Bab 2 Jaga dia, gantikan aku.

1016 Kata
Aksa hanya menatap gadis yang ada di depannya itu dengan seksama karena menurut lelaki itu sang istri baru terlihat cerewet saat itu dan Aksa ingin merekam dalam memori oraknya untuk pertama kali kecerewetan Kyara. "Terus-terus?" tanya Aksa lagi. "Dah Mas, nggak ada terusan!" sahut Kyara kemudian. "Yaudahlah, emb... aku mau keluar Kota, dan... lumayan lama, mungkin satu mingguan lebih. Kamu ikut ya?" ucap Aksa lemudian yang saat itu segera membuat Kyara terdiam. "Kemana?" tanya Kyara. "Udah ikut aja!" balas Aksa lagi. "Kalau begitu, harus bawa pakaian ganti dong mas?" tanya gadis itu lagi. Dan Aksa pun mengangguk. "Ya kamu siap-siap aja, lusa kita berangkatnya. Ini aku masih nyelesaikan kerjaan aku dulu. Baru ngurus itu." Balas Aksa kemudian. Kyara pun mengerti. Gadis itu segera menyiapkan makanan untuk AksA di sana. Dan setelah itu Kyara masuk ke dalam kamar untuk menyiapkan semua nya yang lusa akan ia bawa, tetapi saat itu ia mendengar bunyi ponsel suaminya yang ada di atas pembaringan. Kyara pun segera mengambil ponsel tersebut. Lalu menatap sekilas layar ponselnya sebelum memberikan ponsel itu kepada sang suami, ternyata di sana adalah Ibu dari Aksa. "Perasaan aku belum pernah ketemu sama Ibunya mas Aksa deh?" ucap dalam hati Kyara saat itu. Kyara pun segera keluar kembali dari kamar lalu memberikan ponsel itu kepada suaminya yang masih setia duduk di kursi meja makan. "Mas ada telpon dari Ibu..." ucap Kyara pada suaminya. Sembari mengulurkan tangan yang memegangi ponsel dan memberikannya untuk Aksa. Lelaki itu pun lalu menerimanya. "Makasih ya Ra..." ucap Aksa kemudian. lalu Aksa mengangkat panggilannya setelh Kyara pergi dari sisinya. "Halo Bu, ada apa? Aksa sibuk Bu..." ucap Aksa pada Ibunya. "Kemarin Ibu sudah meminta Selena untuk menemui kamu di salah satu kafe. Kenapa kamu tidak datang? Selena menunggu kamu cukup lama di sana." ucap Ibu Aksa pada anak lelakinya. Dimana Aksa adalah anak satu-satunya yang orang tuanya miliki. "Bu, Sudah aku bilang berkali-kali Aksa sudah menikah Bu, aku harap Ibu mengerti dan bilang pada Selena untuk mengubur keinginannya bersama dengan Aksa, karena itu sudah tidak mungkin." Ucap lelaki itu kemudian dan samar-samar Kyara pun bisa mendengarnya. Aksa yang menyadari jika kamar dan juga ruang makanya tidak terlalu jauh segera beranjak dari duduknya dan pergi keluar dari rumah untuk melanjutkan perbincangan. "Kamu tahu kan Aksa, ibu dan ayah tidak pernah setuju jika kamu menikah dengan Kyara hanya karena sebuah wasiat dari sahabat kamu. Memangnya kamu itu siapanya? saudara bukan! ngapain kamu juga mengikuti wasiatnya segala? udah dewasa juga kan dia, bisa lah menjaga dirinya sendiri. Jika kamu mau berpisah dengannya, ibu dan ayah malah akan membantu untuk merawatnya. Jadi ibu harap kamu tidak bodoh karena kamu sudah dewasa, kamu patut mendapatkan kebahagiaan kamu sendiri dan tidak melanjutkan hubungan dengan istri orang yang sudah meninggal." Ucap Ibu Aksa kemudian. "Tidak Bu, Ibu tidak tahu sedekat apa aku dengan Yoga. Harusnya Ibu paling tahu, jika Yoga pernah menyelamatkan aku. Coba Ibu pikir, bagaimana saat itu ketika Yoga tidak mempertaruhkan nyawanya untuk anak Ibu ini. Aksa hanya tinggal nama sekarang." Ucap Aksa yang terus menyangkal Ibunya. "Itu sudah cerita lalu. Kenapa kamu terus mengungkitnya? sekali Ibu tidak suka, tidak setuju dengan gadis itu. Selamanya pemikiran Ibu tidak akan berubah." Ucap Ibu Aksa kemudian. "Tapi Bu..." ucap Aksa yang tertahan karena Ia merasakan pelukan hangat dari belakang tubuhnya dan tangan lembut yang mengalung memeluk tubuhnya dari belakang siapa lagi jika bukan sang istri disana. Aksa pun terdiam, ia terkejut seketika. Ia tidak bisa berbicara sepatah kata pun ketika merasakan pertama kali tangan itu memeluk tubuhnya bahkan hingga detik itu pun Aksa biasa tidur di atas sofa bukan di samping ranjang yang Kyara tempati setiap harinya. "Jangan berdebat dengan Ibu hanya karena aku Mas..." ucap Kyara yang tadi samar-samar mendengar apa yang suaminya itu katakan. Aksa pun menurutinya. "Maaf Bu, Aksa sibuk." Ucap lelaki itu kemudian yang lalu menyudahi panggilan tersebut. Barulah saat itu Kyara mengendurkan pelukan tangannya lalu melepas pelukan itu dari tubuh Aksa. Lekaki itupun kemudian berbalik menghadap ke arah istri yang ada di belakangnya. "Kamu dengar percakapan aku dan Ibu tadi?" tanya Aksa kemudian. Kyara pun mengangguk tanda ia kendengarnya. "Maaf ya, jangan masukkan di hati." Ucap Aksa lagi. Lalu lelaki itu pun masuk kedalam. Ia merasa lelah, dan ingin merebahkan tubuhnya sesaat. Aksa pun lalu menuju keatas sofa yang ada di ruang tamu. Merebahkan tubuhnya disana. Kyara yang melihatpun segera menghampiri sang suami dan duduk di sofa yang tidak jauh dari sofa panjang yang suaminya tempati. "Mas..." panggil Kyara saat itu. Terlihat lelaki dengan satu lengan tangan yang menopang di leningga itu pun hanya berdehem lalu membuka kedua matanya saat itu. "Hemmz..." Balas Aksa. "Mas belum pernah mengajakku le rumah orang tua mas itu karena mereka tidak setuju ya?" tanya Kyara kemudian yang ingin tahu. "Emmmb..." sahut Aksa kemudian. Karena memang benar kenyataannya demikian. "Lalu kenapa mas bisa menikahiku kalau memang mereka tidak setuju? apa se kuat itu cinta kita?" ucap Kyara saat itu yang membuat Aksa menyunggingkan senyumannya. Lelaki itu pun lalu terduduk di tempatnya. Tangannya tetulur lalu mengetuk kening Kyara dengan ujung ibu jarinya. "Hemz... kamu ini. Udah sana istirahat juga, Mas juga mau rehat. Capek... nggak usah mikir macam-macam." Ucap Aksa pada istrinya. Dan nampak Kyara cemberut saat itu karena ia tidak selalu mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang ia ajukan pada suaminya. Dengan langkah gontai Kyara berjalan masuk kedalam kamarnya, namun ia tidak menutup pintu kamar tersebut. Kyara membiarkan pintu itu terbuka. "Kasihannya kamu..." ucap Aksa kemudian. Sembari kedua matanya berkaca-kaca ketika mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Ketika Aksa mendengar sahabatnya itu bersama sang istri tengah berada didalam mobil dan sedang pulang dari bulan madu. Saat itu tepat ketika mobil yang di kendarai Yoga dan juga Kyara masuk ke Kota. Dan saat itu bertepatan pula ada sebuah truk besar yang menghantam mobil yang Yoga tumpangi. Akhirnya terjadilah kecelakaan itu. Dan Aksa jelas bisa mendengar kejadian itu. Untung ketika Aksa sampai disana sudah ada Ambulan dan beberapa petugas medis. Namun saat itu yang berhasil dikeluarkan dari dalam mobil tersebut hanya Kyara. Dan tubuh Yoga masih terhimpit mobil yang ringsek. Saat itu lah, Yoga meminta agar Aksa menikahi Kyara dan menggantikannya untuk menjaga gadis itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN