BAB 12: KONSEKUENSI

1363 Kata
Dari kejauhan terdengar suara helikopter dan mereka melihat itu adalah helikopter milik Volle Hospital, yang membuat semua orang disana merasa lebih tenang. Dokter berlari menghampiri mereka setelah helikopter mendarat dengan sempurna. Dia langsung melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi Diego. “Anda sudah menanganinya dengan benar. Sekarang kita harus menghentikan pendarahannya dan melakukan transfusi darah. Apa golongan darah pasien?” tanya Dokter sambil memerintahkan asistennya untuk mengeluarkan kotak pendingin berisi stok darah yang mereka bawa. Mereka sekarang sedang menunggu mobil ambulance tiba sambil berusaha menyelamatkan nyawa pasien. Darius langsung mengutak atik ponselnya lagi untuk mencari data medis Diego. “O negatif. Apa ada stoknya?” kata Darius. Wajahnya kembali pucat saat mengetahui golongan darah Diego. O rhesus negatif termasuk langka, dia hanya bisa menerima transfusi dari orang yang memiliki golongan darah yang sama. Jarang ada rumah sakit memiliki stoknya, terkadang harus minta dulu dari PMI yang juga belum tentu ada. “Tidak ada” jawab dokter dan dia langsung menghubungi staf PMI untuk menanyakan stok darah O negatif. “Aku O negatif. Ambil darahku saja” kata Rose sambil mengulurkan lengannya pada dokter. “Tapi anda belum di tes” jawab dokter ragu. Ada banyak resiko dengan transfusi darah langsung. “Aduhhh.. Lagi emergency begini yang penting Diego bisa selamat dok! Kalau ada komplikasi urusan nanti. Paling bantar Diego jadi judes seperti Rose” kata Morin ngedumel. Melihat wajah Diego yang semakin pucat membuatnya tambah khawatir. “Lakukan” perintah Darius dan dokter langsung menyiapkan peralatan untuk transfusi darah. Perintah bos besar tidak boleh dibantah! **** Sekarang mereka sedang berada di depan ruang operasi, menunggu dokter membuka kembali bekas operasi darurat Darius dan memastikan sesedikit mungkin resiko terjadi infeksi. Darius sedang membuka semua ponsel para pengkhianat di jaringan Diego. Karena mereka semua sudah mati, jadi hanya ponsel mereka yang bisa memberikan jawaban. Dia mendapatkan informasi yang dibutuhkan hanya dalam waktu setengah jam, karena hanya satu orang yang sering berhubungan dengan Leonardo Ricci. Kelompok bodyguard Darius sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mafia, mereka bisa langsung membereskan kekacauan yang terjadi dan membuang mayat mayat itu ke tempat yang tidak akan bisa ditemukan mungkin hingga lima puluh tahun kedepan. Darren Hartadi membantu memanipulasi situasi dengan mengadakan jumpa pers saat itu juga dan mengatakan kalau Volle Entertainment sedang membuat film action yang akan mencetak box office. Beberapa artis papan atas yang berada di naungan Volle Entertainment juga ikut dalam jumpa pers itu sebagai para pemeran dalam film tersebut. Dalam sekejap semua ijin yang diperlukan untuk syuting sudah terbit untuk tanggal hari itu hingga beberapa hari ke depan agar tidak membuat publik curiga. Mereka memang harus mempertanggung jawabkan hal ini ke pemerintah, namun pemerintah juga ingin menekan kepanikan publik, jangan sampai warga sipil merasa tidak aman di negaranya sendiri karena ada perang antar mafia di negara mereka. **** Sekarang Rose berada di sebuah ruangan tepat di sebelah ruang operasi Diego. Dia berdiri seperti anak kecil yang sedang dihukum, di depannya duduk Darius Hartadi dan menatapnya seakan ingin mengulitinya. Tubuhnya merinding melihat tatapan itu, walau dia sudah diajari sejak kecil untuk bersikap tenang di segala situasi, tapi tatapan intimidasi Darius ini membuat nyalinya ciut. Apalagi dia memang merasa bersalah karena telah membuat masalah yang begitu besar. Dia melihat sendiri keluarga Hartadi berusaha membereskan kekacauan yang disebabkan olehnya ini! “Kamu harus merawat Diego sampai dia sembuh” kata Darius sambil menatap dingin pada Rose. Dia sudah selesai menginterogasi wanita itu karena wanita itu hanya bicara mengenai keinginannya membunuh Diego untuk membalaskan kematian ibunya. Sebenarnya dia bisa membangkrutkan keluarga Rose Willem Baskara saat ini juga, namun tadi Morin memaksanya berjanji untuk tidak mengganggu wanita ini. Jadi satu satunya yang bisa dia lakukan untuk menghukum wanita ini adalah dengan menyuruhnya mengurus Diego seperti permintaan pria itu tadi. “Saya bukan suster, Om” jawab Rose keberatan. Dia kan maunya membunuh pria itu, masa sekarang dia harus merawat pria itu! “Perlu saya ingatkan kenapa hal ini bisa terjadi?” tanya Darius datar. “Kan saya tidak pernah minta dia memberikan jaketnya pada saya. Bukan salah saya kalau dia terluka! Lagipula tadi juga saya sudah membantunya. Om lupa kalau peralatan medis itu semua milik saya. Jadi semua sudah impas” balas Rose tidak mau kalah. Dia tidak peduli walaupun sekarang Darius Hartadi mau membunuhnya, dia tidak akan mau mengurus musuhnya! “Baiklah kalau itu maumu” kata Darius. Dia lalu membuka ponselnya dan menelepon seseorang. “Bisa sambungkan saya dengan perdana menteri? Saya memiliki bukti keterlibatan Byran Oscar Baskara dalam bocornya data kemarin” kata Darius dalam bahasa Inggris. Wajah Rose langsung memucat saat mendengar nama kakaknya disebutkan. “Hentikan! Akan kulakukan. Tolong jangan ganggu kakakku! Akan kulakukan semua yang om mau!” teriak Rose panik. Dia yakin kakaknya tidak akan terlibat konspirasi apapun, tapi jaman sekarang semua bukti bisa dibuat atau dihilangkan. Dan dia tidak meragukan kemampuan si jenius Darius Hartadi dalam hal itu. Darius melirik pada Rose lalu menyudahi sambungan telepon itu. Sebenarnya dia belum menghubungi siapapun. Tapi dia sudah mengetahui latar belakang dan kondisi keluarga wanita itu sejak dia mencari tahu tentang wanita itu, tidak sulit baginya untuk mencari tahu kelemahan wanita itu. “Jika terjadi sesuatu pada Diego selama kau merawatnya walaupun itu bukan karenamu. Maka kau tidak akan bisa bertemu dengan kakakmu lagi” kata Darius sambil berdiri dan meninggalkan Rose yang masih gemetar di tempatnya. Dia mendengar suara pintu dibuka dan percakapan yang terjadi disana. “Kenapa belum pulang?” tanya Darius setelah membuka pintu dan menemukan Morin menunggu di depan pintu. “Om tidak apa apakan Rose kan?” tanya Morin cemas dengan puppy eyesnya. “Tidak” jawab Darius dan Morin langsung menghambur ke pelukannya. “Aku tahu om pasti memegang janji om” pekik Morin senang sambil memeluk erat Darius. Rose meneteskan air mata. Akhirnya dia tahu mengapa Darius Hartadi tidak menghancurkan hidupnya dan kakaknya karena telah membuat Morin dalam bahaya dan Diego hampir mati. Mudah bagi pria itu untuk membuat hidupnya sangat menderita, tapi ternyata Morin menolongnya. Dia memiliki sahabat yang luar biasa, setelah dia membahayakan nyawa mereka, mereka tetap membantunya! **** “Dia akan merawat Justin hingga sembuh” kata Darius pada anak buah Diego dalam bahasa Italia sambil menunjuk Rose. Sekarang mereka sudah berada di ruang perawatan khusus di Volle Hospital, ruang perawatan ini tersembunyi dan memiliki akses masuk canggih yang dibuat oleh Darius. “Tentu saja. Comare pasti akan merawat bos dengan baik” jawab Dex. “Enak saja! Siapa Comare! Aku hanya merawatnya sampai dia sembuh” jawab Rose ketus mendengar panggilan pria paruh baya yang bernama Dex itu padanya. “Tenang saja Comare, kami juga akan membantu anda merawat bos. Kami tidak akan membiarkan anda kelelahan” jawab Dex sopan. Setelah mendengar bosnya mengakui kalau wanita di depannya adalah kekasihnya dan akan segera dinikahi setelah si bos sembuh, dia langsung bersikap hormat pada wanita itu. Apalagi tadi dia melihat sendiri kalau wanita itu berusaha menyelamatkan nyawa bosnya. “Berhenti memanggilku Comare! Aku bukan istri bosmu!” bentak Rose. Untung saja pasien belum dipindahkan ke ruang perawatan, kalau tidak mereka pasti diomeli dokter. “Maaf Comare, tapi bos tadi bilang kalau setelah ini bos akan menikahi anda” jawab Dex. Dia menjaga tutur katanya sesopan seperti pada saat bicara dengan bosnya. “Mana bisa aku menikah dengannya. Aku ini istri orang! Dia hanya sedang berhalusinasi tadi. Kamu mengerti kan? is-tri o-rang. Tidak mungkin aku menikah lagi” kata Rose mencoba menjelaskan. “Oh ternyata begitu! Jika anda bilang begitu sejak tadi maka saya mengerti” kata Dex maklum. “Kamu mengerti?” tanya Rose terkejut dan dia melihat pria itu mengangguk. Dia menghela nafas lega. Syukurlah. Walau mafia sekalipun, mereka juga punya keluarga. Jadi mereka mengerti kalau pernikahan adalah sakral dan tidak baik mengganggu rumah tangga orang. “Nah jadi kamu mengerti kan kalau saya tidak bisa menikahi bosmu” kata Rose lagi memastikan. Nada suaranya sudah lebih lunak karena berpikir sudah berhasil membujuk pria di depannya ini. “Tentu saya mengerti kegundahan anda” jawab Dex pasti. Dia lalu menoleh pada beberapa anak buahnya yang masih bersiaga dibelakangnya. “Dasar bodoh! Apa lagi yang kalian tunggu! Segera bunuh suami Comare agar Comare bisa segera menikah dengan bos!” perintah Dex. **** Comare: mafia mistress / istri bos mafia.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN