Tetap Sembunyi

2155 Kata

Sinting memang. Itu satu-satunya kata yang terlintas dalam benak Khayra saat ia mulai mengemasi barang-barangnya dan melangkah diam-diam keluar dari kamar. Tapi ia tak peduli lagi. Ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada logika. Sesuatu yang mendesak dari dalam d**a, seperti dorongan tak tertahankan untuk melakukan sesuatu. Ia tak bisa tinggal diam. Tak malam ini. Bukan setelah rasa gelisah ini menggerogoti pikirannya berhari-hari, bahkan bermalam-malam tanpa tidur. Ia pamit hanya lewat pesan. Tidak berani membangunkan Bu Nyai dan Pak Kyai. Mereka sudah cukup banyak menolong, memberikan tempat, ketenangan, bahkan doa. Tapi malam ini, ia merasa harus pergi tanpa banyak penjelasan. Ia tak ingin membangunkan orang-orang yang baik hati itu hanya demi menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN