“Dex!!” pekik Adriana yang langsung berlari menghampiri Dex yang sudah kembali berdiri. “Apa salah saya, bos?” tanya Dex. Dia menatap waspada pada bosnya, bersiap jika ada bogem berikutnya. “Karena kau membuat Adriana hamil” jawab Justin. Dia sudah bersiap menghajar Dex lagi saat dia mendengar pertanyaan Dex pada Adriana. “Itu bayiku?” tanya Dex senang sambil memegang kedua bahu Adriana. “Tentu saja itu bayimu. Untuk apa aku memberitahumu kalau itu bukan bayimu? Bodoh koq dipelihara!” jawab Adriana kesal. Ternyata sampai sekarang kekasihnya ini masih tidak sadar. “Akhirnya doaku menjadi nyata” seru Dex. Dia langsung memeluk erat Adriana. “Sejak kapan kau berdoa?” “Sejak kau bilang kau hamil” “Kau percaya Tuhan?” “Tentu saja. Walaupun mungkin sudah lebih dari sepuluh tahun aku

