RENCANA (1)

1237 Kata

Jangan pernah bangunin macan yang sedang tertidur, sebelum kamu di terkam tiada ampun. ---- Seorang lelaki duduk di atas kursi, di gudang sekolah Cyber tak jauh dari taman dekat belakang sekolah. Keadaan di sana gelap serta sunyi. "Apa yang bakal lo lakuin lagi ke depannya?" Tanya seorang perempuan berambut sepunggung itu--Tessa. Yang di tanya tersenyum sinis, kakinya yang tadinya bersilang, langsung ia turunkan. Tampaklah wajahnya yang tampan, tampak begitu polos tapi sangat berbahaya. Lelaki itu membuang putung rokoknya, lalu menginjaknya. Kedua tangannya memangku wajahnya. "Gue Deno Wijaya, gak ada yang bisa nandingin gue." Deno, yang selama ini memperangkap Raya dalam tiap jebakan-jebakannya. "Saat di Gramedia, bukan Rino yang berhasil menggoreskan pisau di tangan Raya, TAPI G

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN