Dari pegungan dengan gletser es, mereka beralih ke jalanan kota Toronto. Mereka singgah mengambil barang. Apartemen sepi. Tempat dimana Devan menghabiskan waktunya selama hampir tiga minggu. Akhirnya Sakura kembali bersamanya. Perempuan yang ia nantikan kini luluh. Mereka memesan taksi, di perjalanan Sakura membuka ponselnya. Ia membuka berita-berita. Dirinya malah dipuji. “Kok bisa?” tanyanya pada Devan yang setengah mengantuk. “Itu karema mereka tahu kau bukan orang jahat, Ra.” “Begitu?” tanya Sakura bingung. Devan mengangguk. Sakura kembali memandang layar dihadapannya. Dibacanya judul berita itu dalam hati. SAKURA PANTASKAH UNTUK DEVAN? Sakura melihat isi berita itu. Pujian demi pujian. Prestasinya di sekolah dan proses bagaimana dia menemani Devan waktu mereka masih

