Tempat Terkutuk

2375 Kata

Ranti dan Ibas sampai di depan sebuah rumah sakit khusus untuk rehabilitasi jiwa. Dibantu petugas di sana mereka membawa Shafiyya masuk. Namun, Shafiyya terus berontak, air mata tak hentinya mengucur, hanya itu yang dapat dia lakukan sekarang, dengan segala kerendahan hati dia berharap Tuhan segera mengirimkan bala bantuan. Para petugas rumah sakit turun tangan untuk menghentikan amukan Shafiyya. Senyum sinis tersungging di bibir Ranti dengan tatapan tak manusiawi. Kebencian, kesedihan amarah bercampur di hati Shafiyya saat menatap Ranti yang dengan teganya melakukan ini padanya. Setelah semua penderitaan yang dialami, masih belum cukupkah, hingga Ranti harus mengirimnya ke tempat seperti ini?  Sepanjang koridor Ibas bergidik takut melihat banyak orang-orang penderita gangguan jiwa, ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN