Pukul 11 malam aku sampai rumah di Semarang. Lelah sekali rasanya. Selama seminggu ini aku terus bolak balik ke Solo untuk selalu menemui Pelangi, bukan menemui, lebih tepatnya melihat Pelangi. Meski tidak bisa berbicara dengannya hatiku sudah cukup bahagia melihatnya, setidaknya aku masih bisa mendampingi dirinya walau harus sembunyi-sembunyi. Sudah 2 malam terakhir aku tak melihat Bulan. Semenjak aku mengajukan surat perceraian itu hubungan kami lebih dingin. Meskipun dia belum menandatangi surat itu tapi hubungan kami tetap tak sehangat dulu. Saat aku hendak masuk ke kamar, mobil Bulan berhenti di depan rumah. Kulihat dia dari jendela. Dia bersama dengan seorang pria. Aku tidak tau itu siapa, aku belum pernah bertemu dengan pria itu sebelumnya. Dia memapah Bulan masuk ke rumah. "Pe

