Renat melangkahkan kaki dengan gusar menuju ruang kelasnya. Pasalnya, sekolah sudah sepi karena jam pelajaran sudah dimulai sejak satu jam yang lalu. Renat lupa bahwa hari ini seharusnya dia pergi dengan angkutan umum karena sang mama masih kelelahan. Renat juga sudah berusaha menghubungi Abi namun nihil, lelaki itu sama sekali tidak memberi respon. Hasilnya seperti inilah, setelah setengah jam menghabiskan waktu untuk membersihkan aula yang tidak terlalu kotor, Renat dapat terbebas dari hukumannya. Ketika membersihkan aula pun, perempuan satu itu masih sanggup membayangkan masa dimana ia dan Abi dihukum bersama. Kala pertama kali Abi memberikannya tumpangan dan perlahan berganti sikap pada Renat. Renat kembali fokus, menatap pintu kelasnya yang tertutup dan mencoba membukanya dengan pe

