BUK BUK BUK “JUSTIN BUKA PINTUNYA” teriak Rose panik sambil menggedor pintu karena pintu itu terkunci. Dia khawatir Justin berseteru dengan kakaknya. Dia sudah bersiap menghancurkan pintu itu dengan tendangannya saat mendengar suara kunci dibuka dan dia langsung menerobos masuk. Dia menarik nafas lega saat melihat Justin dan kakaknya masih duduk di tempat yang sama pada saat dia keluar tadi. “Mengapa kau mengunci pintu?” tanya Rose jutek sambil mendelik pada Justin. “Hanya pembicaraan antar pria” jawab Justin yang membuat alis Rose berkerut tidak puas dengan jawaban Justin. “Kau tidak mengancam kakakku kan?” tuduh Rose yang curiga. “Apakah kakakmu bisa diancam?” tanya Justin polos yang membuat Rose mendengus. Rose tidak menjawab pertanyaan yang menurutnya tidak memerlukan jawaban it

