika apa yang aku dapatkan saat itu adalah sebuah pesan dari entah apa itu, tapi yang pasti setelah aku datang kembali ke sana lalu di bisikan perkataan nya aku menjadi orang yang bisa berfikir lebih luas Mass. Nina untuk apa yang kau bicarakan sepertinya aku tahu apa maksud dari semua itu Nina, saat hari berada di puncak untuk melakukan meditasi. Tunggu sebentar,"Shu langsung saja menjelaskan dengan apa arti dari mimpi yang Nina alami saat itu, bahkan Shu berkata jika pernah mengalami hal yang sama dengan Nina sekarang, lalu pergi ke luar rumah entah apa yang Shu lakukan. " Bagaimana menurut mu Mass? Shu bilang dia pernah mengalami hal yang sama dengan ku, apa kau merasa aku harus kembali ke sana dan mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya ada disana Mass?"tanya Nina kepada Mass. " Tadi awalnya aku bicara, jika itu hanya sebuah mimpi Nina, tak perlu di anggap berlebihan. Tapi yang membuat ku berfikir kau harus menganggap serius mimpi mu itu adalah tempat Shu bukan lah tempat yang sembarangan Nina, jika sampai kau mengalami hal yang bahkan pernah Shu alami, aku kira kau harus, bahkan wajib untuk kembali ke sana Nina. Aku berfikir kau harus melakukan apa yang kau mimpikan Nina, cari apa maksud dari semua itu lalu selesaikan saat itu juga Nina, itu yang terpikir oleh ku saat ini Nina,"ujar Mass dengan nada yang serius terhadap Nina saat itu. " Setelah aku lihat apa yang kau maksud, ' datang dimana hari sedang berada di titik paling tinggi untuk meditasi ' itu akan terjadi 2 hari lagi dari sekarang Nina, dan itu pun tak sepanjang hari Nina hanya saat pagi, pagi-pagi buta Nina, dan suasana itu akan berakhir saat matahari terbit Nina. Itu berarti 2 hari lagi saat pagi sekali kau sudah harus ada disana untuk bisa menemukan apa yang sebenarnya ingin disampaikan kepada mu Nina,"Shu membicarakan hal tersebut kepada Nina. " 2 hari lagi guru? tapi apa aku harus datangi tempat itu guru?" " Cukup Nina kau tak perlu bertanya lagi, kau harus datang ke tempat itu Nina, ini bukan hal yang sepele yang bisa kau acuhkan begitu saja Nina. Tempat itu bukan tempat sembarangan Nina, jika ada hal yang kau alami apa lagi tepat mengenai sebuah hal yang sangat penting, yang sudah kau lihat, atau datangi kau tak perlu bertanya harus atau tidak mendatangi tempat itu, jawabannya adalah kau pasti harus ke sana Nina,"ujar Mass dengan sangat tegas kepada Nina, yang saat itu langsung saja memotong pembicaraan Nina yang seperti ragu atas sebuah petunjuk dari tempat tersebut. " Baik Mass aku mengerti tentang itu, tapi 2 hari lagi?"dengan bingung Nina bertanya. " Tenang Nina tak apa-apa, kita akan membantu mu ke sana, kita adalah keluarga tentu saja keluarga tak akan membiarkan salah satu anggotanya kesulitan Nina,"ujar Shu saat itu. " Ya benar guru kita akan siap untuk membantu mu Nina,"tambah Mass berkata. " Tapi maaf Nina, Mass, guru, aku sepertinya tak bisa ikut untuk membantu Nina,"ujar Misy dengan lemas. " Oh ya guru, Nina aku baru sadar jika sepertinya Misy memang tak bisa ikut membantu Nina,"ujar Mass membenarkan perkataan Misy. " Tapi kenapa?"kaget Nina bertanya. " Ya aku paham Misy, Mass. Begini Nina, atas apa yang terjadi dengan cafe Misy disana, tentu saja sekarang Misy harus hadir disana untuk membereskan apa yang terjadi Misy, seperti itu kan maksud mu Misy?"ujar Shu mengatakan apa yang pikiran Shu tangkap tentang Misy yang tak bisa ikut kembali ke tempat dimana Nina mengalami perjalanan alam bawah sadar. " Ya guru itu yang aku maksudkan, aku hanya tak ingin jika sampai mereka dengan sangat mudah kembali membuat kekacauan di sana guru. Mungkin mereka semua yang ada disana takut untuk melawan karena baru kali ini ada peristiwa seperti itu, tapi bagiku itu sudah menjadi hal biasa, aku akan menyewa polisi saja agar berjaga di tempat itu guru,"ujar Misy menceritakan apa rencana nya untuk cafe tersebut. " Polisi? menyewa? itu kau harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit Misy, aku ada disini dan siap untuk membantu mu Misy, tapi kenapa kau seperti tak melihatku, aku siap untuk berada disana dengan mu untuk membereskan apa yang terjadi Misy. Aku siap bertanggung jawab," " Cukup Mass, kau benar Mass kenapa harus menyewa polisi, sedangkan polisi tugas nya hanya berjaga, apa dengan adanya polisi akan menaikan penjualan, dan membuat cafe tersebut kembali ramai dikunjungi orang? sepertinya tidak yang kau butuhkan adalah seorang marketing Nina, jika mereka mengacaukan cafe itu lagi, tapi tak ada seorang marketing yang siap untuk bertanggung jawab untuk kekacauan itu, sepertinya keputusan mu untuk menyewa seorang polisi salah Misy. Yang kau butuhkan adalah seorang Mass Misy, dia bukan hanya murid di perguruan tapi dia juga salah satu orang yang membuat perguruan ramai sehingga memiliki murid sebanyak sekarang, dan itu adalah pekerjaan yang di buat Mass, Mass dengan handal menjadi marketing, membagikan brosur dan melakukan hal lain tentang perguruan kami sehingga perguruan terus saja mendapat tambahan murid-murid baru Misy. Itulah kehebatan Misy yang tak kau ketahui Misy, jadi untuk masalah cafe mu aku kira Mass bisa bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah yang sedang terjadi disana Misy,"dengan cepat Shu memotong pembicaraan Mass yang saat itu lupa jika kami semua sedang menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi di cafe. " Oh ya, ya kau benar guru. Maaf tadi aku berfikir jika dengan adanya seorang polisi yang di sukai banyak orang, atau wanita banyak nya karena populer jadi seorang polisi itu akan menambahkan kesan yang bagus di cafe itu guru. Itu yang aku maksudkan, tapi untuk pemikiran mu aku kira itu lebih menjanjikan guru, ya tentu saja seorang marketing yang handal seperti Mass akan lebih bisa berarti di cafe tersebut, ya kan guru?"dengan langsung mengalihkan pembicaraan nya Misy langsung saja berkata seperti itu sehingga tak memunculkan kecurigaan Nina saat itu karena perkataan Misy, dan Mass yang hampir mengatakan kejadian yang sebenarnya terjadi terhadap cafe tersebut. " Ya bagus Misy, aku kira kau sudah memutuskan hal yang tepat untuk itu, kalian semua tenang saja, termasuk kau Nina saat Misy, dan Mass pergi ke sana membereskan masalah yang sedang mereka alami, aku yang akan bertanggung jawab untuk membantu mu menyelesaikan urusan mu Nina. Dengan seperti itu kita bisa saling menyelesaikan tugas penting kita,"ujar Shu yang siap menjadi seorang penanggung jawab dengan hal yang akan Nina hadapi, tanpa adanya Misy, dan Mass karena harus pergi untuk hal yang sangat penting. " Apa tidak apa-apa jika seperti itu? lalu setelah kita sama-sama menyelesaikan tugas kita, atau jelasnya aku menyelesaikan tugas ku, kapan kita bisa bertemu kembali? guru apa aku tak akan mengalami hal buruk, aku takut jika setelah ini aku tak bisa melihat kalian kembali,"ujar Nina saat itu khawatir dengan suatu resiko yang akan menimpa Nina. " Tak akan ada resiko apa-apa Nina, kau ke sana bukan untuk berperang atau di adili oleh banyak nya orang, tapi kau ke sana untuk mendapatkan sebuah petunjuk yang ingin energi disana sampaikan padamu. Mereka sampai memilih mu, untuk menjadi seorang perantara yang mereka gunakan unik berhubungan dengan dunia kita dan dunia mereka, itu berarti kau luar biasa Nina, kau spesial sehingga mereka memilih dirimu Nina. Maka dari itu tentu saja kau akan bisa melewati itu tanpa ada sebuah resiko yang akan membuat mu kehilangan sesuatu, atau berefek buruk untuk mu Nina. Aku kira tak akan seperti itu,"ujar Mass yang saat itu menjelaskan kepada Nina bahwa tak akan ada sebuah resiko untuk seseorang yang spesial untuk menjadi perantara antara mereka dan dunia nyata. " Ya Mass benar Nina kau harus tenang tak akan ada yang terjadi pada mu Nina, kau harus percaya kepada kami semua. Dan untuk kita kembali berkumpul, kau juga tak usah khawatir Nina jika persoalan kita disini sudah selesai kita akan pergi membantu Mass, dan Misy disana. Jadi tak ada yang perlu di khawatirkan Nina,"ujar Shu membantu Mass menjawab pertanyaan Nina saat itu. " Iya Nina. Mass, dan guru benar tenang saja, kau tak usah khawatir atau memiliki perasangka buruk Nina karena kita hanya berpisah untuk sebentar saja Nina tak akan ada yang memisahkan kita. Kita berpisah juga karena kita memiliki tugas yang sama-sama sangat penting yang tak bisa kita tinggalkan Nina, tapi tak lama setelah itu kita bisa kembali berkumpul kan Nina,"ujar Misy yang saat itu berkata seperti itu kepada Nina. Maka Nina langsung saja memeluk Misy saat itu, dengan mata yang mengeluarkan air mata Nina dengan erat memeluk Misy, dan karena Misy juga merasakan apa yang Nina rasakan Misy pun berurai air mata saat Nina memeluk Misy. Memang dalam hati Misy merasakan sebuah kekecewaan, dan kesal terhadap Nina tapi Misy tetap saja sudah memegang komitmen membuat ikatan keluarga dengan Nina itu yang menjadi salah satu alasan kenapa Misy bisa seperti ini terhadap Nina. " Tak apa-apa Nina tenang, kau harus bisa menenangkan dirimu Nina. Kau harus kuat melewati semuanya Nina kau sudah berkomitmen kan akan menjadi kelaurga kami, jika seperti itu kau harus percaya sepenuhnya kepada kami Nina, dan untuk masalah kau yang harus kembali ke tempat tersebut aku percaya pada guru yang akan menjaga mu Nina, jangan sampai kau memiliki keraguan terhadap guru Nina,"ujar Misy memberikan Nina semangat untuk apa yang akan Nina hadapi saat itu. " Iya Misy terima kasih. Maaf guru, aku bukan nya ragu kepada mu tapi aku hanya berfikir kenapa disaat aku sudah merasakan kenyamanan berada di antara kalian, berkumpul seperti ini ada hal yang membuat kita harus berpisah Misy. Itu yang aku sesalkan guru, aku merasa belum siap jika harus berpisah dengan kalian,"ujar Nina yang saat itu masih berurai air mata, bicara kepada Misy. " Iya Nina aku juga berfikir seperti itu tapi Nina cepat atau lambat pasti akan ada hal yang membuat kita harus berpisah Nina, tapi yang harus kau ingat adalah, kita tak akan berpisah untuk waktu yang lama Nina, kita akan kembali bersama seperti keluarga yang utuh setelah kau menyelesaikan apa yang harus kau lakukan terlebih dahulu Nina, setelah itu guru akan langsung menemui kami lagi disana kan Nina,"ujar Misy terus memberikan keyakinan jika tak akan lama setelah mereka melakukan tugas mereka masing-masing mereka akan kembali bersama. " Iya Misy baiklah aku percaya tentang itu Misy. Hati-hati dengan mu Misy jika kau pergi kembali ke sana. Aku merasakan jika dalam hatiku ada hal yang mengganjal Misy, tak tahu apa tapi tak apa mungkin itu hanya perasaan ku saja Misy, aku harus bisa berfikir positif dengan ini semua. Iya kan?"ujar Nina seperti sambil berfikir. " Iya pasti Nina pasti. Oh ya Nina kau tak usah terlalu banyak berfikir, mungkin itu hanya sebuah perasaan yang timbul karena kau merasakan khawatir dengan apa yang akan kita hadapi beberapa saat lagi Nina,"jawab Misy seperti itu. " Iya Misy baiklah,"jawab Nina. " Baiklah Misy, sekarang sepertinya kita harus membahas kapan kita akan pergi ke sana Misy?"tanya Mass. " Oh ya Mass, aku pikir kita bisa pergi besok pagi Mass. Nina maaf bukan nya aku tak ingin menemani mu tapi mengertilah tentang ini Nina,"ujar Misy. " Iya Misy aku mengerti tenang saja aku tak akan berfikir buruk tentang itu Misy,"ujar Nina. " Terima kasih Nina. Bagaimana kendaraan dengan yang akan kita pakai Mass?"tanya Misy saat itu. " Untuk kendaraan tenang saja, aku menyimpan sebuah motor yang biasa aku gunakan untuk sekedar melihat-lihat suasana dekat sini, kau gunakan lah mobil mu, sementara aku akan menggunakan motor untuk lusa pergi kembali ke tempat meditasi lagi Mass,"ujar Shu berkata seperti itu kepada Mass. " Motor? itu akan membuat kalian kedinginan dengan waktu yang masih sangat pagi dan pergi ke alam bebas seperti itu guru. Jika seperti itu aku putuskan kami yang akan menggunakan motor untuk kembali ke kota, dan guru kau bisa pakai mobil ku untuk pergi ke sana. Ayo lah pikirkan tentang keselamatan kalian juga,"ujar Misy seperti itu. " Misy jika kau besok pagi menggunakan motor untuk pergi kembali ke kota, kau juga akan kedinginan Misy, lalu bagaimana kau bisa sebut itu memikirkan keselamatan mu Misy?"jawab Shu kembali dengan bertanya kepada Misy. " Untuk ke kota udaranya hangat guru tak sedingin jika kau pergi ke tempat meditasi, dan jika seperti itu sepertinya tak apa-apa kan Mass jika kita pergi lebih awal Mass? kita berangkat saja ke sana hari ini, sore hari dimana udara tak akan sedingin di pagi hari?"ujar Misy sambil melihat Mass, meminta pendapatnya saat itu. " Ya Misy aku pikir itu, akan lebih baik Misy. Lagi pula setelah disana aku bisa mengambil mobil ku yang waktu itu aku simpan di sebuah bahu jalan dekat dengan dimana anak buah Soe mengambil beberapa barang. Lalu jika sudah disana aku bisa membawa mobil ku, dan menyimpan motor ku di rumah Misy guru,"ujar Mass kepada Misy saat itu. " Oh ya maaf Mass, aku baru ingat dengan kendaraan mu Mass. Bagaimana cara mengambil mobil mu sementara mobil mu tersimpan dekat dengan markas anak buah Soe, aku khawatir dengan itu Mass. Apa tak akan ada apa-apa yang terjadi Mass?"ujar Misy bertanya tentang hal itu. " Tak apa Misy, aku kira itu tak akan menjadi masalah Misy, memang aku menyimpan kendaraan ku di dekat markas anak buah Soe, tapi saat itu tak ada yang melihat ku menyimpan kendaraan itu Misy aku kira mereka tak tahu jika ada kendaraan ku disana Misy. Aku hanya tinggal mengendap-endap untuk mengambil kendaraan ku saja. Tak apa, tak akan terjadi masalah Misy,"ujar Mass. " Bagaimana pun caranya nanti aku berharap kau tak mendapatkan masalah Mass,"jawab Misy. " Ya baiklah jika itu keputusan kalian, lagi pula sepertinya pikiran mu benar Misy, kita akan melakukan cara itu, dan untuk mengambil kendaraan mu Mass, aku harap kau hati-hati jangan sampai ada anak buah Soe yang menyadari jika kau lah pemilik mobil itu dan kau kembali ke sana Mass, kau harus sangat teliti dengan seorang penjahat Mass, bisa saja Soe tahu jika itu adalah kendaraan mu, dan Soe menempelkan alat pelacak sehingga Soe bisa mengetahui dimana keberadaan mu Mass. Itu gang harus kau perhatikan Mass,"ujar Shu memperingatkan Mass saat itu. " Iya guru tentu saja aku akan sangat berhati-hati dengan itu guru,"jawab Mass. " Baiklah Mass kondisi mu sudah seperti ini sekarang, jangan membuat aku ragu dengan kondisi mu yang kau bilang sudah stabil. Kau tahu kan harus apa Mass?"ujar Shu, sambil melihat ke arah Mass. " Ya guru aku mengerti. Ayo,"jawab Mass. " Ayo? mau kemana kalian?"tanya Misy sambil berdiri melihat Shu, dan Mass yang saat itu beranjak pergi dari tempatnya duduk. " Kalian boleh ikut kami dan menyaksikan apa yang sudah bisa Mass lakukan. Ayo Mass mulailah,"ujar Shu tegas. Lalu Misy dan Nina pun ikut beranjak dari tempatnya duduk. sedikit mendekati Shu, dan Mass yang saat itu sepertinya bersiap untuk melakukan latihan bertarung, karena Mass langsung menyiapkan kuda-kuda nya seperti orang yang akan bertarung. " Cukup kalian jangan terlalu dekat dengan kami, kalian amati saja kami disana,"ujar Shu kepada Nina, dan Misy. Nina, dan Misy pun terdiam melihat mereka yang sepertinya sudah siap untuk bertarung. Dan benar saja tanpa banyak bicara lagi Mass langsung saja menyerang Shu dengan semua kekuatan nya. Mass terlihat sangat terlatih dalam memperagakan jurus-jurus yang sudah Mass kuasai selama di latih oleh guru, dan sekarang Mass tak terlihat jika Mass masih merasakan rasa sakit yang masih terasa di dalam tubuh nya. Dengan sangat lincah mereka sama-sama menyerang, dan bertahan menangkis, dan melayangkan serangan demi serangan, Mass tanpa ragu melayangkan pukulan untuk merobohkan Shu, tapi hebatnya sampai saat ini mereka terus saja bertarung tanpa terlihat ada di antara mereka yang terkena sebuah pukulan, dengan sangat cepat terlatih mereka saling jual beli serangan, sampai beberapa saat kemudian mereka berhenti bertarung. " Cukup Mass, aku kira kau sudah lebih dari siap untuk bisa menggunakan kembali apa yang sudah kau kuasai selama berlatih bersama ku di perguruan. Dan aku katakan sekarang jika kau memang sudah sangat sembuh dari sakit mu Mass, kau terlihat seperti tak memiliki beban, atau rasa sakit yang di sebabkan oleh anak buah Soe saat itu, kau membuktikan jika kau memang sudah sangat sembuh Mass. Caramu bertarung menangkis, dan melayangkan pukulan terhadap ku sudah sangat menunjukan jika aku sudah tak sakit Mass, aku sangat bangga kepada mu karena kau tak egois dalam hal ini, di awal aku berkata kepada mu untuk beristirahat agar pemulihan mu bisa cepat kau dengan lapang d**a, dengan pikiran yang tenang bisa melakukan hal itu sehingga lihat lah hasil nya sekarang Mass kau sudah benar-benar sembuh dari kejadian yang membuat mental dan fisik mu sementara waktu tak bisa kau kontrol Mass. Bagus Mass terus lah menjadi seseorang yang bijaksana, itu akan membantu mu dalam hak apapun termasuk dalam memilih sebuah jalan untuk hidup mu Mass,"ujar Shu yang saat itu melihat Mass begitu siap, dan sudah sangat bisa kembali mengontrol apa yang sudah Mass kuasai, yang selama ini harus Mass pendam karena mental dan fisik Mass yang cedera. " Terima kasih atas semuanya guru, aku bisa seperti ini karena kau, jika bukan karena kau yang mengajariku bukan kau yang memberikan ku pengertian tentang semua ini, aku kira aku tak akan bisa menjadi orang yang seperti sekarang ini guru. Terima kasih, aku akan sangat ingin melanjutkan ini semua bersama mu guru, aku ingin terus bisa belajar banyak hal dari mu guru bukan hanya ilmu bela diri tapi juga ilmu dalam kehidupan sosial ku guru,"ujar Mass dengan yakin mengatakan dengan apa yang sudah Mass dapatkan adalah hal yang Shu ajarkan kepada Mass. " Bagus Mass, jika kau memiliki pikiran seperti itu. Tapi kau juga harus mengerti jika aku hanya manusia biasa, aku juga bisa salah Mass, aku juga memiliki kekurangan Mass, jadi jangan terlalu menganggap ku berlebihan. Baiklah sepertinya untuk hari ini sudah cukup Mass kita sudahi saja latihan kita, aku sudah cukup melihat mu yang sudah kembali bisa mengendalikan dengan baik tubuh mu Mass, aya lebih baik kita kembali minum-minum disana Mass,"Shu berbicara seperti itu, dan mengajak Mass kembali ke tempat dimana bisa minum-minum. " Mass, kau? syukurlah Mass aku sangat bangga padamu karena kau sudah sangat sembuh dari cedera yang kau derita Mass. Aku sangat bahagia melihat mu yang dengan sangat cekatan, dan lincah bisa mengontrol tubuh mu seperti sedia kala Mass, aku sangat bahagia,"ujar Misy yang saat itu langsung saja memeluk Mass, dengan sangat erat dan bersama sebuah air mata bahagia yang tak bisa Misy tahan. " Ini semua juga gara-gara kau Misy, terima kasih kau sudah menjaga ku selama aku sakit Misy, dengan bantuan mu sekarang aku bisa seperti ini Misy. Terima kasih, dan kau juga Nina terima kasih, aku sangat bersyukur karena kita di pertemukan meskipun dulu kita di pertemukan dalam keadaan yang kurang baik, tapi sekarang kita di takdir kan untuk menjadi orang yang bersama-sama untuk merubah keadaan kita menjadi lebih baik lagi Nina,"ujar Mass kepada Misy, dan Nina jika hal ini bisa terjadi karena campur tangan dari mereka berdua. " Sama-sama Mass, aku juga merasakan kebahagiaan yang luar biasa melihat mu yang sudah sangat berkeadaan pulih Mass, aku bersyukur kau bisa pulih seperti ini dengan cepat Mass, lain kali berhati-hati lah jangan sampai kau membuat Misy kembali khawatir dengan hal yang membuat mu terluka, atau cedera Mass,"ujar Nina saat itu. " Ya tentu Nina, mulai dari saat kalian menyelamatkan ku aku mendapat sebuah pikiran yang langsung masuk ke dalam kepala ku, jika dalam sesuatu hal aku tak boleh sembarangan, dan sekarang aku sudah mempunyai sebuah keluarga jadi apapun yang aku lakukan harus atas dasar dari persetujuan keluarga yang ada bersama ku bukan hanya berdasarkan dari keputusan ego ku saja. Itu kalian, kalian lah yang akan menjadi seorang yang sangat aku pikirkan keputusan nya, sebelum aku melakukan sesuatu aku akan selalu bertanya kepada kalian bagaimana baik nya, agar aku bisa menyelesaikan masalah ku dengan baik,"ujar Mass dengan yakin akan menjadikan sebuah ikatan keluarga nya bukan hanya sebuah ikatan, tapi benar-benar ikatan yang bisa Mass jadikan sebuah menukar pikiran bagi Mass. " Tentu Mass, tentu. Itu adalah hal wajib untuk mu sekarang Mass. Dulu sebelum kau memiliki ikatan keluarga dengan kami mungkin kau dengan mudah bisa pergi dan memutuskan sesuatu sendiri Mass, tapi sekarang kau harus mendengarkan apa yang kami diskusikan Mass, kita bisa saling bertukar pikiran untuk sebuah masalah agar kita bisa meredam resiko yang dalam masalah tersebut Mass,"ujar Nina menambahkan apa yang ada dalam pikirannya dari sebuah ikatan keluarga saat itu. " Ya tentu saja Nina, itu adalah hak yang wajib untuk ku sekarang Nina, semoga dengan adanya kalian di sisiku aku bisa terus menjadi orang yang lebih baik Nina,"ujar Mass saat itu. " Ya baiklah itu adalah hal yang bagus untuk kita bahas Mass, Misy, dan Nina. Semoga setelah pembicaraan kita semua yang panjang ini kita bisa terus, dan terus yakin jika ikatan ini memang dibuat agar kita menjadi orang-orang yang lebih baik, bukan hanya sebuah ikatan yang hanya sebuah nama saja. Sehingga tentu saja jika ada di salah satu kalian yang memiliki masalah, ceritakan lah bukan dipendam sendiri, karena bagaimana pun keadaan nya kita akan bisa lebih baik jika mengeluarkan apa yang ada dalam benak kita bukan hanya menyimpan nya sendirian,"ujar Mass meyakinkan semua orang jika ikatan ini memang dibuat untuk kita yang siap untuk menjadi lebih baik, dan memiliki ikatan keluarga yang sesungguhnya bukan hanya sebuah ikatan keluarga, tapi benar-benar seorang keluarga. Lalu setelah itu mereka semua berhenti berbincang dan langsung saja masuk ke dalam rumah untuk menyiapkan apa saja yang dibutuhkan Mass, dan Misy yang akan duluan pergi meninggalkan tempat ini, dan meninggalkan Shu, dan Nina karena ada urusan yang harus Nina selesaikan di tempat meditasi yang Shu beritahukan kepada kami saat itu. " Hari sudah siang Misy sebaiknya kita siapkan apa yang harus kita bawa ke sana,"ujar Mass. " Ya Mass aku mengerti. Tapi kita kemari tak membawa apa-apa hanya pakaian dan alat bantu lain yang ada di mobil ku Mass tak ada yang lain lagi,"jawab Misy saat itu. " Ya kau benar Misy, hanya itu yang kalian bawa kemari, tapi sekarang apa yang harus kalian bawa ke sana maksud Mass mungkin, kalian harus memiliki sebuah rencana bagaimana harusnya saat kalian sudah sampai disana. Karena jika sampai mereka tahu jika Maas, dan kau kembali ke kota tersebut aku kira Shelt, dan Soe tak akan tinggal diam Mass, jadi sekarang yang harus kita lakukan adalah menyusun rencana kecil yang akan kalian lakukan jika sudah berada disana Mass,"Shu langsung saja berkata seperti kepada Misy dan Mass yang sebentar lagi akan meninggalkan Shu, dan Nina di tempat tersebut untuk kembali ke kota menyelesaikan sebuah urusan cafe yang mengalami penyerangan dari anak buah Soe. Kebetulan saat itu Nina sedang berada di kamar membantu menyiapkan barang-barang Misy, dan Mass. " Sebuah rencana kecil saja Mass, kita jangan berfikir untuk menyerang Soe, dan Shelt saat ini tapi untuk sekarang kita cukup bertahan saja dari ancaman Soe Mass, maka dari itu kau harus siap dengan penyamaran mu yang benar-benar menghilangkan identitas dirimu Mass. Jangan sampai ada yang mengenali jika itu dirimu Mass, jadi jika anak buah Soe menyerang kembali cafe pun kau bisa dengan leluasa untuk melawan, melindungi semua orang yang ada di cafe tanpa mereka ketahui jika kau adalah Mass, orang yang menjadi target dari Soe,"ujar Shu kepada Mass saat itu. " Ya baiklah guru selagi Nina belum beres dengan pekerjaannya sebaiknya kita cepat menyusun sebuah rencana kecil untuk masalah ini sekarang guru,"jawab Mass. " Ya Mass kau benar. Rencana nya sederhana Mass kau hanya harus merubah semua penampilan mu Mass, jangan sampai ada orang yang tahu jika kau adalah Mass yang sedang menyamar dengan begitu Soe tak akan tahu jika kau sudah kembali ke sana sehingga kau tak akan menjadi target dari Soe, untuk sementara waktu Mass. Sebenarnya aku kurang setuju dengan mu yang harus pergi meninggalkan kami duluan ke kota Mass, tapi mau apa lagi jika kau tak ke sana anak buah Soe bisa saja kembali ke sana, dan membuat kekacauan kembali di cafe sehingga itu tentu saja merusak cafe dan bisa saja karena terus saja terjadi penyerangan, cafe itu bisa hancur tak tersisa Mass maka aku katakan sekarang jika apa yang Misy katakan untuk pergi ke sana adalah hal yang tepat Mass. Untuk rencana yang harus kita siapkan tentang Soe kita harus memiliki waktu yang lenggang Mass tidak terburu-buru seperti ini dengan mu yang akan harus pergi, jadi untuk sekarang rencana yang terbaik adalah menyembunyikan identitas mu dari Soe Mass, sehingga kau bisa lepas dari target Soe untuk sementara ini, lalu setelah itu kita baru menyusun rencana lain untuk kita agar bisa menghentikan kudeta yang Soe, dan Shelt lakukan membereskan masalah yang Soe buat Mass. Aku kira untuk sekarang itu saja dulu Mass tak ada hal lain yang harus kau pikirkan dulu Mass, cukup kau sembunyikan identitas mu, untuk selanjutnya kita akan kembali membicarakan nya jika kita sudah berkumpul kembali Mass,"ujar Shu yang saat itu bicara, jika Mass cukup menyembunyikan identitas Mass dari dunia Soe untuk sementara ini. " Baik guru aku paham dengan apa yang harus aku lakukan sementara ini guru. Kau menunggu agar kondisi ku pulih dulu kan guru? tadinya jika kondisi ku sudah pulih seperti ini kau baru akan menyusun sebuah rencana untuk merebut kembali apa yang menjadi hak mu kan guru?" " Cukup Mass kau tak perlu berfikir terburu-buru untuk itu Mass ini persoalan yang besar Mass, kita harus dengan sangat baik menyusun rencana agar kita bisa menetralisir resiko yang akan kita dapatkan dari rencana kita Mass, maka dari itu kita tak boleh sembarangan untuk hal ini Mass. Jadi aku tekankan kepada mu sekarang agar kau tak memikirkan tentang hal ini Mass kita akan membahas hal ini saat kita mempunyai waktu luang setelah aku membantu Nina menyelesaikan tugasnya aku akan langsung menghampiri mu, dan membahas sebuah rencana yang bisa kita lakukan untuk membereskan Soe Mass. Ingat itu Mass meskipun ini bukan persoalan besar, tapi kau harus tetap fokus untuk menghadapi ini Mass, Misy kau jangan berfikir buruk apa lagi beefikir jika dengan seperti ini kau mengganggu rencana kami Misy, tidak Misy aku tidak berfikir seperti itu, justru aku berfikir apa yang kau lakukan ini adalah hal benar Misy, mereka membutuhkan bantuan mu, dan Mass Misy, ayo bantu lah mereka dan dirimu sendiri Misy, jangan pikirkan hal buruk tentang semua ini. Kalian harus fokus menghadapi apa yang ada di hadapan kalian saat ini, kalian paham?"memotong pembicaraan Mass yang sedikit bisa membuat Misy merasa bersalah dengan keputusan Misy ini, Shu langsung saja berbicara seperti itu kepada Misy, dan Mass sehingga Misy bisa berfikir fokus untuk hal ini. " Ya baiklah guru jika itu memang keputusan mu, tapi aku sangat menunggu mu disana guru. Jika sampai kau sudah selesai dengan urusan mu membantu Nina aku harap kau langsung menghubungi kami, jika bisa kau langsung saja pergi menghampiri kami agar kami tak khawatir jika langsung melihat kondisi mu guru,"Ujar Mass tegas kepada Shu. " Ya guru tentu saja aku tak akan berfikir buruk kepada mu guru, aku yakin kepribadian mu bisa mengerti tentang ini guru. Terima kasih guru sudah berfikir seperti itu, sama dengan pikiran Mass aku sangat menunggu kedatangan mu disana, jika kau sudah beres dengan urusan mu membantu Misy aku harap kau secepatnya memberitahu kami, dan jika bisa tentu saja kau langsung saja menghampiri kami guru,"ujar Misy yang saat itu sama dengan Mass, berfikir untuk secepatnya saja kembali berkumpul dengan Mass jika sudah selesai dengan urusan nya membantu Nina. " Ya tentu, jika aku bisa aku akan langsung menghampiri kalian Misy, Mass kalian tak usah khawatir. Kita lihat saja nanti, baiklah sepertinya Nina sudah lama disana membereskan barang-barang kalian, lebih baik kalian menghampiri Nina dan membantunya, bagaimana pun itu barang-barang kalian kan,"ujar Shu saat itu kepada Misy, dan Mass. " Oh ya aku kira kau benar guru. Ayo Misy, kasihan Nina harus sendirian membereskan semuanya,"ujar Mass dengan langsung mengajak Misy untuk pergi menghampiri Nina yang sudah agak lama membereskan barang-barang Misy, dan Mass. Saat itu Misy, dan Mass langsung saja pergi mencoba menghampiri Nina yang ada di kamar, membereskan barang-barang Misy, dan Mass. Saat itu Misy sedikit aneh karena Nina yang begitu lama membereskan barang-barang nya, padahal barang-barang Mass dan Misy tak terlalu banyak. Tanpa berfikir lagi Mass dan Misy langsung saja menghampiri Nina saat itu. " Nina kau sudah sel," Misy langsung terhenti bicara karena kaget melihat Nina yang hanya terduduk di ujung ruangan dengan memeluk kedua kakinya, dengan wajah cemas berurai air mata. " Nina kau kenapa?"tanya Misy kaget. " Aku merasa sangat khawatir dengan apa yang akan kalian hadapi Misy, aku mengerti kenapa kalian akan pergi untuk apa, tapi dalam hati ku selalu masuk perasaan yang tak enak yang membuat ku merasa sangat terganggu, berfikir takut jika kalian akan mengalami hal buruk disana Misy,"ujar Nina seperti itu. " Terima kasih Nina kau sampai seperti ini hanya untuk memikirkan tentang apa yang akan kami hadapi Nina, terima kasih. Tapi Nina kau harus percaya dengan kami Nina, kami akan sangat menjaga keselamatan kami Nina kita berpisah hanya sampai kau menyelesaikan apa yang menjadi tugas mu disini Nina, setelah itu guru akan langsung mengantarkan mu untuk pergi ke tempat dimana kami berada kan Nina? jadi tenang lah dan bersabarlah Nina kita tak akan lama berpisah. Kau paham?"ujar Misy yang saat itu bicara meyakinkan Nina tentang perpisahan nya yang hanya akan terjadi tak lama dari hari kita berpisah. " Iya Misy aku paham tentang itu, tapi kau harus berjanji kepada ku jika saat kita nanti berpisah kau harus dengan sangat menjaga keselamatan mu, dan Mass, jangan sampai kalian membuat ku khawatir dengan keadaan kalian yang mengalami sebuah masalah disana Misy,"ujar Nina menegaskan hal itu kepada Misy. " Aku berjanji Nina, aku akan sangat menjaga keselamatan ku, tak akan ada hal buruk terjadi dengan kami saat kami di sana Nina. Dan untuk ku sekarang aku berkata kau juga harus menjaga dengan sangat keselamatan mu beserta guru Nina, setelah itu kalian langsung mengikuti kami dimana kami berada Nina, secepatnya,"ujar Misy meyakinkan kembali dengan apa yang akan mereka hadapi, dan yang mereka rencanakan. " Ya Misy tentu saja, terima kasih,"ujar Nina sambil memeluk Misy saat itu. " Ada apa ini? kalian sudah selesai?"tanya Mass yang baru saja datang melihat Nina karena tadi Mass berdiam dulu tak langsung ikut Misy menghampiri Nina. " Tidak kami tidak apa-apa Mass, kami tadi hanya berfikir jika kami sepertinya akan merasa kehilangan satu sama kain karena kami akan berpisah untuk beberapa waktu Mass. Kami tak dapat menahan itu sehingga yang bisa kami lakukan hanya berpelukan menenangkan perasaan kami sebelum kami berpisah Mass,"ujar Misy menjawab pertanyaan Mass saat itu. " Oh itu, em ya sepertinya kalian akan merasakan hal itu, tapi kalian harus ingat jika kalian tak akan berpisah selamanya, kalian hanya akan berpisah untuk beberapa hari saja kan, dan itu pun kalian terpaksa untuk berpisah karena kalian memiliki sebuah tugas penting untuk kalian jalani terlebih dahulu. Bersabarlah karena setelah ini kita sepertinya tak akan mengalami hal ini lagi Nina, kita akan terus bersama menjadi keluarga yang selalu ada bersama, tanpa harus kita berpisah kembali,"ujar Mass kembali meyakinkan Nina yang saat itu terlihat masih saja ragu, dan takut dengan perpisahan yang akan terjadi antara mereka. " Iya Mass aku mengerti itu, tadi Misy juga sudah mengetakan hal seperti itu Mass, aku paham. Terima kasih semuanya. Oh ya Mass, Misy ini barang-barang kalian aku sudah membereskan nya tadi,"ujar Nina saat itu kepada Misy, dan Mass. " Oh ya terima kasih Nina sudah membereskan nya,"ujar Misy. " Ya Nina terimakasih, ayo kita sudah selesai kan, bagaimana jika kita berkumpul di ruang tengah, bersama Shu juga?"ujar Mass mengajak Nina dan Misy saat itu. " Oh ya Mass ayo. Shu juga pasti menunggu kita kenapa kita lama sekali berada disini. Lagi pula ini sudah siang bahkan menjelang sore Mass, sebaiknya kapan kita pergi Mass?"ujar Misy menanyakan hal itu kepada Mass. " Ya Misy, aku pikir sebaiknya kita secepatnya pergi Misy, sebelum hari semakin sore kau tahu kan bagaimana cuaca disini Misy. itu akan menggangu perjalanan kita jika cuaca disini kurang baik Misy,"ujar Mass menjawab pertanyaan Misy. " Ya Mass kau benar, cuaca di sini sangat berbeda dengan di kota yang begitu panas di penuhi dengan tembok yang membuat keadaan disana menjadi panas, tak seperti di sini yang di penuhi dengan udara dingin, segar dari semua pohon yang mengelilingi area ini Mass. Ayo kita pergi menghampiri guru,"ujar Misy mengajak Nina dan Mass untuk pergi menghampiri Shu saat itu. Lalu kita pun pergi menghampiri Shu yang berada di ruang tengah, sepertinya sedang menunggu mereka selesai untuk membereskan barang-barang yang akan mereka bawa. " Kalian sudah bereskan semuanya?"tanya Shu saat itu. " Ya guru kami sudah selesai,"jawab Mass. " baiklah jika seperti itu, kalian bisa berangkat beberapa saat lagi, tapi aku pikir kalian jangan pergi terlalu sore karena cuaca di sini sangat dingin, kalian memakai motor jadi perlindungan kalian terhadap dingin akan berkurang. Itu bisa membuat kalian kedinginan jadi aku sarankan kalian tak berangkat terlalu sore,"ujar Shu menyarankan hal itu kepada kami. " Ya kau benar guru. tadi kami juga sudah berbincang tentang itu guru jadi kita sudah rencanakan agar kita berangkat sebentar lagi, saat hari tak terlalu sore agar cuaca tak terlalu dingin di sini guru,"jawab Mass seperti itu kepada Shu. " Ya kau benar Mass, lalu dengan identitas mu? aku, dan orang sekitar masih bisa dengan sangat jelas mengenali jika kau adalah Mass? lalu bagaimana kau menyelesaikan hal ini Maas?"tanya Shu mengenai identitas Mass bagaimana sebaiknya Mass bisa melakukan penyamaran untuk menyembunyikan identitasnya. " Ya untuk itu aku akan mencoba menjadi seseorang yang tertutup Mass, dan aku pun akan menambah aksesoris wajahku, potongan rambutku, jenggot dan lain-lain. Ya sebagaimana aku harus terlihat seperti bukan aku yang biasa nya guru, tenang saja aku bisa melakukan nya guru,"jawab Mass terhadap pertanyaan Shu. " Ya Mass aku kira dengan jenggot, dan aksesoris di wajahmu saja itu akan membuat mu tak terlalu di kenal oleh orang lain, tapi untuk pakaian mu sepertinya kau tak usah berpakaian tertutup Mass karena itu justru akan mengundang sebuah curiga dari orang yang melihat mu Mass. Kau terlihat sangat menyembunyikan sesuatu jika kau mengenakan pakaian tertutup Mass,"ujar Shu mengkritik rencana Mass yang akan mengenakan pakaian tertutup untuk melengkapi penyamaran nya. " Ya baiklah guru jika seperti itu, aku tak akan jadi mengenakan pakaian yang tertutup guru, jika menurut mu aksesoris wajah saja itu sudah bisa menutupi identitas ku aku akan melakukan itu saja guru,"ujar Mass menyetujui dengan apa yang Shu rencanakan untuk penyamaran yang Mass lakukan, sebagai usaha untuk mengelabui anak buah Soe. " Ya baiklah Mass. Jika pembicaraan ini sudah cukup sepertinya kita hanya harus bisa melakukan dengan baik apa yang menjadi tugas kita sekarang Mass. Untuk selanjutnya jika ada yang harus kita bicarakan kita bisa memakai sambungan ponsel saja Mass,"ujar Shu seperti itu. " Ya guru aku rasa itu cukup. Baik guru,"jawab Mass. " Mass sepertinya lebih baik kita berangkat sekarang saja, agar kita bisa sampai di sana lebih awal, tidak terlalu sore untuk bisa sampai di sana,"ujar Misy kepada Mass saat itu. " Iya kau benar Misy, lagi pula setelah kita sampai di sana kita juga harus memikirkan tempat kita singgah agar Soe tak mengetahui kita kembali ke sana Misy. Jika di rumah mu, aku khawatir ada seseorang yang mengintai kita Misy, lalu mengetahui jika rumah mu sudah ada kembali yang mengisi Misy, itu bisa membuat kita dengan mudah di ciduk Soe, jadi sepertinya kita harus memilih opsi lain untuk tempat kita beristirahat Misy,"ujar Mass saat itu, memikirkan tentang tempatnya untuk pulang karena jika ke rumah Misy itu pasti akan membuat Misy, dan Mass dengan mudah diketahui oleh Soe. " Ya Mass kau benar tentang itu, kita tentu saja tak bisa kembali ke rumah ku Mass, meskipun aku tak menadapat kabar buruk tentang adanya sesuatu yang terjadi terhadap rumah ku, tapi kita jangan memulai sesuatu yang bisa mengundang bahaya dengan kembali ke rumah tersebut Mass, lebih baik kita menjauh mencari aman saja Mass. Untuk itu aku kira kita bisa pulang ke rumah mu Mass? Soe dan anak buah mu belum sempat mengetahui dimana rumah mu kan Mass? mereka hanya tahu rumah ku kan? dengan begitu rumah mu akan aman dari kejaran mereka Mass?"ujar Misy berkata seperti itu, jika rumah Misy diketahui oleh Soe dan bisa mengundang bahaya Misy tak keberatan jika harus pulang ke rumah Masa, untuk sementara waktu. " Rumah ku? ya Misy aku kira rumah ku belim sempat mereka ketahui Misy, tapi apa tidak apa-apa Misy, kau ikut pulang ke rumah ku?"dengan sedikit ragu Mass bertanya seperti itu kepada Nina. " Kenapa-napa apanya Mass? tentu saja tidak Mass. Justru sepertinya aku yang harus bertanya padamu, apa tidak apa-apa jika aku menumpang di rumah mu Mass? aku harus meminta izin dulu dari mu tentu nya, tak bisa sembarangan menempati rumah seseorang,"ujar Misy berbalik bertanya kepada Mass. " Tentu itu tak akan apa-apa Misy, aku tak keberatan jika kau harus pulang ke rumah ku terlebih dahulu untuk sementara waktu ini itu pun karena kita tak punya pilihan lain Misy,"jawab Mass kepada Misy. " Baiklah sudah di putuskan kalian sudah setuju untuk sementara ini tak datang ke rumah Misy dahulu, alasan nya tentu saja karena tak ingin jika sampai kalian pulang ke rumah Misy, Soe bisa dengan mudah bisa menemukan kalian. Ya itu pemikiran yang sangat bagus Mass, Misy untuk itu keputusan kalian untuk sementara ini pulang ke rumah Mass adalah hal yang tepat Mass. Selain itu adalah rumah mu sendiri yang tak diketahui Soe, rumah mu juga aku kira tak terletak terlalu jauh dari cage tersebut kan Mass? jadi jika ada hal mendadak yang terjadi sepertinya kau bisa dengan cepat mengatasinya Mass,"ujar Shu yang berkata seperti itu, menyetujui keputusan Misy, dan Mass yang akan sementara waktu pulang ke rumah Mass terlebih dahulu. " Misy, Mass kalian akan berangkat sekarang?"tanya Nina dengan suara lembut. " Ya Nina sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk kita berangkat. Jangan berfikir yang macam-macam tenang saja, kita tak akan melakukan hal yang bisa memisahkan kita selama nya Nina, kita hanya akan berpisah sementara waktu Nina, dan itu pun di sebabkan karena kita harus melakukan urusan yang penting. Kita akan secepatnya berkumpul kembali. Guru jika kau sudah selesai mengantarkan Nina membereskan urusan nya, aku harap kau bisa secepatnya langsung membawa Nina menemui kami guru, agar Nina tak merasa khawatir dengan kami yang berada jauh dari kami guru,"ujar Mass kepada guru saat itu agar Nina yakin jika perpisahan Nina dengan yang lain tak akan membuatnya berpisah dengan mereka selamanya. " Ya Mass tentu saja. Jika persoalan kita sudah selesai aku akan langsung menghampiri kalian, agar Nina, dan kita semua bisa kembali berkumpul kembali sehingga Nina tak merasa khawatir dengan perpisahan yang kita alami saat ini Mass,"ujar Shu yang saat itu juga bicara meyakinkan Nina, jika persoalan mereka sudah selesai Shu akan langsung membawa Nina menemui Mass, dan Misy agar mereka tak terus saja berpisah. " Kau dengar sendiri kan Nina? guru juga mengetahui, dan mengerti bagaimana perasaan mu jadi guru akan langsung kembali mempertemukan kita jika persoalan membantu mu sudah selesai Nina. Tentu saja tak ada yang harus kau khawatirkan lagi Nina, tenang saja,"ujar Mass saat itu menyakinkan Nina seperti itu. " Ya Mass tentu. Terima kasih semuanya. Semoga perasaan dalam hatiku yang merasa tak enak mengganjal ini hanya sebuah perasaan ku saja, tidak ada hal buruk yang terjadi kepada kalian, atau pun kepada kami. Aku akan selalu mendoakan keselamatan kalian semua. Berhati-hatilah, jaga diri kalian. Meskipun kalian bukan akan pergi berperang tapi perasaan, dan pikiran ku berkata jika ada seseorang terdekat kita harus meninggalkan kita, kita senantiasa mendoakan keselamatan nya. Itu yang ada dalam pikiran, dan hati ku entah siapa yang memberitahu ku tentang itu tapi sampai sekarang perkataan itu ada dalam pikiran, dan hati ku Mass, Misy,"Nina pun berkata seperti itu, dan mendoakan keselamatan mereka yang harus duluan pergi meninggalkan Nina, dan Mass di sana. " Itu perkataan yang bermakna sangat besar, penting Nina. Terima kasih Nina atas doa mu. Kami juga mendoakan kelancaran kalian Nina, guru semoga cepat bisa menyelesaikan apa yang menjadi tugas kalian disini. dengan seperti itu kita bisa berkumpul sebagai keluarga yang utuh Nina,"ujar Mass saat itu. " Ya Mass kau benar. Terima kasih Nina, kita tak akan benar-benar berpisah Nina, kita bisa berkomunikasi melalui ponsel Misy, jika kau sudah selesaikan apa yang menjadi tugas mu kau bisa langsung menelepon kami Nina. Dan menceritakan apa yang kau alami Nina, karena jujur saja aku juga khawatir dengan mu dan apa yang akan kau lewati Nina. Baiklah sepertinya kita sudah cukup berbincang hari ini Nina, aku harus berangkat sekarang sebeluk hari bertambah sore Nina,"ujar Misy seperti itu, lalu berkata akan berangkat sekarang kepada Nina. " Ya guru, ayo Misy kita berangkat. Guru, Nina kita pergi duluan semoga apa yang akan kau hadapi akan bisa kau lewati tanpa ada halangan Nina, dan guru tentu saja aku berharap aku bisa dengan sangat menjaga, dan membantu Nina guru karena kepada siapa lagi kita harus meminta tolong jika bukan kepada mu guru,"ujar Mass kepada Nina dan Shu saat itu. " Ya Mass, Misy kalian berhati-hati lah aku akan menjaga Nina, dan pasti akan membantu Nina agar Nina bisa melewati apa yang akan Nina hadapi kalian jangan khawatir, kalian harus percaya padaku aku tak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi kepada Nina, dia ada dalam lindungan ku sekarang, aku akan sangat bertanggung jawab untuk Nina Mass. Percayakan semua nya padaku,"ujar Shu yang saat itu meyakinkan Misy, dan Mass agar tak khawatir dengan Nina dan hal yang akan Nina hadapi saat itu. " Ya guru tentu saja kami percaya, kami sangat percaya padamu guru,"jawab Mass. " Baiklah jika seperti itu kita berangkat sekarang Mass. Nina, guru, kami berangkat duluan, kami menunggu mu disana guru, Nina jika semua nya sudah selesai cepatlah susul kami ke sana,"ujar Misy kepada Nina, dan Shu. " Ya tentu saja Misy jangan khawatir setelah apa yang kami hadapi sudah selesai kami akan langsung menghampiri mu,"ujar Shu seperti itu. " Hati-hati Mass, Misy,"ujar Nina yang saat itu langsung saja memeluk Misy. Beberapa saat Nina melepaskan pelukan nya terhadap Misy, kita pun berangkat menggunakan motor yang Shu simpan sementara mobil Nina mereka simpan disana untuk kendaraan Nina, dan Shu pergi ke tempat meditasi esok hari. Mass, dan Misy langsung saja berangkat pergi. " Misy menurut mu kita kemana dulu sekarang? dan bagaimana dengan kabar cafe mu disana Misy? ada kabar terbaru dari teman-teman mu disana Misy?"tanya Mass. " Ya Mass mereka bilang jika sekarang tak ada sesuatu yang terjadi lagi di cafe tersebut Mass. Tapi mereka berkata jika selalu ada sebuah mobil yang lewat dengan seperti memantau, dan mencari seseorang ke dalam cafe. Orang tersebut melihat ke arah cafe dengan tatapan yang seperti mengamati mencari seseorang Maas, dan mobil yang mereka pakai terlihat sama dengan mobil yang di pakai oleh orang-orang yang waktu itu menyerang cafe Mass. Jika seperti itu," * Jika seperti itu tentu saja itu adalah orang yang sama yang menyerang cfe tersebut Misy, itu berarti anak buah Soe masih saja merencanakan sebuah rencana buruk Misy, dan tidak salah lagi jika sasaran mereka adalah aku Misy. Maka dari itu sepertinya aku yang akan sangat turun tangan untuk membereskan masalah yang anak buah soe buat Misy,"dengan memotong pembicaraan Misy, Mass bicara dengan tegas kepada Misy. " Ya Mass aku pikiran itu benar, dan sekarang mungkin kita langsung saja ke cafe tersebut untuk melihat bagaimana keadaan orang-orang di cafe tersebut Mass. Tapi itu pun jika hari belum malam Mass jika haru sudah malam, lebih baik kita mengurungkan Niat kita untuk pergi ke cafe hari ini, tapi lebih baik jika kita kembali saja dulu ke rumah lalu kita bisa ke cafe esok hari Mass,"ujar Nina berkata seperti itu kepada Mass. " Ya baik Misy, aku juga berfikir seperti itu, yang aku takutkan adalah jika kita ke cafe dalam keadaan hari sudah mulai gelap, anak buah Soe berkeliaran mencari sebuah informasi tentang ku Misy, jadi jika seperti itu kita lebih baik menghindari saja dulu dari hal yang bisa membuat kita mendapatkan masalah, terlebih lagi jika masalah itu menyangkut dengan anak buah Soe, kita harus menghindari itu dulu Misy,"ujar Mass mengatakan isi pikiran nya terhadap masalah yang sebaiknya Mass, dan Misy hindari terlebih dahulu. " Ya Mass aku sangat mengerti tentang itu Mass. Jadi lebih baik kita hari ini langsung saja ke rumah mu Mass, kita tak perlu pergi ke cafe untuk hari ini, besok saja saat hari pagi kita ke sana, keadaan akan ramai dengan banyak nya orang yang datang ke cafe atau hanya lewat saja Mass, jadi jika ramai dengan orang aku pikir penjahat tak akan mungkin berani untuk berulah Mass. Jika mereka berani berulah pun aku tak akan segan untuk memanggil orang untuk membantu ku mengusir mereka Mass,"ujar Misy yang mengatakan tentang situasi cafe " Ya baiklah Misy jika itu keputusan mu, tapi kita harus tetap memantau keadaan cafe Misy, untuk itu kita bisa kan Misy jika kau telepon saja orang yang berada di cafe untuk mengetahui bagaimana keadaan cafe Misy,"ujar Mass seperti itu kepada Misy. " Ya Mass tentu bisa. Nanti setelah kita sampai di rumah mu aku akan mencoba menghubungi seseorang yang bisa aku tanya tentang keadaan cafe Misy,"jawab Misy seperti itu. " Ya baiklah Misy, jika seperti itu untuk hari ini kita cukup beristirahat saya di rumah, besok kita akan mulai untuk lebih mencari tahu, tentang cafe Misy,"ujar Mass seperti itu. " Ya Mass tentu. Tapi untuk persoalan kendaraan mu Mass? bagaimana tentang itu?"tanya Misy. " Kendaraan ku? maksud mu mobil ku yang aku simpan saat aku ketahuan menyamar menjadi salah satu dari anak buah Soe Misy? jika untuk itu aku rasa aku juga bisa mencoba mengambil nya saat situasi terpantau aman saja Misy. Karena jika aku mencoba langsung mengambilnya tanpa aku melihat dengan jelas situasi di sana, aku pikir itu akan membuat ku terkena masalah Misy, jadi aku pikir aku akan mencoba untuk melihat situasi dengan sejelas mungkin Misy jadi jika sudah seperti itu sepertinya aku bisa mengambil kendaraan ku dengan resiko yang minim Misy,"ujar Mass yang saat itu mengatakan rencana nya untuk bisa mengambil kendaraan Mass kembali. " Ya aku juga berfikir seperti itu Mass, jangan menganggap sepele Soe Mass, aku tak ingin kau menganggap enteng sebuah masalah yang berhubungan dengan Soe. Soe penjahat yang sangat kejam Mass jika kau sampai kembali tertangkap oleh Soe bisa saja, Soe,"ujar Misy seperti itu, lalu berhenti berbicara tiba-tiba. " Ya aku mengerti apa yang akan kau katakan Misy, tapi tenang saja aku tak akan kembali membuat ku kecewa gara-gara aku tertangkap Soe, Misy aku akan sangat berhati-hati memikirkan sebuah rencana yang berhubungan dengan Soe Misy, aku akan sangat berhati-hati Misy. Percayalah padaku, lagi pula sekarang aku tak sendiri ada Shu yang menjadi orang yang sangat menolong ku, dengan pemikiran Shu yang cerdas aku pikir Shu memiliki rencana yang sangat baik untuk bisa membereskan Soe Misy,"ujar Mass meyakinkan pikiran nya terhadap Mass, dan Shu seperti itu. " Ya Mass aku percaya jika dengan Shu kau tak akan sampai berbuat ceroboh Mass, apa lagi kau berbuat hal yang bisa membuat mu tertangkap oleh Soe Mass. Aku yakin dengan kemampuan mu ditambah guru yang saat ini ada bersama kita, aku pikir tak ada rasa takut yang bisa aku rasakan lagi sekarang. Aku hanya tinggal percaya kepada mu dan guru Mass, dan aku akan melakukan itu dengan setulus hati, dan pikiran ku Mass,"ujar Misy meyakinkan Mass jika Misy percaya kepada Mass, ditambah sekarang Mass bersama Shu tentu saja Misy sangat percaya kepada Mass. " Ya bagus lah Misy tentu kau harus seperti itu. Dengan percaya padaku dan Shu aku jadi tak punya pikiran kembali tentang keraguan mu yang bisa membuat ku tidak fokus dalam berbuat sebuah hal Misy,"ujar Mass saat itu. " Memang nya kenapa kau tak bisa fokus jika aku memiliki keraguan terhadap mu Mass?"tanya Misy. " Tentu saja itu mempengaruhi pikiran ku Misy, kau adalah orang yang sangat penting bagiku, jika kau tak bisa percaya padaku bagaimana aku bisa percaya dengan kemampuan ku sendiri Misy, kau yang menjadi prioritas utama ku tak bisa percaya padaku, tentu saja aku juga akan berfikir bagaimana aku bisa percaya pada diriku sendiri Misy,"ujar Mass seperti itu kepada Misy. " Oh ya, memangnya menurutmu kenapa aku adalah prioritas utama untuk mu Mass? siapa diriku ini sehingga bisa membuat mu berfikir jika aku adalah prioritas utama untuk mu Mass?"tanya Misy seperti itu, seperti bertujuan untuk memojokkan Mass. " Kau aku anggap prioritas utama, karena kau adalah orang pertama yang bisa membuka hati, dan pikiran ku Misy. Ada campur tangan mu dari sifat ku yang bisa seperti ini Misy, jika bukan karena mu aku tak tahu bagaimana sekarang hidup ku Misy. Aku pikir jika aku tak di pertemukan dengan mu hidup ku tak akan bisa seperti sekarang ini Misy. hampa, dan akan tanpa sebuah ikatan tanpa ada seseorang yang takut, atau khawatir terhadap ku karena aku yang dulu hanya mementingkan diri ku sendiri Misy, siapa yang ingin menjadi teman, atau keluarga dari seseorang yang hanya mementingkan dirinya sendiri Misy,"ujar Mass memuji Misy, karena Misy lah Mass bisa berubah menjadi orang yang lebih berguna seperti ini. " Aku senang jika aku berfikir seperti itu Mass, tapi kau harus tetap ingat jika kau berubah seperti ini, sebagian besar adalah karena keinginan mu sendiri Mass, bukan karena aku sepenuh nya Mass,"ujar Misy sedikit mengelak tentang perubahan Mass yang sebenarnya Mass sendiri lah yang bisa memilih takdir nya sendiri. " Iya Misy iya. Tapi harus kau tahu jika aku menganggap kau lah yang merubah pikiran, dan hidup ku Misy karena kau lah aku berubah. Jika bukan karena kau aku tak akan seperti ini. Aku mencintai mu Misy,"ujar Mass dengan pikiran yang entah kemana, karena Mass bicara sambil melamun saat itu. " Apa Mass? apa kau yakin dengan apa yang kau bicarakan Mass?"tanya Misy kepada Mass. " Oh ya tentu Misy, tentu saja aku benar mengatakan apa yang aku bicarakan pada mu barusan. Ini semua karena kau Misy, kau lah alasan terbesar ku sehingga aku bisa berubah menjadi orang yang lebih berguna bukan untuk ku sendiri tapi untuk orang-orang sekitar ku. Termasuk dirimu yang sudah merubah jalan hidup ku Misy,"dengan kaget Mass bicara seperti itu. " Oh ya baik lah Mass jika seperti itu,"jawab Misy dengan nada yang lemas. Sudah lama Mass merasakan perasaan yang lebih dari seorang sahabat kepada Misy, tapi Mass belum siap jika Misy mengetahui perasaan yang Mass rasakan kepada Misy saat ini. Mass rasa Mass masih belum cocok, Mass belum percaya diri sehingga Mass masih menyembunyikan perasaan Mass yang saat ini memiliki perasaan lebih dari sahabat kepada Misy. Mass masih berfikir takut jika Misy akan tak bisa menerima perasaan Mass kepada Misy sehingga Misy menjadi memiliki pandangan berbeda kepada Mass, dan yang lebih parah Mass tak ingin jika Misy menjauhi Mass karena perasaan Mass ini. " Misy, aku pikir ini belum terlalu sore kita. Aku kira kita bisa sampai ke rumah saat hari belum malam Misy, kita sudah setengah jalan untuk pulang ke rumah tapi apa kau tak merasa lapar atau lelah? bagaimana jika kita beristirahat duku untuk beristirahat dan menyantap makan siang terlebih dahulu sebelum kita pulang ke rumah,"ujar Mass memecahkan kebisuan antara kita berdua saat itu, karena tadi sempat bicara hal yang membuat Mass harus mengalihkan perkatakan Mass karena Maas tak ingin Misy mengetahui dulu perasaan apa yang Mass rasakan padanya. " Oh ya Mass aku pikir aku benar Mass, aku memang merasa sedikit lelah karena perjalanan kita, aku setuju dengan mu yang ingin mengisi perut kita dulu Mass, lalu kita bisa melanjutkan perjalanan kita Mass,"ujar Misy menjawab pertanyaan Mass saat itu. " Ya baiklah Misy, di sebelah sana seperti nya ada sebuah restoran yang bisa kita kunjungi untuk tempat kita makan Misy. Bagaimana menurut mu Misy?"tanya Mass. " Ya Mass tak apa-apa terserah kau saja Mass,"jawab Misy. Lalu tak jauh dari tempat Misy yang sedang terus saja melanjutkan perjalanan Mass berhenti di sebuah restoran untuk mengisi perut nya dulu, dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan Mass ke rumah nya. Mereka pun masuk ke dalam restoran tersebut, duduk dan langsung saja memesan sebuah makanan dan minuman. Lalu tak lama setelah itu makanan yang mereka pesan sudah sampai dan bisa mereka santap. Di sela-sela mereka makan mereka berbincang. " Misy bagaimana aku menurut mu?tanya Mass kepada Misy. " Uhuk, uhuk. Ah Mass,"tiba-tiba Misy batuk mendengar Mass yang bertanya seperti itu. " Oh maaf, maaf Misy. Ini minum, lalu pakai tisu untuk membersihkan nya,"ujar Mass kaget melihat Misy yang seperti itu. Lalu saat itu Misy minum, dan membersihkan kotoran di wajahnya. " Kau tak apa-apa Misy? maaf apa aku salah bertanya Misy?"tanya Mass saat itu. " Oh maaf Mass aku hanya tersedak tadi jadi aku bisa seperti ini. Apa kau tadi bertanya? bagaimana kau menurut ku? baik aku jawab Mass maaf tadi aku sempat batuk. Begini jika kau bertanya seperti itu karena ingin mengukur diri mu yang sudah melewati banyak perjalanan dalam hidup mu saat bersama ku, aku pikir kau adalah orang yang sangat baik Mass. Jika aku mendengarkan cerita mu tentang kau yang pertama adalah seseorang yang sangat acuh, dan angkuh jangan kan untuk menolong Nina yang memiliki masalah seperti itu membantu sedikit saja kau tak mau, kau menganggap jika kau ikut campur terhadap urusan orang lain, tapi sekarang lihat lah dirimu Mass kau menolong orang sampai seperti ini kau sudah sangat jauh melangkah meninggalkan sikap mu yang buruk Mass. Aku pikir kau orang yang layak untuk dipertahankan, kau adalah orang yang tepat untuk menjadi seseorang yang selalu berada di sisi seseorang Mass. Itu menurut Mass, tapi entahlah dengan orang lain atau dirimu sendiri, tapi menurut ku itu lah dirimu Mass,"jawab Misy menceritakan bagaimana pandangan Misy terhadap Mass yang saat ini sudah sangat jauh merubah sikap nya dari Mass yang awal nya hanya mementingkan dirinya sendiri. " Menurut mu seperti itu Misy? berarti jika seperti itu aku sudah berhasil melangkah menjadi orang yang lebih benar Misy? jika itu memang benar aku bersyukur sudah bisa menjadi orang yang seperti ini Misy. Aku akan terus menjadi orang yang lebih baik Misy, tapi Misy aku membutuhkan mu untuk selalu ada di sisiku Misy, untuk menjadi orang yang menuntunku ke jalan yang benar Misy, aku bisa seperti ini bukan karena aku sendiri Misy tapi karena kau Misy. Jujur saja malam itu saat kau menyelamatkan ku bahkan sampai mengantarkan ku pulang itu adalah pertolongan pertama kali dari orang lain untuk ku Misy, sebelum nya belum ada yang pernah menolongku apa lagi sampai menolong ku dengan mengantarkan ku ke rumah Misy. Lalu keesokan harinya kau dalam masalah aku melihat mu dengan pikiran ku penuh dengan masalah ku karena aku mendapatkan peringatan keras oleh Shu karena sikap ku yang acuh, disitu juga adalah dimana aku pertama kali menolong orang Misy, jadi intinya adalah aku tak akan mengenal bantuan, dan mengenal caranya membantu jika bukan karena kau yang menolong ku saat itu Misy. Itu lah hal pertama yang membuat ku bisa menjadi seperti ini. kau yang bisa membuatku seperti ini Misy, untuk itu sekarang aku minta agar kau selalu ada untuk ku Misy, di setiap langkah ku yang akan selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik dari pada ini, tapi aku pikir aku butuh, sangat membutuhkan dukungan dari mu Misy,"ujar Mass menceritakan bagaimana diri Mass bisa berubah sampai bisa seperti ini, dari awal Mass mendapat pertolongan dan menolong Misy, sehingga Mass bisa seperti ini sekarang. Saat itu Misy terlihat tersenyum dengan sangat tulus kepada Mass, entah apa yang Misy pikirkan saat itu tapi begitu tulus Misy tersenyum sehingga Mass pun tak bisa mengalihkan perhatian nya dari wajah Misy yang tersenyum seperti itu kepada nya. " Aku hanya orang biasa Mass, tak mempunyai kekuatan super apa lagi kekuatan untuk membuat orang berubah Mass," " Kau memang manusia biasa Misy, bukan manusia super tapi dengan perlakuan mu yang biasa itu kau bisa merubah ku dari orang yang tak memiliki rasa sosialisasi sampai sekarang aku bisa menjadi seorang yang seperti ini Misy. Kau menganggap jika dirimu bukan pahlawan super yang bisa merubah seseorang? kau benar Misy, tapi jika kau berkata jika kau hanya seseorang biasa yang tak bisa apa-apa, aku katakan sekarang padamu Misy 'itu salah' Misy, dengan bantuan mu lah sekarang aku bisa seperti ini Misy, karena mu lah aku bisa menjadi orang yang seperti sekarang ini Misy, dan sekarang aku ulang dengan tegas perkataan ku jika kau lah orang yang sudah berhasil membuat ku berubah Misy,"memotong pembicaraan Misy, Maas langsung saja tegas bicara seperti itu kepada Misy saat itu. " Baiklah Mass jika seperti itu kau pikir aku layak ada di sisi mu Mass? aku bukan lah orang yang bisa terus benar Mass, bisa saja aku melakukan kesalahan Mass. Aku ragu dengan diriku Mass, sampai saat ini kau adalah orang pertama yang memuji ku seperti ini Mass, dengan perkataan mu yang seperti ini memang aku merasa jika keraguan ku tak terlalu aku rasakan Mass tapi tetap saja aku," " Kau tak usah ragu lagi dengan pilihan yang akan kau tentukan Misy, karena aku yakin jika kau bisa mengatasi keraguan mu itu Misy. kau tak usah ragu apa lagi kau meragukan tentang sikap mu yang seperti ini Misy, kau orang baik Misy, kau tak pantas jika masih ragu dengan sikap baik mu Misy, teruskan sikap baik mu ini Misy, tak ada yang harus kau ragukan dengan sikap baik mu ini,"ujar Mass meyakinkan Misy dengan sikap nya yang tiba-tiba merasakan sebuah keraguan dalam sikap baiknya. " Terima kasih Mass. Itu sangat berharga bagiku, kau memuji ku sampai seperti ini Mass kau berlebihan Mass. Aku hanya menjalankan apa yang seharusnya aku lakukan saja Mass tak ada maksud lain, tapi terima kasih jika sikap baik ku ini bisa kau terima dengan baik Mass. Terima kasih juga Mass karena selama ini kau juga sudah menjadi orang yang selalu ada untuk ku Mass, kau sudah lebih dari menolong ku juga Mass. Aku berhutang budi kepada mu jadi aku pikir jika kau menginginkan aku untuk selalu ada di sisi mu tentu saja aku akan melakukan itu Mass, aku tak akan pernah sia-sia kan permintaan seseorang yang sangat berarti bagi ku Mass, yaitu kau,"ujar Misy berkata seperti itu, dengan terlihat mata nya berkaca-kaca menahan tangis haru. " Terima kasih Misy. Jangan sampai kau meneteskan air mata karena ini bukan hal yang harus ada air mata di dalam nya Misy. Berbahagia lah karena aku pun sangat bahagia melihat mu yang berkata akan selalu ada untuk ku Misy. Tapi Misy ada satu hal yang membuat ku sangat penasaran Misy. Saat Shu berkata kau adalah pacarku lalu aku akan menyangkal hal itu kenapa kau memotong pembicaraan ku dan langsung tak mengatakan jika aku bukan pacar ku?"ujar Mass saat itu, lalu bertanya tentang hal yang menjadi sebuah rasa penasaran bagi Mass. " Oh itu, itu aku, itu aku hanya agar Shu tak membahas lebih panjang saja Mass, jika aku katakan kita bukan pacar Shu pasti akan memiliki banyak pertanyaan lagi, dan kita pasti akan berbicara rumit tentang itu Mass. Jadi aku berfikir saat itu aku langsung saja tak menyangkal apa yang Shu pikirkan Mass agar tak banyak pertanyaan dan kita bisa membahas apa yang menjadi masalah utama kita Mass,"ujar Misy dengan sedikit kata yang terbata-bata seperti itu mengelak jika tentang maksud Misy yang saat itu tak menyangkal Shu yang menganggap jika Misy adalah pacar Mass. " Oh itu Misy, ya baiklah. Aku pikir kau ingin menjadi pacarku Misy sehingga kau tak menyangkal jika aku adalah pacarmu kepada, ingin nya aku seperti itu Misy,"ujar Mass dengan nada bicara yang sangat pelan. " Apa Mass?"Misy tanya. " Eh tidak Misy. Aku berkata aku hanya, aku hanya setuju dengan alasan mu yang seperti itu, itu adalah alasan yang baik Misy,"jawab Mass berbohong. " Oh ya Mass baiklah. Mass kau sudah selesai? kita keasyikan berbincang sampai kita tak sadar jika makanan kita sudah habis, dan waktu sudah menunjukan jika ini sudah akan menuju malam Mass. Kita harus sampai ke rumah sebelum malam Mass, jika bisa,"ujar Misy saat itu. " Oh ya Misy kau benar. Baik ayo kita pergi hari sudah akan malam kita harus secepatnya sampai ke rumah, sebelum malam jika bisa,"ujar Mass saat itu membenarkan perkataan Misy. Lalu Mass pun membereskan barang-barang nya, dan langsung membayar makanannya lalu pergi melanjutkan perjalanan nya yang akan pulang ke rumah Mass. Di perjalanan Mass pulang ke rumah Mass tak memiliki pikiran apa-apa, memang dalam pikiran Mass terlintas rasa penasaran dimana Mass ingin pergi melihat, sedikit mengintai keadaan perguruan, tapi Mass berfikir kembali jika Mass mengintai perguruan sekarang Mass sama saja dengan bunuh diri karena Mass datang disaat malam hari, dimana jika malam hari pastinya anak buah Soe akan sangat leluasa untuk berlalu lalang, dan bahaya nya anak buah Soe bisa saja mengenali Mass yang saat itu kembali ke kota tersebut, jika sampai itu terjadi apa yang menjadi rencana Mass, dan Shu akan langsung saja rusak karena Mass yang sudah membuat masalah dengan Soe. Maka dari itu Mass langsung saja pergi menuju ke rumah Mass, tak memiliki pikiran untuk pergi ke tempat lain terlebih dahulu. Mass berfikir kembali untuk sekarang lebih baik Mass tak melakukan hal apapun dulu, Mass hanya harus melakukan apa yang menjadi tujuan Mass kembali ke kota ini, bukan untuk balas dendam kepada Soe, dan Shelt. Jika untuk masalah balas dendam serta mengambil hak yang sudah Soe, dan Shelt ambil itu akan Mass bicarakan secara lebih intim bersama Shu, saat Shu sudah menyelesaikan tugas nya membantu Nina di tempat meditasi. Beberapa saat kemudian setelah Mass dan Misy melewati perjalanan yang cukup panjang Mass, dan Misy sudah akan sampai di rumah Mass, beberapa meter lagi dari rumah Mass, Mass terlebih dahulu berhenti sebentar. Mass melihat-melihat sekeliling kawasan yang sedang Mass lewati. " Misy sepertinya tak ada yang aneh disini, semua nya dalam keadaan yang seperti nya biasa saja Misy,"ujar Mass kepada Misy saat itu. Mass melihat keadaan sekitar, jika disini memang tak terlihat ada yang aneh. " Aku tidak terlalu tahu tentang bagaimana situasi disini Mass jadi aku kira aku lebih baik diam dan memperhatikan mu saja Mass,"ujar Misy saat itu, menjawab perkataan Mass. " Oh ya Misy maaf, aku lupa jika kau bukan orang yang memiliki rumah di komplek ini, tak ada yang patut kita curigai Misy, ayo lebih baik kita langsung saja pergi dari sini Misy, kita langsung pulang ke rumah ku,"ujar Mass kepada Misy saat itu sambil, melanjutkan perjalanan nya untuk ke rumah Mass. " Ya Mass aku kira itu rencana yang baik,"ujar Misy. Karena Mass tak melihat hal yang aneh yang patut Mass curigai, Mass langsung saja melanjutkan perjalanan nya untuk pulang ke rumah Mass. Karena di jalan tak ada yang aneh apa lagi membuat Mass mengalami sebuah hambatan Mass akhirnya bisa sampai di rumah Mass. " Baiklah Misy, kita sudah sampai. Ayo kita sebaiknya langsung masuk ke rumah,"ujar Mass sambil mengajak Misy masuk ke rumah. " Tak ada yang berubah sedikit pun di rumah mu Mass?"tanya Misy. " Kau bertanya seperti itu karena kau khawatir jika ada yang terjadi dengan rumah ku Misy?"tanya Mass. " Ya tentu saja Mass, kau berkata pertanyaan konyol Mass,"jawab Misy. " Oh ya baik Misy, maaf. Ya seperti ini lah sepertinya memang Soe, dan anak buah nya tak mengetahui rumah ku ini Misy, jadi rumah ini aman untuk kita dari kejahatan Soe, dan anak buah nya Misy, kita aman disini,"ujar Mass kepada Misy. " Ya Mass aku juga berfikir seperti itu. Tapi aku memiliki pertanyaan, apa rumah ku ini akan selalu aman dari Soe, dan anak buah nya Mass?"tanya Misy. " Sepertinya selama kita terus menjaga rahasia jika tempat ini adalah rumah ku, tak akan ada yang tahu kita disini Misy termasuk Soe, dan anak buah nya, tentu mereka tak akan mengetahuinya. " Ya Mass, tentu saja jika bukan kita yang membocorkan tentang rumah ini sepertinya tak akan ada yang mengetahui tentang rumah ini Mass,"ujar Misy. " Sudahlah Misy. Kita baru sampai disini kau pasti lelah dengan perjalanan yang sudah kita lewati tadi. Mungkin kau ingin langsung beristirahat Misy? memang ini belum terlalu malam tapi kau bisa saja lelah setelah kita melewati perjalanan yang cukup jauh,"ujar Mass saat itu bertanya kepada Misy. " Tidak Mass, aku pikir aku tak ingin langsung beristirahat tidur. Aku masih ingin terjaga. Tak apa kan?"ujar Misy. " Ya tentu saja Misy. Itu pilihan mu jika kau tak ingin langsung tidur, baiklah aku akan menemani mu terlebih dahulu untuk duduk disini Misy,"ujar Mass duduk bersama Misy di kursi ruang tengah saat itu. " Mass, kau pikir apa yang akan Nina hadapi, saat Nina datang ke tempat meditasi itu lagi Mass? apa Misy tak akan mengalami masalah?"tanya Misy yang sepertinya khawatir dengan apa yang akan di hadapi Nina. " Tentang Nina Misy. Baiklah aku akan sedikit menceritakan apa yang aku tahu tentang itu Misy. Kau tahu kan jika aku sangat percaya kepada Shu, seperti ini Misy. Maksudku adalah jika tempat itu adalah tempat Shu aku pikir Shu tak akan sembarangan membawa kita ke tempat yang sangat rahasia seperti itu Misy. Kau lihat kan apa yang kita alami, apa yang Nina alami setelah Nina mengalami perjalanan alam bawah sadar di tempat itu Misy, kesadaran Nina menjadi sangat baik Misy, bahkan Nina ingat siapa dirinya, dan sikap Nina tak seperti awal kita bersama dengan nya Misy, bahkan Nina sadar dengan tujuan nya tapi Nina tak ingin kembali melakukan itu dan sekarang Nina berfikir dengan tulus, dia ingin menjadi bagian dari kita Misy bukan menjadi anak buah dari seorang penjahat kembali Misy. Aku pikir Nina tak akan mengalami sebuah musibah Misy,"Mass langsung berkata sesuatu yang meyakinkan Misy tentang apa yang akan di hadapi Nina di tempat meditasi. " Maaf Mass bukan aku meragukan Shu yang akan bertanggung jawab untuk membantu Nina disana, dan bukan nya aku tak percaya dengan apa yang Shu berikan kepada kita, tapi tak tahu kenapa tiba-tiba dalam pikiran ku terlintas sebuah kekhawatiran tentang apa yang akan di hadapi Nina Mass. Maaf sekali lagi aku bukan tak percaya kepada Shu Mass, tapi entah lah aku juga tak tahu kenapa aku bisa berfikir buruk seperti ini Mass,"ujar Misy kepada Mass, bercerita jika Misy bukan tak percaya kepada Mass tapi Misy tiba-tiba memiliki sebuah pikiran khawatir dengan apa yang akan Nina hadapi. " Tenang saja Misy aku tak menganggap mu tak percaya kepada Shu Misy, ikatan batin mu dengan Nina sudah terjalin kuat sehingga baru saja kita bersama-sama tapi hati kalian seperti terikat Misy. Sebelum kita berangkat saja Nina sudah seperti sangat khawatir dengan kita Misy, lalu sekarang kalian saling merasakan khawatir Misy,"ujar Mass yang menyanjung Misy dengan ikatan yang mereka baru saja bangun tapi sudah seperti telah lama menjalin sebuah ikatan. " Entahlah Mass, tak tahu kenapa aku merasa jika sekarang aku begitu khawatir dengan hal yang akan Nina hadapi Mass,"ujar Misy. " Ya kalian sudah seperti adik, dan kakak saja Misy. Kalian benar-benar seperti adik, dan kakak Misy, kau sadar kan jika kita menyembunyikan kebenaran tragedi ini dari Nina Misy? kita tidak bilang jika Soe adalah penyebab dari masalah yang terjadi terhadap cafe ini Misy. Sebelum kita berangkat Nina sempat murung, dan Nina juga berkata jika Nina tak enak perasaan tak tahu kenapa, kau menyadarinya Misy? Nina sudah mengalami sebuah firasat jika kita membohongi nya Misy. Sungguh ini mungkin sebuah fenomena Misy, kalian yang baru saja menjalin ikatan tapi kalian seperti sudah lama memiliki ikatan tersebut Misy. Sikap Nina, dan kau ini yang menunjukan kepada ku jika ikatan kalian seperti ikatan yang telah lama terbentuk Misy,"Mass bicara jika ikatan yang Misy bentuk dengan Nina seperti sudah terbentuk sejak lama karena perasaan Misy, dan Nina yang sama-sama merasakan sebuah ke khawatiran dalam diri mereka. " Ya entahlah Mass, mungkin karena Nina adalah sahabat yang dekat dengan ku dalam waktu yang singkat, dari orang yang entah bagaimana, dan kenapa sekarang menjadi orang yang dekat dengan ku Mass, sangat dekat. Dan Nina pun mungkin merasakan hal seperti itu Mass, aku yang tidak dia tahu asalnya tiba-tiba dengan sekejap mata langsung memiliki ikatan, sebuah ikatan yang bukan hanya ikatan semata, tapi ikatan yang benar-benar menjadi sebuah tali silaturahmi, sebuah ikatan keluarga Mass. Diantara kami begitu menginginkan. ikatan tersebut Mass, begitu bahagia nya kita dengan ikatan yang kita buat, sepertinya membuat kita memiliki sebuah firasat, dan sebuah telepati yang baik sehingga jika di antara kami ada yang berbohong, perasaan kamu berdua memiliki kepekaan yang tinggi, sehingga itu berakibat kepada perasaan kita yang akan merasakan khawatir, karena sudah ada kebohongan antara kita Mass,"Misy menjawab dengan sebuah keyakinan jika Misy, dan Nina bisa sama-sama merasakan sebuah firasat yang kuat antara Nina, dan Misy saat ini. " Ya aku berfikir apa yang kau katakan benar Misy, dengan begitu perkataan ku yang mengatakan jika kalian sudah seperti kakak, dan adik itu tak salah kan Misy? entahlah apa yang aku rasakan sekarang Misy, begitu cepat Nina bisa merubah pikiran ku Misy, jujur saja awal kau bilang akan membawa Nina untuk tinggal bersama mu adalah hal yang sangat aku tidak setuju karena aku curiga jika Nina ada rencana buruk kepada kita, dan benar saja dengan apa yang aku pikirkan Misy, kemarin Nina bilang seperti itu kan. Tapi tunggu Misy kau jangan langsung berbicara buruk duku kepada karena sekarang aku katakan jika Nina adalah keluarga Misy, kita sudah membahas ini jika masa lalu Nina biarlah menjadi masa lalu yang akan kita lupakan, mulai dari sekarang dan seterusnya kita akan hidup untuk masa depan bukan masa lalu. Dan yang aku maksudkan jika Nina dengan sangat cepat merubah pikiran ku adalah, ya kejadian ini Misy, perasaan ini, aku juga merasakan sebuah kekhawatiran dengan Nina Misy, kau percaya atau tidak aku sama dengan mu memikirkan apa yang akan di hadapi Nina di tempat meditasi, meskipun aku tak berfikir buruk tentang apa yang akan Nina hadapi, aku percaya dengan Shu, dia tak akan membiarkan orang yang dikasihinya mengalami sebuah tragedi yang berefek buruk, aku percaya padanya Misy tapi tetap saja meskipun aku percaya sebuah perasaan yang aku rasakan sekarang adalah khawatir Misy,"Mass bercerita tentang awal pandangan Mass kepada Nina, tapi sekarang dengan ketulusan Nina Mass menjadi memiliki perasaan yang sama seperti Misy, buka sebuah curiga lagi tapi perasaan yang takut, khawatir dengan apa yang akan Nina hadapi. " Ya soal itu Mass, maafkan aku. Aku pernah marah, dan kesal padamu karena kau memiliki perasaan seperti itu kepada Nina tapi aku akui kau memang benar Mass. Dulu aku kesal dengan mu yang memiliki pemikiran seperti itu karena aku tak ingin kau berprasangka buruk dengan Nina karena Nina sudah menolong ku, tapi setelah itu aku sadar jika memang sikap ku yang marah kepada mu salah Mass, maafkan aku. Sekarang aku sangat berterima kasih kepada mu Mass aku harap jika sudah seperti ini sebuah ke khawatiran yang ada dalam dirimu tak menjadi sebuah kecurigaan kembali Mass. Kita memiliki hubungan yang belum terlalu lama tapi Mass kita sudah setuju jika kita memiliki ikatan yang jauh Mass, ini bukan berarti sudah lama atau tidak nya sebuah ikatan yang kita buat Mass tapi yang harus kita pikirkan adalah sejauh mana, sepenting apa ikatan kita yang sudah kita setujui untuk kita jalani bersama Mass,"ujar Misy yang minta maaf kepada Mass, karena sikapnya yang sempat marah kepada Mass karena Mass menyimpan sebuah rasa curiga terhadap Nina tapi Misy sekarang tahu mana hal yang benar, dan Misy pun berfikir untuk bisa terus bersama-sama bisa lebih yakin dengan ikatan yang mereka buat. " Misy lihat wajah ku, kau tak perlu minta maaf dengan apa yang sudah kau lakukan, saat itu kau merasa kecewa, dan kesal kepadaku karena dengan adanya Nina kau menjadi memiliki seseorang tapi aku yang saat itu salah malah memaksamu untuk langsung percaya dengan apa yang aku rasakan Misy, itu bukan salah mu. Dan sekarang kita sudah benar-benar seperti ini memiliki sebuah ikatan yang terlihat dari wajah mu, dan Nina jika ikatan apa yang kita buat ini sangat kalian inginkan, kita membuat ikatan yang sangat tepat Misy kita tinggal harus menjaga ikatan ini Misy, itu yang sekarang harus kita lakukan Misy. Sekarang semua nya sudah memiliki tujuan bersama-sama, kita tinggal harus menjalankan nya bersama-sama Misy, tak ada perasaan buruk lagi diantara kit Misy, tak akan ada lagi,"ujar Mass mengatakan keyakinan nya kepada Misy jika ikatan yang mereka buat adalah ikatan yang memilih orang-orang yang benar meskipun Nina adalah mantan anak buah Soe tapi Nina begitu menginginkan ikatan ini sehingga ini ikatan yang benar untuk mereka semua. " Ya terima kasih Mass, aku juga berfikir seperti itu, hati ku merasa jika apa yang sudah kita buat dan lalukan adalah hal benar Mass. Aku berharap dari mulai sekarang, dan seterusnya tak ada sebuah hal yang membuat kita merasa terhalangi Mass, aku ingin selalu ada untuk mu, bersama mu Mass,"ujar Nina dengan memeluk Mass saat itu. " Apa Misy, kau yakin dengan perkataan mu itu? kau tak sadar bicarakan itu semua kan Misy?"tanya Mass. " Ya, ya tentu saja Mass apa yang aku katakan benar, dan aku sadar dengan apa yang aku katakan. Jika kita ingin mempertahankan apa yang sudah kita buat sekarang tentu saja kita harus terus bersama kan Mass, aku ingin selalu ada untuk mu, bersama mu, dan tentu saja ada bersama semua orang, Nina dan Shu dengan seperti itu kita bisa terus bersama-sama dalam satu ikatan yang kuat Mass. Begitu kan Mass?"dengan salah tingkah dan wajah Misy yang memerah, Misy menjawab pertanyaan Mass seperti itu. " Oh ya Misy, kau benar, itu yang akan kita lakukan Misy, itu adalah sebuah hal mutlak yang menjadi kekuatan dalam diri kita Misy. Sekarang kita hidup tak sendiri tapi ada keluarga yang akan menjadi orang yang bisa kita jadikan tempat bersandar, dan menceritakan apa yang menjadi keluh kesah kita menjalani hidup kita ini Misy. Bukan hanya terus saja menyimpan apa yang kita rasakan sendiri,"ujar Mass. " Ya Mass kau benar. Kita mendapatkan sesuatu yang baru, tapi bukan hanya sesuatu yang bisa dengan mudah kita dapatkan, ini sebagian dari hidup kita Mass bukan hanya hal biasa tapi aku kira ini lebih penting dari apapun yang pernah kita dapatkan, yaitu keluarga. Jika kita tak siap untuk ikatan ini lebih baik kita tak pernah setuju dengan di bentuknya ikatan ini Mass, karena ini juga adalah hal yang pastinya tak akan bisa dengan mudah untuk kita mendapatkan nya Mass. Tak mungkin jika seorang keluarga dengan mudah meninggalkan keluarganya begitu saja,"ujar Misy saat itu kembali menegaskan dengan ikatan yang kita buat bukan hanya sebuah ikatan biasa, tapi ikatan keluarga yang akan menjadi hidup mereka yang baru. " Tentu, tentu Misy. Aku juga sangat berfikir tentang itu Misy, aku awalnya takut dengan Nina yang masih saja ragu akan ikatan ini, tapi melihat Nina yang seperti ini keraguan ku dengan sendirinya, langsung saja hilang Misy, melihat Nina yang begitu memiliki perasaan yang begitu peka dengan mu membuatku tanpa bertanya lagi tentang komitmen Nina dalam sebuah ikatan ini Misy. Aku yakin dengan Nina, dan jika melihat Shu dia itu lebih berpengalaman terhadap apapun dibandingkan kita semua Misy, Shu tak mungkin memiliki perasaan ragu dalam hatinya tentang ini, justru Shu pasti akan menjadi orang yang sangat berperan baik dalam ikatan ini Misy,"ujar Mass jika Mass tak merasakan sebuah keraguan dengan dirinya, Nina, dan Shu tentang ikatan keluarga ini. " Ya Mass, aku mengerti kenapa kau memiliki pikiran seperti itu, karena aku pun mengira dengan ketakutan yang Nina pertanyakan kepada kita saat itu, pastinya Nina merasakan keraguan tentang ini Mass. Tapi dengan keyakinan yang kita berikan kepadanya, Nina bisa meredam semua itu dan sekarang aku melihat jika Nina, sangat menginginkan ikatan ini Mass, aku tak melihat lagi keraguan uang terpancar di wajah Nina, sekarang aku merasa sangat yakin jika Nina tak akan merubah komitmennya dalam ikatan ini Mass. Aku yakin itu. Kau tak usah khawatir Mass karena aku tak merasa jika kau, apalagi Shu merasa ragu dengan ikatan yang telah kita buat Mass,"ujar Misy dengan berkata jika Misy sekarang tak merasakan sebuah keraguan tentang siapapun dalam ikatan keluarga ini. " Bagus Misy, aku percaya padamu Misy, aku tak akan sampai berfikir buruk tentang mu, kau yang menginginkan dengan sangat ikatan ini Misy, dengan begitu tentu kau tak akan pernah merubah komitmen mu tentang ini Misy,"ujar Mass seperti itu. " Ya kau benar tentang itu Mass. Aku pastinya tak akan pernah merubah komitmen ku Mass, dengan mu aku tak akan pernah takut menghadapi apa yang akan ada menghadang kita Mass,"dengan menatap wajah Mass, Misy terlihat sangat yakin dengan apa yang Misy bicarakan. Lalu saat itu mereka pun menghentikan perbincangan mereka, bukan mereka memiliki sebuah keraguan tapi Mass, dan Misy membahas tentang kekhawatiran nya terhadap Nina, tapi dengan Nina yang terlihat sangat yakin bahkan sampai merasakan sebuah firasat yang begitu peka terhadap Misy yang sempat membohonginya, Misy berfikir kembali jika tak mungkin Nina merasakan sebuah keraguan tentang ini. Tak mungkin Nina tetap merasa ragu karena sifat yang begitu terlihat sangat yakin dengan ikatan ini. " Saat pertama kali kita dibawa Shu untuk mendapatkan sebuah perjalanan alam bawah sadar, aku merasa jika itu adalah sebuah hal yang tepat Misy. Aku berkata seperti ini karena setelah perjalanan alam bawah sadar itu kau pasti juga peka kan terhadap apa yang di dapatkan Nina Misy? Nina seperti memulai, dan mendapatkan hidup baru Misy. Setelah itu Nina dengan yakin nya menceritakan apa yang Nina alami, bahkan menceritakan apa yang sempat Nina rencanakan kepada kita Misy, Nina menceritakan semua, semuanya Misy jika bukan karena perjalanan alam bawah sadar yang menyadarkan nya aku tak tahu bagaimana keadaan Nina sekarang Misy. Setelah kejadian itu Nina dengan tanpa ragu menceritakan apa yang Nina perbuat, lalu dengan menyesal dan seperti sangat menyesal Nina meminta maaf kepada kita semua termasuk Shu, yang menjadi orang yang paling Soe rugikan dengan sedikit ada campur tangan Nina. Tapi yang terpenting yang aku ingin katakan disini adalah Nina begitu melepaskan semua apa yang Nina pikirkan, dan sempat rencanakan sehingga dengan sangat yakin Nina menggenggam uluran tangan kita Misy. Nina bicara jika Nina seperti bicara dengan ibunya kan Misy saat Nina mengalami perjalanan alam bawah sadar tersebut, ini seperti menjadi sebuah pertanda jika apa yang Nina putuskan adalah hal yang benar Misy. Dengan bertemu dengan kita sampai seperti ini Nina mengalami hal yang baik Misy, bahkan aku yakin jika apa yang akan Nina hadapi esok hari itu bukan hal yang buruk Misy, tapi Nina akan mendapatkan kembali hal positif yang dapat membantu Nina dalam masalah nya Misy, itu yang aku pikirkan. Aku yakin ini adalah sebuah pertanda jika apa yang diputuskan Nina adalah hal yang benar Misy,"Mass menceritakan tentang Nina yang dari awal Nina bertemu dengan mereka adalah sebuah takdir yang benar, karena Mass melihat jika apa yang Nina alami saat mereka sudah bersama adalah hal baik, bahkan Mass tegas yakin jika Nina akan mendapatkan kembali hal baik dari apa yang akan Nina hadapi esok hari. " Aku tak terlalu berfikir tentang itu Mass, aku tak tahu ini sebuah kebetulan atau bukan tapi sepertinya, saat Nina sudah bertemu dengan kita dan hidup dekat dengan kita, Nina memang sepertinya mendapatkan hal-hal baik Mass. Tapi sepertinya itu masuk akan Mass karena lihat saja jika awal kedatangan Nina diantara kita, kita sudah berniat akan melakukan hal baik dengan nya yang memang memiliki tekanan yang begitu hebat yang di lakukan oleh Soe Mass, sehingga itu membuatnya sangat trauma dengan perasaan Nina, dan kita memang merencanakan sebuah hal yang terbaik agar mental, dan kesehatan Nina sembuh seperti sedia kala Mass, itu memang sebuah rencana kita untuk Nina Mass. Tapi di samping itu aku juga berfikir jika apa yang kau katakan adalah hal benar Mass, maksud ku adalah memang apa yang Nina dapatkan adalah hal yang sudah kita rencanakan untuknya tapi hal baik yang kita rencanakan untuk nya berjalan dengan sangat lancar Mass tanpa ada halangan yang begitu berarti, dalam usaha kita untuk membantu penyembuhan Nina kita dengan mudah bisa melancarkan nya Mass, dan aku pikir itu memang adalah sebuah pertanda jika memang apa yang sudah Nina putuskan dengan kita adalah hal yang baik Mass. Apa yang sudah kita usahakan untuk Nina, dan yang Nina putuskan untuk kita adalah sebuah pertanda baik untuk kita, maupun Nina Mass,"Misy mengatakan apa yang menjadi pikiran Mass saat itu awalnya Nina seperti menyangkal jika apa yang kita alami bersama Nina adalah pertanda baik tapi karena usaha mereka yang selalu disertai dengan hal baik Nina juga berkata jika itu adalah sebuah pertanda bagi Nina dan mereka jika keputusan Nina adalah pertanda baik untuk mereka semua. " Aku pikir jika kita sudah seperti ini, kita selalu disertai dengan hal baik dengan apa yang kita lakukan kita tak perlu ragu lagi untuk terus melangkah Misy, apa lagi kita merasakan sebuah keraguan yang membuat kita berfikir ulang tentang keputusan kita Misy, aku pikir itu tak perlu itu hanya akan membuat pikiran kita pusing saja Misy. Sekarang kita jalani saja ikatan, dan hidup kita yang baru agar semuanya berjalan dengan sangat baik tanpa ada sebuah masalah yang bisa merusak ikatan yang kita buat ini Misy,"Mass berkata apa yang sekarang ada di dalam pikiran nya untuk selalu fokus, dan terus menjalankan hidup baru kita dalam ikatan keluarga dengan keyakinan. " Ya tentu Mass, tentu. Kita akan melewati ini semua bersama-sama Mass, sebagai keluarga yang utuh,"ujar Misy. " Baiklah Misy, aku kira ini sudah larut dan terlambat untuk kita beristirahat, kita tak sadar jika ini sudah larut karena kita sibuk berbincang Mass, bagaimana jika kita beristirahat dulu Misy. Kita ada pekerjaan besok, kau tentu menyadari itu kan Misy, besok saja kita membahas apa yang akan kita lakukan Misy, untuk saat ini lebih baik kita beristirahat dulu Misy, ini sudah larut,"ujar Mass menyuruh Misy beristirahat untuk hari ini. " Ya Mass kau benar kita terlalu fokus. berbincang sehingga tak ingat jika waktu sudah larut Mass. Ya ayo kita lebih baik beristirahat dulu Mass,"ujar Misy. " Ya baik Misy, jika seperti itu ayo aku antar kau menuju kamar mu Misy,"Mass dengan mengambil tas Misy langsung saja pergi mengantar Misy untuk ke kamarnya. Mereka pun langsung saja menuju kamar Mass yang akan di tempat Misy untuk di gunakan nya beristirahat. " Baiklah kau bisa gunakan kamar kesayangan ku ini untuk beristirahat Misy, sementara aku akan beristirahat di sofa. Dan tentu saja aku akan berusaha terus menjaga mu dari kutu-kutu yang berkeliaran bebas, dan liar yang bisa saja menggigit mu Misy hahaha, bercanda Misy. Selamat beristirahat, aku pergi,"ujar Mass dengan sedikit bercanda terhadap Misy saat itu. Lalu Mass langsung saja meninggalkan kamar nya dan membiarkan Misy beristirahat untuk malam ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN