Upacara di dalam ruangan Auditorium itu berlangsung dengan meriah. Semua bertepuk tangan melihat siapa pejuang-pejuang mereka yang kini berdiri di depan mereka. “Kau lihat itu? Gadis itu sangat cantik!” guman Calvin, dia juga ikut dalam upacara besar FBI itu. “Aku tahu!” guman Leo malas. “Dia siapa ya?” kekeh Calvin senyum-senyum sendiri. “Dia kekasihmu, pacarmu, belahan jiwamu, Calvin.” Christ dan Leo berteriak keras, benar-benar malas dengan sikap Calvin yang memuakkan. “Benar…dia pacarku!” Calvin lekas menuruni anak tangga begitu upacara bubar. Dia lekas memeluk Cally tanpa meminta izin dulu. Calvin mendapati sebagai memorinya yang terhapus, sekalipun itu menyakitkan, namun dia senang mengingat kembali memori itu. “Selamat, Cally. Kau membuatku bangga denganmu!” “Kau juga!” bis
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


