49 - Cerita Mama

876 Kata

"Re minta maaf, Ma. Re sayang mama, tapi juga sayang Abi." "Re, udah ya, kita lanjut bahas ini kapan-kapan. Mama nggak mau liburan kita hancur karna kamu ngambekin mama." Renat masih setia mengangguk dalam pelukan hangat tersebut. Benar-benar tidak seharusnya dia berlaku kasar kepada sang mama. Bagaimana nanti bila mamanya sudah tidak ada dan dia hidup sendiri? Apa Renat bisa? Dia sendiri pun tidak yakin. Belaian lembut di kepala Renat akhirnya terhenti sebab perempuan satu itu memilih memisahkan diri. Dengan senyum tipis sambil memikirkan Pion, Renat berjalan bersebelahan bersama sang mama sebab sudah waktunya untuk meninggalkan kampung tersebut. Renat menoleh sesekali, melihat bocah-bocah yang tengah menatapnya dengan sinar mata tak terbaca. Harapan Renat hanya satu, bahwa suatu saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN