Bian menatap pintu ruangan kerja Papanya, Yusak. Walaupun, dia enggan untuk bertemu Papanya, tapi demi melindungi wanita yang dicintainya, dia akan melakukannya. Widi membukakan pintu untuk Bian dan mempersilahkan anak tuannya masuk ke dalam ruang kerja. Sekarang Bian sudah berada di depan Yusak. Saling bertatapan tanpa bicara, tapi saling mengerti kalau mereka memiliki satu sama yang lain. "Apa mau mu?" tanya Yusak. "Papa tentunya tau tentang apa maksudku bertemu Papa," ujar Bian. "Masalah para wartawan? Apa masalah banyak orang tau kalau kamu berhubungan dengan seorang janda? Apa kamu malu sekarang?" Yusak mengejek Bian. "Berarti benar dugaanku kalau papa dalang dibalik semua masalah ini. Papa memang hebat." "Kamu memang anakku yang pintar. Tak percuma aku memiliki anak sepe

