Alastair masih saja tidak bisa melepaskan pikirannya dari Kanaya. Ini sudah dua hari sejak Alastair mencoba untuk menghindar dan tidak memikirkan Kanaya, tapi dia tidak bisa, usahanya benar-benar nol besar. Alastair tidak tahu apakah wanita itu memiliki daya tarik seperti apa hingga bisa membuat Alastair sendiri tidak berkutik. Pagi ini, Alastair tidak sengaja bertemu dengan Kanaya di lobi kantor. Jantungnya kembali berdegup tidak karuan. Apalagi ketika wanita itu tidak sengaja menoleh ke arahnya. Kanaya tersenyum sambil menundukkan sedikit badannya. “Pak Alastair.” Oke, kali ini Alastair bertanya-tanya, bagaimana mungkin wanita itu bisa bersiap biasa saja setiap kali bertemu dengannya dan seolah Alastair-lah yang ketar-ketir sendiri? Alastair memilih untuk mengangguk saja sebagai jawa

