Meja makan sudah siap dengan hidangan paginya. Sesosok pria tinggi dengan penampilan sempurna untuk berangkat ke kantor duduk di salah satu kursi. Dasinya sudah terpasang. Jasnya masih dibawakan seorang asisten rumah tangga yang sedang berdiri di sampingnya untuk menunggu selesai sarapan. Bella berjalan mendekat. Ditundukkan wajahnya pertanda ia begitu hormat pada pria yang menjadi majikannya. “Maaf tuan Rasha, Nyonya muda masih sangat pulas tidurnya. Saya sulit untuk membangunkan,” terang Bella. Rasha menarik nafas dalam. Dilihat jam tangannya dalam sepersekian detik. ‘Memangnya gadis itu mau bangun jam berapa sih!’ keluh Rasha dalam diam. Ia kemudian memalingkan wajah menatap Bella. “Apa ia sesulit itu untuk dibangunkan?” “Iya Tuan! Nyonya tampak capek sekali.” Rasha terpaksa meng

