Mike mengayunkan kapak dengan cat merah diujungnya. Kapak yang seharusnya untuk membelah kayu itu justru dipergunakan untuk membelah dinding yang terbuat dari bongkahan batu besar. Melia yang berdiri di samping Mike memandang sanksi apa yang dilakukan adiknya itu bisa berhasil. Kapak diayunkan sangat kencang ke arah dinding. Namun sayangnya, kapak tajam tersebut justru patah. Gagang kayu dengan kepala kapak yang tajam itu terpisah. Kepala kapak terpental dan berputar. Nyaris saja kepala kapak yang terlempar itu mengenai kepala Melia. Melia segera merunduk. Kepala kapak terbang melewatinya dan kemudian membentur perabotan cangkir dan teko porselen klasik yang terpajang di hambalan kayu di dinding. “Praaang!” Suara perabotan pecah belah terdengar dan kemudian menggema. Suara pecahan ba

