Si Gagal Move On

1204 Kata

Raina . . Ketika menunggu Leon membayar makanan kami, aku memutuskan untuk menuggunya di pintu keluar. Yah tujuannya biar kami segera pergi setelah selesai. Aku melangkah perlahan menuju pintu keluar. Namun langkah kakiku terhenti ketika suara yang begitu familiar menyapa telingaku. “Hai Beib,” sapa seseorang tanpa ku lihat dia aku sudah tahu siapa pemilik suara ini. Deg “A ... Azzam?” kataku tertahan. “Bagaimana? Apakah kamu bahagia bersamanya? Jika tidak segera katakan kepadaku agar aku bisa segera menjemputmu, kembali ke singgasana hatiku,” ujarnya. Hah ... Apa yang baru saja dia katakan? Singgasana hatinya, apakah dia waras dan sadar ketika mengatakannya. Kemana saja dia setelah sekian lama pergi, dan kini seenak hatinya mengatakan hal-hal bodoh ini. “Cukup Azzam, kita su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN