Suara hewan malam terdengar bersahutan. Saking takutnya, Gerakan-gerakan di semak belukar terasa bagaikan suara yang dihasilkan dari seseorang yang tengah mengintai mereka. Sukma bangkit dari duduknya, Pria itu maju beberapa langkah mengamati sekeliling. Mata elangnya menjelajah dan menangkap siluet seseorang mendekat. “Lihat arah jam sembilan!” ucap Sukma membuat semua orang kompak menoleh pada arah yang diucapnya. Terlihat dua orang berjalan beriringan. Di bawah cahaya bulan malam ini, mereka hanya dapat melihat postur tubuh kedua orang tersebut. Wajahnya masih sangat samar untuk dipandang. Gadi spontan berdiri. “Waspada. Siapkan senjata kalian!” Yohan segera mencegah Gadi sebelum pergi terlalu jauh. “Ndan, selain Mayit. Ada juga perompak manusia. Berhati-hatilah, mereka lebih berb

