Bab 46

1193 Kata

 Juan Bab 46 Menangislah~  Bel istirahat ke-dua telah berbunyi satu menit yang lalu, bagi sebagian besar siswa-siswi istirahat ke dua bertanda harus mengisi perut dengan nasi. Sudah banyak yang mengantri hanya untuk mendapatkan makan siang. Tak terkecuali Jingga, ia memegangi secarik kertas yang biasa disebut tiket makan. Memang, hanya sebagian siswa-siswi yang memiliki nya karena sebagiannya lagi memilih membeli makan sendiri dikantin. "Maju dong! Sempit nih!" Jerit salah seorang siswi yang berada di tengah-tengah antrian. "Sabar dong! Semuanya juga sempit kali bukan Lo doang!" Balas Anis kepancing emosi karena ia juga didorong-dorong agar cepat berjalan kedepan. "Anis gak usah di bales, nanti malah panjang ceritanya!" Ucap Jingga yang baris didepan Anis. Bahkan sesekali Anis m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN