"He's gone! He's gone!" Setelah bertanya panjang-lebar, akhirnya tetangga di sebelah rumah kosong itu menjawab juga dengan bahasa Inggris. Tadinya ia bingung. Ammar juga berbicara terbata-bata karena bingung meladeni orang yang malah berbicara bahasa Perancis padanya. Saat dikatakan seperti itu, akhirnya Ammar paham. Namun baru saja mau bertanya ke mana orang-orang yang dulunya tinggal di rumah sewa itu pergi, pintu rumah di sebelah itu baru saja terbanting. Eh dibanting lebih tepatnya. Sudah ditutup. Oke, berarti ia tak diizinkan untuk bertanya lagi. Ammar menghela nafas. Ia kembali menaiki taksi. Kali ini meminta untuk diantar menuju Kantor Kedutaan Besar RI tapi ia kemudian menepuk kening. Ia lupa kalau kantor itu di Rabat bukan di sini. Ia menghela nafas. Akhirnya sembari mengarahkan

