Rose masih terus berontak saat Justin mulai menciumi lehernya yang membuat pria itu kesulitan melakukannya. Justin mulai merasakan tubuh Rose bergetar yang membuatnya berhenti dan memperhatikan wanita itu. “Ssttt” kata Justin menenangkan. Dia mengendurkan pegangannya pada tangan Rose karena melihat wanita itu menatapnya ketakutan. Rose masih menatap Justin dengan takut. Dia tahu kalau pria itu berhak atas dirinya, tapi dia belum siap. Mungkin tepatnya dia tidak akan pernah siap. “Relaks sayang. ssttt” kata Justin lembut sambil membelai wajah Rose. Dia tidak tega melihat wajah wanita itu yang seperti hampir menangis. Dia mencium lembut bibir wanita itu, menggoda dengan ciumannya dan tangannya terus membelai pipi halus wanita itu. Perlahan dia merasa wanita itu mulai membalas ciumanny

