“Kenapa melamun?” tegur Beni saat menatap Alice yang terdiam termenung. Alice terkesiap ketika ditegur. “Aku ... aku merasa tidak nyaman ditatap oleh Jack tadi.” “Jack memang begitu kan ... Tatapannya antagonis dan anehnya aku tidak menyadari jika dia bukan pamanku. Padahal paman Gabriel selalu bersikap lembut dan tidak pernah bertindak kasar.” “Ya, memang kamu aneh. Harusnya kamu bisa menyadari yang mana Paman Gabriel yang asli atau bukan.” “Mana aku tahu, jika ada seseorang yang menyamar menjadi Paman Gabriel.” Alice menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. “Kita harus segera menemukan Paman dan Bibi,” ujarnya sembari menatap pintu kamar lemari pakaian yang ada di depannya. “Mungkinkah, Jack dan Melia akan kembali ke sini?” Alice menggeleng. “Sepertinya mereka tidak ak

