Erlangga menghela napas kasar, lalu memijit pelipisnya yang terasa sakit. Raut wajahnya tampak kusut sekali. "Apa kau mendengarku, Erl?" tanya Roland menatap dalam Erlangga. "Kau pikir aku tuli," kesal Erlangga. "Apa kau bermasalah lagi dengan istri kecilmu?" tanya pemuda berkumis tipis itu semakin penasaran. "Ceritanya panjang. Rol," ucap Erlangga dengan malas. "Mau cerita?" cecar Roland. "Elena memergoki aku sedang di hotel bersama Carolin. Dia marah dan sampai sekarang belum bicara denganku," jujur Erlangga pada akhirnya. "Apa? Kau dan Carolin ...." "Kau juga jangan salah paham. Aku tidak berhubungan apa pun dengan Carolin. Aku mabuk dan Carolin membawaku ke kamar hotel. Namun, aku masih setengah sadar dan mengejar Elena. Mecoba menjelaskan padanya. Akan tetapi, Elena tidak mau

