Erlangga mengejar Elena yang melangkah dengan sedikit kesal ke dalam kamar. Mencoba meraih tangan wanita itu. Namun, Elena dengan cepat menepisnya. Pemuda tersebut terus mengikutinya hingga Elena masuk ke dalam. "Apa kau marah karena aku melarangmu bekerja?" tanya Erlangga lembut sambil menghampiri istrinya yang duduk di tepi ranjang. Elena terdiam, ia tidak mau menatap Erlangga. Pria itu duduk di sampingnya dan menghadapkan tubuh Elena ke hadapannya, meski Elena berusaha menolaknya. "Sayang, kau tahu aku sangat mencintaimu. Aku khawatir ketika kau sakit kemarin. Sekarang, aku melarangmu karena kondisimu belum pulih. Tolong mengerti," jelas Erlangga sambil menggengam kedua tangan Elena. Erlena masih bergeming. Lidahnya masih kaku untuk berbicara. Erlangga menghela napas kasar dan menat

