Raina . . Ketika kami mulai berbelanja, mama seperti melihat orang yang dia kenal. Akupun juga merasa jika wanita yang ditunjuk oleh Mama sangat familiar olehku. Kami memutuskan untuk berjalan mendekatinya, hingga Mama menyapa wanita itu terlebih dahulu. “Asih?” sapa Mama kepada wanita yang memang adalah Ibu Asih pengurus panti. “Farida?” balas wanita itu. “Apa kabar? lama nggak bertemu. Kamu makin cantik aja. Eh ini kenalin mantu aku,” kata Mama “Ibu?” kataku sedikit terkejut. ternyata Mama dan Ibu Asih saling kenal. “Loh Raina?” kata bu Asih heran ketika melihat aku dan Mama bersama. “Kalian ... saling kenal?” tanya Mama sembari melihat kami secara bergantian. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum. “Raina ini sudah aku anggap sebagai anakku sendiri lho ... Syukur deh Ra, ib

