Kekaguman Marni

1970 Kata

“Pemilik toko listrik di dekat masjid,” kata Marni kalem, kali ini serius menjawab. “Hah?” Kirani terbengong. Dari sisi apa pemilik toko listrik begitu disebut jantan dan ganteng? Perasaan biasa saja, tak ada yang istimewa dari pekerjaan itu. Kirani terheran-heran. Melihat kebingungan di wajah Kirani, Marni memberi penjelasan tambahan. “Arun itu sudah dua tahun mengelola toko listrik di dekat masjid. Kamu tahu, dia itu sebetulnya sarjana, lho. Hanya saja dia memilih meneruskan usaha orang tuanya daripada bekerja kantoran,” terang Marni. “Oh. Lalu, apa hubungannya dengan jantan dan ganteng?” Kirani mengernyitkan dahi. “Ya, lelaki yang mau memiliki jiwa wirausaha itu langka menurut Ibu. Kebanyakan kan memilih bekerja di kantor, dapat gaji setiap bulan. Gengsi dapat, uang juga dapat,” t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN