Chayra kehilangan kata-katanya mendengar Bastian mengucapkan hal itu. Ia tahu kalau lelaki ini masih menyimpan perasaan untuknya. Karena sampai sekarang, tatapan Bastian tiap menatapnya masih sama seperti dulu. Masih tak pernah berubah. Chayra menarik nafas dalam. Ini juga persoalan berat. Namun entah kenapa, disaat Bastian masih bergulat dalam keadaan ini, Chayra justru merasa ringan. Ada yang aneh memang. Tidak lagi sesesak dulu saat mereka berpisah atau setelah bertahun-tahun panjang sengaja menyembunyikan diri untuk tak bertemu dengan Bastian. Tidak serindu pertemuan-pertemuan terakhir saat mereka terlalu sering bersama ditahun ini. Anehnya, Chayra merasakan hal itu. Awalnya, Chayra berpikir kalau lelaki ini lah yang membuatnya dilema berkepanjangan untuk menerima Adamas. Ya, Chayra

