Setelah semalaman suntuk Nada merenung di dalam kamar kosnya yang cukup sempit dan sederhana. Dia memutuskan untuk tidak terlalu mengharapkan impian yang dirasa kelabu. Dia kembali untuk menghadapi hidup yang terjal seperti yang biasa ia jalani. ‘Aku akan tetap menjadi diriku sendiri! Nggak semua orang bisa suka sama aku, tapi paling nggak, kalau aku sendiri merasa nyaman, walaupun mereka membenci, aku tetap bisa menikmati hidup yang aku jalani,' Nada menghela napasnya melega. Gadis itu kembali memiliki rasa percaya diri seperti ketika dia pertama kali menginjakkan kaki di kota metropolitan. Suara bel berbunyi, pertanda jam kuliah Nada sudah selesai siang itu. Dia pun berencana untuk kembali bekerja di katering Ibu Irma besok lusa. Sedangkan waktu senggang setelah selesai jadwal kuliah h

