Bagian 135

1688 Kata

*** PRANG! Arunima menoleh kaget, setelah sebuah gelas di pojok meja kompor, tidak sengaja tersenggol oleh siku tangannya. Jatuh terburai di atas lantai, pecahan gelas tersebut ke mana-mana—membuat Arunima diam sejenak, dengan perasaan shock. "Bu, apa yang pecah?" Arunima mengangkat pandangan, lalu mendapati Mbak Retno berdiri tidak jauh darinya. "Gelas, Mbak," ucapnya. "Enggak sengaja kesenggol barusan sama saya." "Ya ampun, Ibu mundur kalau begitu. Biar saya yang bereskan," ucap Mbak Retno sigap—membuat Arunima manut untuk mundur. "Ibu pake sendal, kan?" "Pakai, Mbak," ucap Arunima, sambil menunduk—memandang sendal rumah yang dia kenakan. Masih larut dalam kekagetan, untuk beberapa saat yang dia lakukan adalah mengawasi Mbak Retno. Tidak berkata apa pun, Arunima benar-benar diam,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN