Bab 52

1879 Kata

 Jingga  Juan  Ari  Andre  Bagas Bab 52 Tepat dua jam sebelum malam menyapa, Jingga telah bangun dan kini telah duduk di ranjangnya. Tentu saja Juan ada di dalam ruangan yang sama dengannya. Didepan Jingga sudah ada berbagai jenis makanan yang tentu saja rasanya tak ada yang pedas. Juan tau jika gadisnya tak menyukai rasa pedas. Jingga tersenyum saat Juan membuka satu persatu bungkusan plastik yang ia bawa tadi. Jingga cemberut, ia sadar jika selang infus masih ada di punggung tangannya. "Jingga boleh makan selain masakan rumah sakit?" Ucapnya dengan sedikit nada memohon. "Boleh, gue udah tanya ke dokter" "Bakpao nya keliatan enak, jadi pengen makan langsung" ucap Jingga. "Kenapa harus ngomong? Tinggal makan aja" sahut Juan. Cahaya sore menelusup di celah gorden ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN