Leon “Pak setengah jam lagi meeting akan di mulai,” kata Devi dari sambungan telepon. “Oke sebentar lagi aku akan segera bersiap,” balasku sembari mengakhiri sambungan telepon kantor. Sebuah notifikasi pesan masuk di ponsel milikku. Aku segera membukan ponselku melihat siapa yang mengirimi aku pesan. Biasanya sih Raina akan mengirim pesan hanya sekadar memberikan info tentang kesehariannya di rumah saja. Aku melotot setelah melihat isi pesan dari Raina. Dia mengatakan bahwa di tempat Mama mengadakan arisan, dirinya bertemu dengan Azzam dan leleki b******k itu telah menyakiti Raina. Sungguh rasanya aku sama sekali tidak mampu bisa berpikir jernih lagi. Konsentrasiku pecah ke mana-mana, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Raina memintaku untuk segera menemuinya di depan kantor.

