Raina . . “Aaaaa!” aku terperanjat setelah membuka bungkus kado itu. Bagaimana tidak, melihat isinya saja sudah membuat bulukuduk-ku merinding. Seekor kelinci yang sudah mati yang dipenuhi darah di sekujur tubuhnya. Aku juga melihat foto Leon di dalamnya dengan tulisan ‘Mati’ Bahkan seketika itu juga kotak itu sudah tergeletak di lantai. Dengan cepat aku berlari ke dalam pekukan Leon. Leon memegang pundakku sembari berkata. “Kamu masuk dan kunci pintu!” ujar Leon. “Tap.” “Cepat!” potongnya. Aku segera masuk mengikuti perintah Leon tentunya. Aku melihat Leon dari balik tirai jendala. Dia mengejar orang yang ternyata mengintai kami. Ya Allah semoga engkau selalu melindungi suamiku. Kenapa masalah selalu saja datang menghampiri kami, secara terus menerus. Siapa lagi yang menaru

