DEVAN POV : Pagi yang cerah, sekarang aku mencari cara bagaimana caranya menemui Sakura hari ini. “Alasan apalagi?” tanyaku pada Mathew. Mathew memutar bola mata. “Memangnya kau harus tiap hari ketemu?” Kantuk menghampirinya, semalam suntuk ia kerjakan tugas yang dosennya berikan sebulan yang lalu. Aku menghela napas berat, ikutan stres melihatnya. Untungnya aku tak pilih lanjut kuliah, buat apa juga? Mataku mengarah ke langit setelah kubukai tirai berwarna krim. “Ya, aku akan membawanya cepat-cepat ke Indonesia. Cuaca di luar sedikit cerah, matahari muncul walau hanya sebentar. Sebelum akhirnya salju turun lagi. Ponselku berdering. Seseorang menghubungiku, rupanya Andi. “Ada apa An?” tanyaku. Pagi-pagi buta kau meneleponku. “Pagi-pagi buta? Disini sudah jam setengah delapa

