Orang itu menegakkan tubuh Elena dan memegang kedua pundak wanita tersebut. Menatapnya dalam penuh curiga. Elena masih terdiam dan bermain dengan pikirannya yang masih kacau. "Elena, apa kau tidak mendengarkanku?" tanya orang itu kembali. "Bukan urusanmu," ucap Elena dengan sedikit ketus. "Kau tampak kurus. Wajahmu sayu dan matamu sembab. Apa kau habis menangis? Apa yang terjadi denganmu?" ucap orang yang ternyata Erlangga itu. "Tidak perlu pedulikan aku. Bukan urusanmu." Elena menepis kasar tangan Erlangga di saat lelaki itu lengah dan hendak melangkah pergi. Namun, dengan cepat Erlangga meraih sebelah tangan Elena dan memepetnya ke dinding. Kemudian, menguncinya hingga Elena kesulitan bergerak. "Apa maumu? Kenapa menahanku?" tanya Elena dengan kesal. "Jawab pertanyaanku," ucap Erl

