I travel a thousand miles, just so I can see your smile, feel so far away, when you cry, 'cause home is in your eyes. [Home is in your eyes.] • • • "Re?" "Kamu?" Renat menatap lelaki di depannya dengan tatapan tidak percaya. Kantuknya menguap begitu saja entah kemana. Sedang jantungnya menggila seperti akan lepas dari tempatnya. Seperti mimpi, seorang lelaki yang selalu bersemayam di dalam pikirannya, kini berganti berada tepat di hadapannya. Renat memperhatikan wajah lelaki di hadapannya lebih seksama, dan ia berhasil mengambil sebuah kesimpulan. Bahwa laki-laki ini, tumbuh dan hidup dengan amat baik. Tapi setelahnya ia buru-buru membuang muka, sebab rasa malu tiba-tiba menyergap. Renat merasa, bagaimana pula ia dapat bersanding pada laki-laki yang kini tumbuh semakin rupawan. Kepal

