Lalu beberapa menit kemudian Mass, dan Misy selesai membereskan cafe tersebut. Lalu mereka langsung saja menuju ke bagian depan cafe, dimana Mass bisa mengintai keluar lewat sebuah celah yang ada di pintu, jendela cafe ini.
" Misy, kau dan teman mu sembunyi lah di lantai atas agar kau bisa melihat juga kau yang menghajar mereka, jadi kau bisa melihat dan langsung melakukan tugas mu tanpa aku harus memberikan tanda kepada mu,"ujar Mass kepada Misy, dan teman nya saat itu.
" Baiklah Mass, kau hati-hati lah,"ujar Misy.
Tapi saat sudah beberapa langkah pergi, Misy berhenti dan langsung kembali. Lalu tanpa disangka Misy mencium, dan memeluk Mass saat itu. Lalu pergi ke lantai atas bersama temannya.
Misy, dan temannya sudah aman di atas, sementara Mass bersiap memantau keluar dari celah pintu tersebut. Beberapa waktu Mass mengintai, tak ada tanda-tanda jika anak buah Soe akan datang. Tapi Mass tak berfikir lain, Mass yakin jika anak buah Soe akan datang sehingga Mass harus tetap terjaga jika ada hal yang terjadi Mass sudah siap. Lalu beberapa saat kemudian Mass terus terjaga, Mass di kejutkan dengan suara sebuah motor dan mobil yang bising sehingga membuat Mass kaget dan langsung melihat keluar.
Saat itu Mass melihat jika sudah ada satu motor yang terparkir disana dengan satu orang yang sudah turun dari motor tersebut. Mass melihat jika pria itu seperti menunjuk sesuatu ke arah kanan cafe.
" Apa yang dia tunjuk? ah itu tidak penting aku harus tetap fokus. Tiga orang yang dari 2 motor tersebut, aku akan menghadapi mereka,"dalam hati Masa bicara sendiri, tentang apa yang Mass lihat saat itu.
Lalu Mass melihat jika mereka mulai mendekati cafe, sepertinya mereka akan masuk ke dalam cafe sampai Mass langsung saja bersiap untuk menghadapai mereka. Setelah beberapa saat menunggu mereka pun tiba di depan pintu sampai.
" Tok, tok, tok,"dengan keras mereka mengetuk pintu.
Lalu ada juga orang yang mencoba melihat ke dalam lewat jendela. Maka Mass langsung saja mendekati pintu, sengaja menunggu mereka sampai mereka akan mendobrak pintu.
" Cukup dobrak saja pintu ini, kita paksa masuk,"salah satu pria tersebut bicara seperti itu.
Sampai mereka pun bersiap menendang, mendobrak pintu, lalu dengan cepat Mass membuka pintu sehingga orang yang akan menendang pintu malah terjatuh ke hadapan Mass, dengan cepat Mass langsung saja mematahkan kaki pria tersebut dengan cara menginjaknya dengan sangat keras sampai, pria tersebut tak bisa bangkit kembali apalagi mencoba untuk bertarung. Satu orang sudah tak bisa apa-apa, Mass langsung saja keluar menjauh dari cafe memancing mereka untuk sama-sama menjauh dari cafe, sampai mereka pun benar saja mengikuti Mass dan langsung mengarahkan beberapa pukulan kepada Mass, tapi dengan ilmu bela diri Mass tentu mereka tak akan mudah merobohkan Mass. Sampai terlihat jika Misy, dan teman nya mengikat satu pria yang sudah Mass lumpuhkan lalu membawanya ke dalam gudang.
Mass mengulur waktu sampai Misy kembali siap untuk mengikat, dan menyekap mereka di gudang. Sampai Mass menunggu mengukur waktu belum menghajar pria ini duku, karena menunggu Misy, dan temannya kembali, tapi sudah agak lama mereka pergi Misy, dan temannya belum kembali kemari, sehingga Mass pun harus merasakan tendangannya yang keras mengenai badannya, sampai hampir saja membuat Mass roboh, karena fokusnya terlalihkan oleh Misy, dan temannya yang tak kunjung kembali.
Tapi dengan pengalaman Mass, Mass tentu tak semudah itu di buat roboh di buat pria tersebut. Sampai Mass saat itu bertanya, kenapa Misy, dan temannya belum kembali kemari untuk bersiap mengikat pria ini untuk kembali kami sekap.
" Apa Misy berfikir jika pria ini hanya tinggal seorang jadi aku bisa mengatasinya? karena ini sudah terlalu lama jika aku harus menunggu Misy, dan temannya kembali kemari,"ujar Mass bicara seperti itu dalam hatinya.
Sampai Mass berfikir akan membereskan pria ini sendiri saja, karena jika menunggu Misy Mass takut jika Misy lama untuk kembali kemari lagi. Maka dari itu Mass langsung saja mencoba untuk menghajar pria ini sendirian, dan akan langsung saja membawanya ke gudang bersama teman-teman nya yang sudah kami sekap duluan.
Tanpa lama Mass langsung saja melayangkan beberapa pukulan, mencoba untuk merobohkannya tapi tak semudah itu Mass mendapatkan sebuah perlawanan yang sangat sengit dari pria itu sekarang, sampai beberapa saat Mass akhirnya bisa membuatnya roboh. Tanpa berfikir lagi Mass langsung saja kembali menghajarnya tanpa ampun, dan membuat kaki dari pria tersebut cedera sampai tak bisa kembali untuk bangkit, berdiri.
Sampai Mass bisa membuat dia tak berdaya, hanya merasakan sakit di kakinya yang teramat sakit karena Mass yang sengaja terus saja menghajar bagian kakinya agar pria tersebut tak bisa kembali berdiri, apa lagi melawan Mass kembali. Dengan pria itu yang terus saja meringis kesakitan, Mass langsung saja menyeret, membawa pria tersebut masuk ke gudang di cafe itu. Saat Mass sudah masuk ke cafe dan hendak ingin ke gudang, Mass dibuat sangat kaget karena Mass di tunjukan teman Misy yang sudah tergeletak tak sadarkan diri, Mass langsung saja melepaskan pria tersebut lalu Mass menghampiri teman Misy yang tergeletak pingsan tersebut.
Mass mencoba membangunkannya, tapi teman Misy tak mau bangun Mass langsung saja mengangkat teman Misy mencoba untuk membawanya ke ruang tempat mereka tadi beristirahat.
" Kau tunggu disini, aku akan membereskan jika wanita ini sudah aku simpan di tempat aman,"ujar Mass.
Belum sempat Mass melangkah kembali, tiba-tiba.
" Bagus, pergilah tak apa karena wanita ini akan menjadi b***k ku disini, sepertinya aku akan puas menikmati nya hahaha,"tiba dengan nada yang puas, seorang pria berkata seperti itu.
Mass langsung saja menoleh ke belakang Mass sangat kaget karena saat itu Misy, di bekap oleh seorang pria yang tak lain adalah anak buah Soe yang lain.
" Sialan kau, lebih baik kau lepaskan dia atau kau akan dalam masalah besar,"ujar Mass tegas, mengancam nya.
" Oh aku takut huh. Hahaha. Jika kau pikir aku akan melepaskan wanita ini karena kau mengancam ku seperti itu aku kira itu sia-sia kawan. Jika kau ingin wanita ini selamat lebih baik kau diam dan saksikan, dan sepertinya kau harus membiarkan teman ku lepas, atau aku akan melakukan sesuatu hal kepada pacar mu ini. Daripada aku melepaskanya lebih baik aku menikmatinya saja, sampai aku puas hahaha,"dengan nada mengejek, mengesalkan pria tersebut menjawab seperti itu, bahkan kembali mengancam akan menikmati Misy yang saat itu di cekal dengan kuat oleh pria tersebut.
Mass hanya bisa diam sangat merasa emosi, dengan kuat mengepalkan tangan nya sambil menatap tajam kepada pria-pria tersebut. Tapi saat itu Mass tak bisa berbuat apa-apa karena Mass takut jika Mass bergerak, apa lagi akan menyerang mereka pria itu akan melakukan hal buruk terhadap Misy. Mass sangat bingung saat itu, apa yang harus Mass lakukan.
Lalu dengan perlahan salah satu tangan pria itu tiba-tiba naik, memegang kancing baju Misy seperti mencoba untuk melepaskannya.
" Jika kau melakukan lebih dari itu, aku bersumpah kau akan mati. Hiyah,"dengan marah Mass bicara seperti itu, lalu langsung berlari akan menghampiri pria tersebut.
Baru selangkah Mass tiba-tiba.
" Tunggu,"seseorang tiba-tiba berkata seperti itu.
" Itu, itu seperti suara Nina,"ujar Mass dalam hatinya bingung.
Lalu Mass melihat ke pintu yang menuju akses keluar bagian belakang cafe tersebut, dan ada seorang wanita yang berdiri disana saat Mass lihat dengan lebih jelas ternyata benar saja jika itu adalah Nina.
" Ah Nina kau dat,"
" Aku ambil alih wanita ini, kau hajar pria itu. Dan cepatlah kita tak punya banyak waktu,"memotong pembicaraan Mass, Nina bicara seperti itu kepada pria itu, sambil mengambil alih Misy, dan memegang Misy dengar bahkan membuat Misy tak bisa berbuat apa-apa karena menekuk tangan Misy, dan membuatnya bertekuk lutut.
" Nina apa yang kau,"
" Hiyah, lawan mu adalah aku, jangan hiraukan pacar mu,"
" Mass kau tak perlu mengkhawatirkan aku Mass, aku tak apa-apa. Aaaaaahhhh,"Misy bicara seperti itu, lalu menjerit kesakitan karena Nina yang saat itu memegangnya menekuk lebih keras tangan Misy, sehingga membuat Misy ketakutan.
" Lebih baik kau diam, dan jangan membuat ku mematahkan tangan mu,"ujar Nina dengan suara yang mengancam kepada Misy saat itu.
Mass langsung saja menghadapi pria tersebut, fokus menghadapi pria tersebut terlebih dahulu agar bisa secepatnya menyelamatkan Misy yang saat itu ada di tangan Nina. Mass berfikir entah kenapa tiba-tiba Nina berbuat seperti ini lagi, apa ini artinya meskipun Nina sudah terlihat sangat menginginkan ikatan yang kita buat, apa Nina hanya pintar berpura-pura saja sampai mereka bisa menipu kita semua.
" Aku akan melepaskan teman-teman kita, karena dia bilang mereka di sekap di sebuah gudang di sini kan. Kau jangan sampai mengecewakan ku, hajar dia jika kau mau bunuh saja dia langsung. Kau bisa menikmati wanita ini setelah kau menyelesaikan pria itu,"ujar Nina sambil akan pergi ke gudang sepertinya, karena dia bilang akan melepaskan teman mereka yang sudah berhasil kami sekap.
Di ikuti dengan pria yang sudah aku buat cedera parah di kakinya sehingga dia mengikuti Nina, dengan ngesot di lantai karena tak kuat untuk berdiri, apa lagi berjalan. Melihat hal itu Mass langsung saja mencoba untuk mengejar Nina, tapi seperti tanpa rasa takut yang membuatnya tergesa-gesa karena Mass akan mengejarnya Nina terus saja santai membawa Misy yang di bekap, dan di pegang dengan kuat oleh nya terus menyeret Misy untuk masuk ke gudang.
Tiba-tiba saat Mass sudah beberapa langkah akan mengejar Nina yang menyeret Misy, tiba-tiba.
" Bug, bek, smash,"
Karena Mass ingin mengejar Misy yang Nina bekap, Mass dibuat roboh oleh tendangan pria yang sedang Mass hadapi. Mass hilang fokus menghadapi pria tersebut karena saat itu melihat ke Misy yang Nina seret. Tanpa ampun pria tersebut akan kembali menghajar Mass yang saat itu sedang tergeletak roboh, tapi dengan tubuh Mass yang sudah kuat dengan pukulan, Mass langsung saja menghindar dari tendangan nya dan pukulannya, lalu langsung saja bangkit dan kembali membalas pukulan demi pukulan yang pria itu layangkan. Memang Mass masih belum bisa membuatnya roboh tapi, Mass terus saja mencoba agar secepatnya bisa menghabisi pria ini dan sudah tak sabar menolong Misy yang saat ini di sekap Nina.
Beberapa saat kemudian Mass akhirnya bisa membuat pria ini tak berdaya, dengan kembali membuat cedera yang parah bahkan hampir mematahkan kaki pria itu karena sangat emosi. Mass langsung saja menyeret pria tersebut dan menuju ke gudang, sambil akan menyelamatkan Misy Mass pikir akan menjadikan pria ini tawanan untuk bisa menukar Misy, dengan pria tersebut. Saat Mass sudah akan sampai di gudang Mass melihat jika Nina berdiri di hadapan pintu gudang, tapi tak ada orang lain lagi Misy, tak ada dengan nya saat itu apa lagi pria yang tadi mengikuti Nina.
" Jangan-jangan Misy sudah Nina masukan ke dalam gudang bersama dengan semua pria yang sudah berhasil Mass sekap, dan Misy menjadi b***k untuk mereka semua lecehkan di dalam,"dalam hati Mass bicara seperti itu.
Dengan terbakar emosi menggenggam lebih keras, kaki pria yang sedang Mass seret. Lalu Mass melepaskan kaki pria yang sedang Maas seret dengan wajah yang terlihat sangat emosi, dan marah Mass langsung saja berlari menghampiri Nina. Saat sudah dekat Nina lalu terlihat berbalik melihat ke arah Mass, lalu karena Mass sudah di hadapan Nina, Mass langsung saja mengangkat tangan nya akan menampar Nina tapi saat tangan Mass sudah melayang hampir mengenai wajah Nina tiba-tiba.
" Mass tunggu, jangan,"ujar Misy berteriak sambil mencoba menangkis tangan Mass yang sudah melayang akan menampar Nina.
Untung nya Misy sempat menangkis tangan Mass yang sudah melayang sangat dekat ke wajah Nina, hampir mengenai wajah Nina lalu menghentikan tangan Mass yang akan menampar Misy karena sangat emosi melihat Nina yang berbuat seperti tadi kepada Misy.
" Tahan Mass jangan membuat dirimu bersalah karena kau berbuat hal yang salah kembali Mass. Tahan dirimu, tahan emosi mu Mass, cukup. Dengarkan aku kau tak harus menampar, apa lagi menyakiti Nina Mass karena lihat lah sekarang apa yang Nina lakukan Mass,"ujar Misy seperti menenangkan Mass saat itu.
Terlihat jika Nina saat itu menghampiri pria yang sudah Mass lumpuhkan kembali, lalu menyeretnya, dan membuka pintu gudang lalu dengan sangat mudah melemparkan pria yang Nina seret ke gudang saat itu.
" Lihat Mass, apa yang Nina lakukan hal yang salah Mass?"tanya Misy saat itu.
" Tapi Misy tadi Nin,"
" Aku tahu Mass, aku minta maaf Misy jika aku terlalu keras sehingga melukai mu, karena melakukan akting menyekap mu seperti itu Misy. Mass aku juga minta maaf dengan apa yang aku lakukan tadi, maaf,"ujar Nina memotong pembicaraan Mass, meminta maaf kepada Misy, dan Mass.
" Maksud mu?"tanya Mass bingung.
" Ya Mass tak usah di pertegas, kau benar dengan apa yang kau pikirkan. Pria-pria tersebut tak akan percaya kepada Nina, jika Nina tak berpura-pura seperti itu Mass, jadi Nina harus seolah-olah menyakiti ku agar bisa mengelabui mereka. Dan sekarang ini lah hasil dari drama yang Nina lalukan Mass,"ujar Misy kepada Mass menjelaskan Nina yang pura-pura menyakiti Misy agar pria tersebut percaya jika Nina masih berpihak kepada Soe, dan anak buahnya.
Dengan wajah tak percaya Mass langsung saja memeluk Nina, dan Misy saat itu.
" Terima kasih. Terima kasih Nina, aku sangat bersyukur jika kau tadi hanya berpura-pura untuk mengelabui mereka Nina. Aku sangat kaget dan khawatir karena kau yang tiba-tiba datang dan melakukan hal yang seperti tadi Nina. Aku sangat khawatir dengan Misy karena pria tadi sudah hampir, dan bahkan berencana akan melecehkan Misy Nina. Maafkan aku Nina, terima kasih,"ujar Mass yang memeluk Misy, dan Nina saat itu.
" Sudah Mass tak apa-apa. Aku mengerti dengan apa yang kau khawatirkan Mass. Dan sekarang cukup kita temu kangen Mass kita harus secepatnya kembali ke depan, dan melihat keadaan disana, lalu menyusun rencana kembali sebelum Shelt datang Mass. Karena tadi saat aku masih dikira aku masih ada di pihak mereka, aku bicara kepada pria itu agar menghubungi Shelt untuk menyuruhnya kemari Mass, bilang saja jika disini aku sudah menyiapkan wanita yang bisa di jadikan b***k untuk Shelt, sehingga Shelt mau datang kemari. Jadi sekarang kita harus ke depan Mass lihat Shelt sudah sampai, atau belum kemari. Maafkan aku Mass jika aku lancang malah memancing Shelt kemari, tapi Mass ini semua sudah aku rencanakan dengan Shu. Shu percaya padamu Mass, Shu belum datang kemari entahlah Shu kemana tapi Shu bilang akan datang saat kita membutuhkan nya Mass, dia tak mengatakan apa yang akan dia lakukan terlebih dahulu. Untuk sekarang kita harus fokus saja terlebih dahulu dengan apa yang akan kita hadapi Mass ayo cepat. Misy kau tak apa-apa kan ayo kita harus ikut ke sana, dan menyusun sebuah rencana bersama untuk bisa menghadapi hal yang ini Misy,"ujar Nina dengan terburu-buru menjelaskan apa yang terjadi saat ini, dan mengajak Mass untuk ke depan melihat bagaimana keadaan di depan sana, dan harus menyusun sebuah rencana untuk menghadapi Shelt yang akan ke cafe karena di pancing oleh Nina tadi.
Lala mereka pun langsung saja pergi ke bagian depan cafe, Misy, dan Nina sembunyi tapi di bagian yang tetap bisa melihat ke luar agar tetap bisa melihat situasi diluar. Sementara Mass bersiap kembali di depan pintu untuk mengantisipasi kedatangan Shelt, dan anak buah Soe kembali ke cafe karena Nina bilang Shu menyuruhnya untuk memancingnya ke cafe. Entah apa yang di pikirkan Shu tapi ini adalah rencana Shu tentu saja Mass akan percaya karena apapun rencana Shu itu pasti suatu rencana yang baik untuk Mass, dan semuanya. Sebelum Mass pergi Mass mengatakan jika teman Misy, pingsan dan berada di tempat dimana tadi Misy, dan dia beristirahat.
Lalu Mass langsung saja pergi, mengunci pintu cafe tersebut kembali mengintip, ke arah luar di celah pintu, atau jendela cafe tersebut. Untung mereka langsung saja mempersiapkan diri karena tak lama saat Mass sudah mempersiapkan diri Mass lihat keluar jika ada 2 mobil yang terparkir di depan sana, lalu langsung keluar saat itu Shelt yang memimpin mereka. Mass sangat kaget karena Shelt datang bersama dengan 7 orang anak buah Shelt, Mass hanya bisa tertegun diam melihat itu.
" Shelt datang bersama 7 orang anak buah Soe, bagaimana aku menghadapi ini. Jika hanya 3 orang seperti tadi aku bisa menghadapi mereka, tapi jika 8 orang bersama salah satu teman perguruan ku itu sedikit mustahil untuk ku,"dalam hati Mass berkata seperti itu.
Lalu tanpa berlama-lama mereka langsung saja menghampiri pintu cafe sepertinya akan memaksa masuk ke dalam cafe. Mereka di luar sudah mencoba membuka pintu untuk masuk ke dalam.
" Ada orang di dalam, sebaiknya buka pintunya atau kami akan dobrak,"sepertinya Shelt yang bicara seperti itu.
Mass hanya bisa berdiam diri, dengan wajah sampai ujung kakinya di basahi keringat. Mass tak bisa berkata, apa lagi berbuat apa-apa hanya bisa diam dengan tatapan kosong ke pintu. Mass sangat bingung saat itu dengan apa yang sebaiknya Mass lakukan, jika Mass langsung keluar mencoba untuk melawan mereka yang ada 8 orang apa Mass sanggup, begitu pikiran yang ada dalam pikiran Mass. Tapi saat Mass berfikir seperti itu tiba-tiba, terlintas di pikiran Mass Shu yang saat itu sedang berlatih, dengan sangat lincah lalu dengan gerakan-gerakan yang sudah Mass kuasai. Mass berfikir Shu seperti memberikan sebuah pertanda agar Mass menghadapi mereka, saat Mass berfikir seperti itu Mass merasakan jika apa yang ada dalam pikirannya adalah hal benar, dengan tiba-tiba Mass merasakan sebuah energi yang membuat keyakinannya naik sehingga keraguan dalam diri Mass hilang saat itu juga.
Sampai saat Mass masih berfikir tentang itu, "blag" pintu berhasil dibuka dengan mereka tendang. Saat pintu bisa mereka buka Mass tanpa ragu langsung saja berlari, melompat, menendang mereka sampai Mass bisa menendang, membuat 3 orang tersebut terjungkal terkena tendangan Mass. Setelah itu Mass langsung saja berlari keluar menjauh dari area cafe, berharap mereka mengikuti Mass dan menghadapinya, dan untungnya pikiran Mass benar mereka, bahkan semua termasuk Shelt mendekati Mass ikut menjauhi cafe.
" Tahan. Jangan ceroboh, jangan langsung menyerangnya. Hai kawan ayo ulurkan tangan mu dan kita bisa menjadi partner kembali seperti sebelumnya di perguruan Mass. Kita ini satu perguruan Mass harus nya kita memiliki visi, dan misi yang sama, sekarang aku memutuskan seperti ini harusnya kau mendukung ku ikut dengan ku Mass. Ayo ulurkan tangan mu, dan kita bersama-sama seperti saat di perguruan Shu Mass,"ujar Shu dengan santai menghampiri Mass, sambil bicara seperti itu.
" Tak ada yang harus kita bicarakan, aku tak akan meraih uluran tangan mu, pengkhianat,"ujar Mass tegas menolak Shelt.
" Heh. Hajar, jika bisa tak apa bunuh saja dia,"ujar Shelt saat itu.
LANJUTAN
Lalu mereka berlima langsung saja menyerang Mass yang saat itu hanya sendiri, satu, dua, tiga pukulan Mass bisa hindari dan bahkan Maas bisa menendang, dan memukul 2 orang anak buah Soe yang saat itu menghajar Mass, tapi itu bukan apa-apa karena mereka bisa menendang Mass, dan bahkan merobohkan Mass yang saat itu sendirian. Saat Mass sudah roboh Mass mencoba bangkit kembali, tapi mereka tanpa ampun terlihat akan langsung menghajar Mass yang saat itu roboh, sehingga Mass saat itu langsung saja melindungi dirinya sendiri dengan memeluk kepala Mass. Tapi saat Mass sudah melindungi dirinya, dan menutup matanya, dengan memeluk kepalanya sendiri Mass mendengar.
" Bug, bek, smash,"seperti suara tendangan, dan pukulan.
Saat Mass membuka pelukan tangan di kepalanya, sambil membuka matanya, Mass melihat seseorang dengan kuda-kuda yang siap untuk melawan mereka semua. saat Mass lebih mencoba untuk melihat seseorang tersebut, ternyata benar saja itu adalah Shu yang saat itu dengan sigap menolong Mass yang akan di keroyok.
" Maaf Mass aku terlambat, tapi aku lihat kau tak apa-apa Mass? ayo bangun, ada tugas penting yang harus kita bereskan sekarang juga Mass,"ujar Shu dengan tatapan fokus ke depan melihat orang-orang tersebut.
" Tidak guru kau tak terlambat, kau tepat, bakan sangat tepat. Terima kasih guru,"ujar Mass sambil Mass berdiri, bersiap kembali untuk melawan mereka.
Tapi saat itu Mass lihat jika Shelt, mendekat menghampiri kami.
" Guru, aku mengajak Mass untuk bergabung dengan ku, tapi Mass tak mau. Sepertinya Mass ingin jika kau juga bergabung dengan begitu Mass akan bergabung juga. Ayo lah guru, aku berusaha menjadi orang baik disini, dan sekarang aku kembali mengulurkan tangan ku dan aku ingin kalian bergabung dengan ku, ayo,"
" Mass kuda-kuda siap, hiyah,"memotong pembicaraan Shelt saat itu Shu langsung melempar Mass ke arah mereka semua tujuan nya adalah melakukan serangan kombinasi.
Dengan langsung menyerang Shelt, dan teman nya itu berarti Shu dan Mass menolak keras apa yang Shelt ajakan kepada kita. Lalu setelah itu apa lagi, kita langsung saja menghajar mereka semua tanpa menghiraukan apa yang Shelt katakan. Saat itu mereka semua langsung turun untuk ikut serta dalam pertarungan begitu pun Shelt, Mass sangat marah kepada Shelt sehingga Mass langsung saja mencoba untuk menghajar Shelt, tapi itu tak mudah karena Shelt di kawal 3 orang temannya, sehingga Mass tak mudah untuk bisa mengenai Shelt malahan, Shelt berhasil menendang Mass sehingga Mass terpental karena pukulannya.
" Mass berfikir lah, kau tak akan menang jika seperti itu,"ujar Shu yang saat itu melawan 4 orang teman Shu saat itu.
Mendengar Shu bicara seperti itu Mass langsung saja menghampiri Shu yang saat itu sedang menghadapi 4 orang tersebut. Tapi Shelt dan 3 temannya tak tinggal diam mereka juga sama langsung bergabung bersama 4 orang temannya untuk mengalahkan Shu, dan Mass yang saat itu hanya ada 2 orang.
Tapi Mass berfikir tak apa-apa, karena Mass yakin dengan hanya 2 orang yang melawan 8 orang dengan Shu yang menjadi partner Mass saat ini melawan Shelt, Mass yakin jika kemampuan Mass akan berguna dan bisa memenangkan pertarungan ini bersama Shu.
" Mass bersiap keras lah, hiyah,"ujar Shu tegas.
Lalu Mass, dan Shu langsung saja menyerang mereka semua. Sehingga tak lama kemudian Mass, dan Shu bisa merobohkan 2 orang teman Shelt, seperti biasa Mass akan mencoba untuk membuat cedera yang lebih parah dari biasanya agar teman Shelt yang sudah roboh tak bisa kembali melawan Maas, dan Shu tapi usaha itu gagal karena Mass langsung saja mendapatkan perlawanan dari Shelt dan temannya yang lain sehingga Mass terpental terkena tendangan dari Shelt, dan temannya. Shu dengan sigap langsung saja menangkap Mass agar Mass tak roboh.
" Aku mengerti apa maksud mu Mass, tapi ini akan lebih sulit dari tadi Mass, terus lah bekerja sama sehingga kita bisa menang melawan mereka Mass,"ujar Shu sambil berfikir, berkata seperti itu kepada Mass.
" Ya guru, maafkan aku, aku ceroboh,"jawab Mass menyesal.
" Tak apa Mass, ayo fokus lah kembali mereka datang,"berkata seperti itu Shu langsung saja mengangkat Mass sehingga Mass bisa menendang kepala mereka.
" Bagus Mass itu yang aku sebut fokus, ayo,"ujar Shu sambil kembali menyerang mereka.
Lalu tanpa berfikir Mass langsung saja ikut menyerang mereka semua, Mass menghajar 2 orang yang barusan terkena tendangan Mass, sepertinya tendangan yang baru saja Mass lakukan itu membuat mereka masih merasa pusing dan kurang fokus untuk terus melawan Mass, Mass melihat jika 2 orang tersebut seperti orang mabuk, karena mereka yang terlihat masih saja sempoyongan sehingga Mass memanfaatkan kesempatan ini dan langsung saja menghajar mereka kembali meskipun ada 2 orang teman mereka yang seperti menjaga mereka, Mass tak hiraukan itu.
" Bukan Shelt yang menjaga mereka sepertinya aku bisa melewati hadangan 2 orang ini, dan membuat mereka cedera lebih parah,"ujar Mass dalam hatinya.
Karena disini yang lebih harus diperhitungkan adalah Shelt, dia lah yang sangat berpengaruh disini, sehingga jika bukan Shelt yang Mass hadapi Mass bisa membuat cedera yang lebih parah terhadap orang yang tadi sudah terkena tendangan Mass. Dan benar saja Mass bisa melewati 2 orang yang menghadang Mass tersebut, lalu Mass menghajar 2 orang yang sudah Mass tendang tadi sampai mereka berdua tak dapat kembali bangkit apa lagi melawan Mass kembali. Tapi meskipun Mass berhasil membuat 2 orang tersebut lumpuh, tak dapat kembali mencoba bertarung melawan Mass, tetap saja Mass mendapatkan pukulan dan tendangan di badannya karena 2 orang yang sudah sudah bisa Mass lewati tadi kembali bangkit dan langsung menyerang Mass, dan karena Mass fokus terhadap 2 orang lagi yang mass buat cedera lebih parah, Mass jadi tak fokus terhadap 2 orang yang sudah Mass lewati tersebut sehingga mereka bisa mendaratkan serangan yang mengenai tubuh Mass sehingga Mass terjungkal, roboh saat itu.
Tapi dengan sigap Mass langsung kembali berdiri dan melawan mereka kembali Mass melihat jika Shu juga menghadapi lawan yang berat, karena bilang saja jika Shelt sudah berpengalaman, tapi bukan itu yang menjadi kesulitan Shu tapi teman Shelt lah yang menjadi kesulitan Shu, Shelt bisa mudah menjadi pengeksekusi teman Shelt yang mengalihkan perhatian Shu, lalu Shelt bisa menjadi senjata terakhir untuk bisa menyerang Shu sehingga mengenainya. Lalu karena sepertinya Mass tak akan mengalami kesulitan yang sangat, Mass langsung saja mencoba untuk merobohkan 2 orang yang menjadi lawan Mass saat ini agar bisa langsung menolong Shu melumpuhkan Shelt dan teman-temannya lagi.
Sampai tak lama kemudian Mass benar bisa mengalahkan 2 orang yang menjadi lawan Mass saat itu tanpa kesulitan yang sangat, setelah membereskan 2 orang tersebut sehingga tak bisa bangkit untuk melawan Mass kembali, Mass langsung saja menghadapi Shelt dan 3 orang temannya lagi yang sedang menjadi lawan Shu saat ini. Saat itu Mass berada agak jauh dari posisi pertarungan Shu, dan Mass melihat jika saat itu perhatian Shu teralihkan karena melawan 3 orang teman Shelt sehingga Shelt bersiap dengan tugas nya sebagai pengeksekusi yang siap menyerang Shu, dan pasti kena karena Shu terlalu fokus terhadap serangan teman-teman Shelt saat itu. Sehingga tanpa berfikir Mass langsung saja berlari menghampiri Mass, sampai untungnya Mass sempat memotong serangan Shelt yang akan mengenai Shu, dengan menendangnya Mass bisa membuat serangan Shelt kepada Shu sia-sia, karena Mass yang saat itu menendang Shelt sampai membuat Shelt terjungkal saat itu.
" Terima kasih Mass kau bisa memanfaatkan waktu dengan baik, jangan banyak bicara lumpuhkan mereka semua,"ujar Shu dengan langsung kembali menghajar mereka.
Tanpa bicara kembali Shu langsung saja menghadapi 3 orang teman Shelt sementara saat itu Mass menghadapi Shelt.
" Terima kasih Shu, kau sepertinya tahu apa maksud ku, dan memang inilah yang aku inginkan Shu. Bertarung 1 lawan 1 bersama Shelt,"ujar Mass dalam hati.
" Jangan senang dulu Mass, karena sekarang aku akan mematahkan leher mu. Tapi sebelum aku melakukan itu,"
Mass langsung saja berlari melayangkan serangan kepada Shelt yang saat itu sepertinya akan mengajakannya kembali untuk bergabung bersama Shelt, tapi Mass langsung saja menjawab dengan sebuah serangan, mengisyaratkan jika Mass sangat menolak apa yang Shelt tawarkan kepadanya. Saat itu dengan sangat lihai Mass, dan Shelt saling jual beli serangan, sampai kejadian kali ini seperti saat berlatih di perguruan mereka saling jual beli serangan tapi bedanya dulu mereka bertarung untuk berlatih, tapi sekarang mereka bertarung untuk tujuannya masing-masing. Mass bertujuan mengambil hak Shu yang sudah Shelt ambil paksa, sementara Shelt berniat untuk terus mempertahankan apa yang Shelt telah ambil dari Shu, dengan pikirannya yang sudah jahat.
Sampai pertarungan tersebut terjadi sangat seru, Shu saat itu sudah selesai membereskan 3 lawannya, tapi Shu tak ikut untuk menyerang Shelt. Shu mengerti dengan sangat apa yang Mass inginkan sehingga Shu hanya diam saja tak menghampiri Mass.
" Aku percaya padamu Mass, aku yakin ini yang kau inginkan, aku tak akan mengganggu mu Mass,"ujar Shu dalam hatinya.
Sampai Mass, dan Shelt terus saja jual beli serangan bahkan sampai mengakibatkan Mass sesekali terjungkal terkena serangan Shelt, tapi Shelt pun sama dengan Mass sesekali terjungkal terkena serangan Mass. Sampai Mass memiliki dendam yang sangat membara dalam hatinya, Mass bertarung dengan amarah, dan dendam yang penuh dalam hatinya, sampai tiba-tiba Mass berhenti.
" Keluarkan semuanya, keluarkan dan buang, biarkan, biarkan mereka pergi, lepaskan, itu tak akan membuat mu merasa baik, tapi dengan melepaskan mereka lah kau akan merasa baik
Lebih baik dari kondisi mu yang sekarang,"Mass tiba-tiba ingat dengan perkataan itu dalam pikirannya.
Sampai Mass saat itu berhenti berlari akan melayangkan pukulan terhadap Shelt Mass diam dan menenangkan dirinya. Melepaskan kembali dendam, dan amarah yang Mass rasakan, Mass sudah melepaskan semua perasaannya di tempat meditasi dan sekarang Mass harus kembali melepaskannya lagi agar Mass tak dikuasai oleh amarah, dan dendam yang bisa membuatnya kehilangan fokus dalam dirinya.