Renat berjalan ke depan sekolah dengan jantung berdetak tidak biasa. Pasalnya, Abi memaksa Renat agar pulang bersama. Walau Renat sudah menolak dan mengatakan bahwa sang mama akan menjemputnya. "Mama jemput kok, Bi," ujar Renat seusai zuhur di masjid sekolah. Abi yang juga usai melakukan kegiatan salat menjawab, "Nggak apa-apa. Kamu sama aku, jadi mama kamu nggak perlu repot-repot." Renat menghela napas, menatap Abi yang kini sibuk mengacak rambutnya yang masih sedikit basah. Renat bukannya ingin menolak, hanya saja dia merasa malu akan keadaan seperti ini. Terlebih, status Abi yang sudah kembali sendiri. "Kamu aman sama aku, Renata." Abi tersenyum dan terkekeh, lalu spontan mengacak rambut Renat dan berlari lebih dulu, entah kemana. "Jantung gue!" Renat meletakkan tangan di depan d**

