BAB 016

1709 Kata

Selama lima menit pertama Ally merasa dirinya kesulitan bernapas. Dadanya terasa sesak, seolah tidak ada ruang untuk menyimpan segala emosi ini. Beberapa detik sebelumnya, dia memang telah bersikap berani--melawan Sebastian, demi mempertahankan harga diri. Namun, di waktu bersamaan ia juga menjadi ceroboh, sebab tidak tahu bahwa pria itu ternyata ingin menusuknya menggunakan pisau lipat. Ally berusaha tetap tenang, sebisa mungkin menyembunyikan gemetar di seluruh tubuhnya, dan sekuat tenaga ia menahan agar air matanya tetap bersembunyi di balik pelupuk mata. Memperlihatkan kelemahan adalah hal paling dia hindari saat ini. Padahal, apa yang terjadi di hadapannya barusan berhasil menggoyahkan seluruh pertahanannya. Harry berada di antara mereka. Menjadi sosok penyelamat, sekaligus penghan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN