Wanita Mana

2130 Kata

Saat pesawat lepas landas, perasaan tanpa arah kurasakan ketika aku duduk di kursi pesawat dan menutup wajahku dengan sweater yang ku bawa. Ingin menangis, tapi tak kulakukan. Bertemu dengan ibuku adalah kebahagiaan yang tidak pernah ku duga. Tapi, tahu jika ibuku hidup bersama dengan seorang pria yang tak bermartabat seperti itu. Membuatku tampak kasihan pada ibuku, meski hidupku menyedihkan, tapi setidaknya aku tidak hidup menutup mata untuk bertahan dengan pria tak bermoral seperti itu. "Nona, apa Anda memerlukan sesuatu untuk Anda makan?" pertanyaan dari seorang Pramugari membuatku terpaksa membuka penutup wajah dan mengangguk. "Apa saja yang kalian miliki," balasku. "Baiklah," angguknya. Perjalanan cepat dan tidak memakan waktu, aku sudah sampai di bandara dari Pekan Baru ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN